Parenting School XV : Pendidikan Nilai Holistik untuk Membentuk Karakter Anak

Parenting School kali ini sedikit agak berbau ilmiah. Soalnya topik yang diangkat merupakan hasil penelitian seorang dosen dari UNY. Beliau adalah bu Rukiyati. Bu Rukiyati sangat perhatian pada pendidikan holistik. Yaitu pendidikan yang menyentuh seluruh aspek yang dimiliki manusia. Bukan pendidikan yang hanya menyentuh aspek kognitif saja. Dari hasil penelusuran beliau, SDIT Alam diduga merupakan lembaga pendidikan yang  dinilai sesuai dengan obyek penelitiannya. Jadilah bu Rukiyati untuk meneliti di SDIT Alam Nurul Islam. Nah, hasilnya dipresentasikan di forum Parenting School kali ini.

Dalam penelitiannya, bu Rukiyati menggunakan metode kualitatif. Artinya, beliau menggunakan wawancara untuk mengetahui sejauh mana konsep pendidikan SDIT Alam ini baik dari para perancang dan pendiri, para pimpinan, para guru, para siswa bahkan para alumni yang saat ini ada yang sudah masuk jenjang pendidikan universitas, termasuk ditelusur dan diwawancarai.

Satu persatu makna yang digagas oleh pencetus SDIT Alam diurai, termasuk makna Alam. Alam merupakan realitas yang berzikir, ciptaan tuhan yang tidak semata spontan adanya. Sehingga harus dilakukan pemeliharaan. Alam juga dimaknai sebagai learning center bagi siswa, sehingga mempengaruhi desain bangunan dan lingkungan yang mewarnainya bertujuan sebagai obyek belajar. Kemudian, SDIT Alam dirancang sebagai sekolah yang menyenangkan bukan sebagai tempat seperti penjara yang dipenuhi hukuman dan ancaman. Sehingga membuat anak terpaksa belajar. Nilai yang diangkat oleh SDIT Alam ini disingkat sebagai SIP, Sholih, Ilmuwan dan Pemimpin. SDIT Alam tidak hanya menginginkan anak-anaknya Sholih semata tapi juga harus memiliki karakter ilmuwan yang senantiasa melakukan penelitian serta karakter Pemimpin dengan tanggung jawab dan segala sifat pembentuknya.

 

Dari hasil wawancara didapatkan adanya kesamaan antara siswa yang masih sekolah di tiap level kelas dengan para alumni. Mereka dominan mengatakan bahwa menganggap baik, ramah, teman tak berjarak, mengayomi kepada ustadz/ahnya. Meski satu dua juga yang berkomentar ada juga ustadz/ah yang tidak enak, pemarah dan jahat. Sempat ada hadirin yang menanyakan validitas data jika hanya cukup dengan wawancara dinilai kurang padahal nilai holistik haruslah diamati dalam setiap detik kesehariannya. Bu Rukiyati menanggapi bahwa ada keterbatasan dalam wawancara, tidak memungkinkan untuk membersamai obyek setiap saat. Tapi, orang tua alumni bersangkutan juga diwawancarai untuk melihat sejauh mana kekonsistenan ucapan alumni tersebut.

Sempat ada hadirin bertanya,  apakah bu Rukiyati ini sengaja diminta oleh yayasan untuk meneliti SDIT Alam sehingga kok hasilnya bagus-bagus gitu.  Bu Rukiyati menjawab bahwa beliau datang ke SDIT Alam tak ada satupun yang dikenal. Beliau hanya perhatian pada pendidikan holistik kemudian browsing di internet menemukan blog SDIT Alam dan melakukan penelitian.

Secara umum, bu Rukiyati menyimpulkan, meski ada beberapa kekurangan, diantaranya dalam keseragaman ustadz/ah dalam mendidik, sebagai catatan juga peran orang tua masih dirasa sangat kurang. Padahal SDIT Alam menganut bahwa pendidikan yang terpadu. Di sekolah dan di rumah. Guru dan orang tua. Kurang tahunya visi-misi sekolah membuat orang tua yang berbuat terlalu longgar dalam menanamkan nilai yang sudah ketat di sekolah. SDIT Alam masih sangat jauh lebih baik dibanding dengan sekolah terutama negeri yang sekarang masih mengandalkan nilai akademis saja. Komentar beliau “Anak saya sudah besar-besar, kalau masih kecil pasti akan saya masukkan ke SDIT Alam Nurul Islam”.

Download Makalah Parenting klik disini

FB bu Rukiyati klik disini

Robohnya Pendopo Kami

Jika kita melayangkan pandang ke arah selatan masjid akan kita temui sebuah pemandangan yang berbeda. Dulu di lokasi tersebut berdiri bangunan yang termasuk awal berdiri di lokasi SDIT Alam. Bangunan itu adalah pendopo. Namun sekarang bangunan yang cukup tua itu kini tidak lagi dijumpai. Karena sudah dirobohkan untuk kemudian dipindah ke lokasi TKIT Nurul Islam.

Banyak kenangan yang terukir di bangunan itu. Sebagai tempat sholat jama’ah dulu sewaktu kelas 4 hingga kelas 6 belum pararel 3 kelas, tempat marketday setiap hari Jum’at, tempat training guru, tempat mabit, tempat lomba, syuting film, tempat pertemuan dewan kelas, wuih banyak banget deh kenangan. Tapi, karena TKIT Nurul Islam lebih membutuhkan dengan sukarela SDIT Alam melepasnya.  Biarlah kenangan terbawa bersama pendopo.

Koalisi PPP, Golkar dan PKS Menang Pilpres

Setelah diadakan pelantikan anggota dewan hasil Pemilu Legislatif, kemudian anggota DPR mengadakan musyawarah dan lobby untuk menentukan pasangan capres dan cawapres. Dilihat dari syarat pencalonan dimana partai yang berhak mencalonkan adalah yang mendapatkan minimal suara 24, Demokrat menjadi satu-satunya partai yang lolos. Sedangkan partai lainnya mau gak mau harus melakukan koalisi untuk memuluskan pasangan capres dan cawapresnya. Hasil dari musyawarah dan lobbi, terbentuklah 2 koalisi besar dengan mengusung pasangan capres dan cawapresnya. Koalisi pertama adalah dari partai Demokrat dan PDIP dengan mengusung Ghozy kelas 4C sebagai capres dan Sajjid kelas 4A sebagai cawapresnya.

sedangkan, koalisi besar kedua terdiri dari PPP, Golkar dan PKS. Dengan mengusung pasangan Mikal kelas 4B dan Dzaky kelas 4B.

Dimulailah pertarungan seru. Mengapa seru? Pasangan pertama berasal dari 2 kelas, namun hanya didukung oleh 2 partai. Sedangkan pasangan kedua berasal dari satu kelas saja namun didukung oleh 3 partai. Kita akan lihat manakah yang lebih kuat mempengaruhi. Apakah ikatan kelas ataukah ikatan partai?

Kampanye dilaksanakan dengan 2 metode. Dialogis dan parade. Untuk dialogis, masing-masing pasangan diharuskan menjelaskan program apa yang akan diusung untuk membuat warga kelas 4 lebih baik.



Kemudian, setiap pasangan kandidat akan mendapatkan pertanyaan dari audiens yang mengangkat permasalahan yang terjadi di kelas 4, mereka diminta apa solusi yang akan diambil manakala terpilih.

Setelah kampanye dialogis, dilanjutkan dengan kampanye parade keliling sekolah. Mereka mengenalkan calon pasangan dan mohon doa restu kepada warga kelas yang lain serta ustadz/ustadzah.


Masa kampanye sudah usai, waktunya tiba untuk melakukan pemilihan umum. Seluruh siswa berkumpul di TPS, secara urut presensi mereka masuk bilik pemungutan suara. Semua siswa telah memberikan hak pilihnya, kira-kira siapa ya yang bakalan menang. Kita dengar aja deh optimisme para kandidat.


Subhanallah, mereka pada optimis menang. Meski sulit untuk memperkirakan berapa suara yang diberikan pada masing-masing mereka. Penghitungan suara dimulai, semua siswa berkumpul di satu tempat. Dengan perasaan tegang satu per satu suara dihitung. Satu . . . . Satu . . . Dua . . . . Satu . . . . Dua. Hingga kartu terakhir dibuka. Dan . . . . . pasangan no 1 mendapatkan 27 suara dan pasangan no 2 mendapatkan 43 suara. Allohu Akbar !!!!! Akhirnya Pilpres dimenangkan oleh koalisi 3 partai. Semua anak terus saling bersalaman dan berpelukan. Ini adalah kemenangan bersama kelas 4. Selanjutnya diadakan rapat antara presiden dan wakilnya beserta ustadz-ustadzah. Untuk menentukan kabinet pemerintahan kelas 4. Inilah foto Kabinet Kelas 4 Bersatu.

Demokrat Menang 35,7% di SDIT Alam

Maksudnya? Eit . . tenang dulu, ini bukanlah partai politik masuk sekolah dasar. Tapi, itu adalah hasil Pemilu Legislatif yang digelar siswa-siswi kelas 4 SDIT Alam sewaktu mengadakan pembelajaran PKn. Sudah diketahui banyak orang, materi PKn dikenal sangat sulit. Bahkan lebih sulit dari Matematika. Coba bayangkan, baru kelas 4 sudah diharuskan memahami mekanisme birokrasi di Indonesia dari RT hingga pimpinan tertinggi. Lembaga-lembaga serta pola kerjanya. Termasuk didalamnya sekarang harus memahami mekanisme demokrasi yang berjalan di Indonesia. Jika semua hal tersebut hanya disampaikan dengan ceramah di kelas saja, sudah bisa dijamin anak-anak banyak yang bingung, terlalu abstrak. Agar anak menjadi kongkrit dan jelas dalam memahami berbagai hal tadi, metode pas adalah dengan simulasi langsung. Akhirnya, diadakanlah kegiatan Pemilu Legislatif.

Langka pertama, dengan pembentukan partai. Seluruh siswa kelas 4 yang berjumlah 70 anak dibagi menjadi 5 partai. Demokrat, Golkar, PDIP, PKS dan PPP (ini hanya kebetulan sama loh namanya bukan sebenarnya). Setelah terbentuk mereka diminta untuk memilih ketua partai.

Ketua partai memimpin jalannya musyawarah untuk menetukan siapa sajayang akan diajukan menjadi calon anggota DPR. Maksimal ada 5 calon anggota DPR ditiap partai. Yang akan merebutkan 10 kursi anggota DPR.

Setelah itu, mereka diminta merancang bentuk kampanye yang akan dilakukan. Kampanye harus dilakukan dengan simpatik dan damai. Tidak boleh ada saling ejek dan menyakiti fisik. Masing-masing partai diberi jatah waktu kampanye tersendiri. Kampanye dilakukan secara terbuka dengan rapat akbar. Inilah penampilan kampanye mereka.




Gimana temen-temen? menarik gak? Nah, setelah kampanye anak-ana melakukan proses Pemilu. Mereka diperbolehkan memilih calon yang bukan berasal dari partainya. Inilah seninya. Bagi yang menarik di kampanye, tentu akan mendapatkan suara dari partai lain. Dari hasil perhitungan, ternyata partai pemenang Pemilu adalah Demokrat (he ..he kok bisa mirip yang sebenarnya ya) dengan perolehan total 25 suara atau 35,7%, disusul PPP dengan 13 suara atau 18,6%, lalu PDIP dengan 12 suara atau 17,1%, kemudian Golkar 9 suara atau 12,9% dan terakhir PKS dengan 2 suara atau 2,9%. Tahap selanjutnya adalah Pemilihan Presiden. Syarat untuk mengajukan Calon Presiden (Capres) adalah partai yang mendapatkan 24 suara. Hanya Demokrat saja yang bisa langsung mengusung capresnya. Tapi kita lihat saja koalisi (gabungan antar partai) mana saja yang terbentuk untuk pertarungan menuju Presiden kelas 4 SDIT Alam Nurul Islam.

Orientasi Siswa Awal Semester Genap

 Sudah menjadi kebiasaan jika libur itu bisa menghapus mood dan semangat belajar. Guru-guru super keras untuk membangun lagi kebiasaan belajar siswa. Karena libur pasti dipenuhi dengan bermain saja, wisata saja, nonton TV saja, ngegame saja dan saja-saja yang lain. Tapi sayangnya awal masuk sekolah bukan untuk menyemangati, membangun ketertarikan belajar siswa, malah kebanyakan untuk bersih-bersih kelas. Kegiatan yang paling tidak disuka siswa. Ya khan, bener khan? Beda di SDIT Alam Nurul Islam. Awal masuk digunakan justru dengan kegiatan orientasi siswa. Yaitu berupa game atau permainan yang tujuannya untuk ‘memanasi’ mesin belajar, begitu nanti masuk di hari kedua langsung on untuk mengikuti pembelajaran.    Untuk siswa kelas atas (4-6) melakukan permainan Learning Games. Secara berkelompok  dengan anggota berbeda level kelas mereka diberi tugas untuk menemukan keberadaan guru kelas mereka masing-masing. Setelah ketemu mereka diminta untuk menanyakan materi apa yang akan dipelajari di semester genap nanti. Setelah guru selesai menerangkan, siswa dipersilahkan memberikan usul dan ide bagaimana supaya pelaksanaan pembelajaran itu bisa menarik dan lebih menggigit.  

 Untuk kelas bawah, ada game CaLisTung. Baca-Tulis-Hitung. Siswa secara berkelompok diharuskan menyelesaikan tugas. Tapi, untuk komunikasinya tidak diperkenankan menggunakan lisan. Tapi secara tertulis. Yach seperti SMS  lah cuman pake kertas.

Di siang harinya, ada rekomitmen atau memperbaharui kembali janji atas peraturan umum di SDIT Alam Nurul Islam. Seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6 berkumpul di GOR. Siswa disegarkan kembali bahwa di SDIT Alam yang menjadi tujuan bersama adalah terbentuknya sosok siswa yang SIP. Sholih-Ilmuwan-Pemimpin. Sholih, yaitu siswa yang mencintai Allah. Dibuktikan dengan sekuat tenaga mempelajari agar menguasai dan mengerti isi dari surat cinta-Nya di Al Qur’anul Karim. Siswa diberi sebuah tayangan seorang anak kecil yang berumur 5 tahun bernama Husain Tabatta’i dari Iran yang tidak hanya hafal, tapi tahu arti dan makna dari Qur’an.

Husain yang masih balita saja sangat mungkin menguasai Qur’an, kita harus bisa juga. Nah, begitu memahami Qur’an kita akan tahu bagaimana supaya cinta kita kepada Allah berbalas. Kita akan menjadi senang sekali menaati perintah-perintahnya. Sholat, Shodaqoh, berbuat baik, tidak gampang ikut-ikutan budaya pop. Sehingga akhirnya akhlaq baik akan menempel kuat pada diri pribadi kita. Nah, jika sudah begitu jadilah kesholihan sudah kita capai.

Selanjutnya, setelah sholih, siswa SDIT Alam harus menjadi Ilmuwan. Siswa diberi tayangan yang menarik menjadi seorang ilmuwan cilik.

Seorang ilmuwan, setelah memahami petunjuk cinta dari Allah. Dia akan selalu menjadi orang yang akan mendatangkan pemecahan masalah. Sekecil apapun masalahnya dia akan temukan ide atau alat untuk menyelesaikannya. Itulah hakekat ilmuwan. Menggunakan daya dan upaya agar hidup ini semakin mudah bahkan indah.

Yang ketiga, siswa SDIT Alam harus menjadi pemimpin. Nah ini tayangannya.

Menjadi pemimpin akan siap menjadi pionir. Yang memulai segala kebaikan. Ia akan menjadi inspirasi bagi yang lain untuk berbuat. Untuk mengajak tidak harus dengan lisan bahkan dengan paksaan. Tapi perbuatannya menjadi pendorong kuat bagi yang lain agar berbuat kebaikan. Selalu dihiasi dengan mandiri, tanggung jawab dan paling penting siap bekerja dalam tim.

SDIT Alam ini ibarat kapal besar yang melaju dengan para penumpang seluruh masyarakatnya dengan nahkoda kepala sekolah.  Semua penumpang wajib menjaga keamanan kapal. Karena jika kapal rusak, bocor, maka kapal akan tenggelam. Yang tenggelam pun semua  tanpa pandang bulu.

Sehingga harus butuh perjanjian kembali untuk bersama berkomitmen dengan aturan SDIT Alam Nurul Islam. Adapun aturan yang baru kini dibuat sederhana namun mencakup yang umum :

1. Segala perbuatan yang Merusak, Mengotori dan Menggangu adalah Pelanggaran

2. Segala perbuatan yang menyakiti Hati dan Fisik adalah Pelanggaran

3. Apabila ada sebuah pelanggaran kemudian dibiarkan oleh teman sekelasnya, maka yang terkena hukuman adalah semua siswa satu kelas.

4. Apabila ada sebuah masalah diselesaikan hingga berakhir dengan maaf tanpa dendam, maka seluruh siswa dalam kelas tersebut mendapat Hadiah

Bagian akhir dari orientasi, untuk kelas bawah ada simulasi budaya SIP di kamar mandi. Yaitu bagaimana membuang hajat yang benar. Tidak meninggalkan sampah baik cairan maupun bau. Untuk kelas atas, budaya SIP di kelas dengan membuat tulisan narasi ‘Apa cita-citaku’. ‘Bagaimana supaya aku semangat belajar dan bagaimana supaya pembelajaran di kelas menarik’. Nah, semoga dengan orientasi satu hari ini cukup untuk menghalau penyakit paska liburan panjang.

Awesome Mukhayyam, Amazing Ukhuwah

Seru, akrab dan ceria. Butuh banyak kata untuk menggambarkan suasana dan perasaan di penghakhiran semester Gasal 2011/2012. Kebersamaan dengan teman, saudara baru selama 5 hari membekas kuat hingga tak malu lagi untuk mengatakan . . . “Aku kangen !”. Program Nuris Games dan Mukhayyam diluncurkan sengaja untuk mengikat persaudaraan siswa dan guru terutama di unit SDIT Alam dan SMPIT Alam Nurul Islam. Yang sebelumnya, meski dari letak yang hanya terhalang oleh sungai Bedog rupanya cukup dijadikan alasan ukhuwah tidak rekat.

Kontingen di ajang Nuris Games kemarin kini berubah menjadi regu Mukhayyam dengan nama yang tidak diubah untuk lebih kuat menjadi identitas kelompok mereka. Mukhayyam dibuka oleh Ust. Dwi Sabdo, kepala sekolah SMPIT Alam Nurul Islam. Di amanatnya beliau memberikan pesan bahwa Mukhayyam juga hakekatnya belajar. Belajar di kehidupan nyata. Anak-anak akan lebih terasa untuk menghargai makanan. Karena mereka harus masak makanannya sendiri selama Mukhayyam. Menghargai betapa pentingnya sesederhana apapun rumah tinggalnya, karena selama Mukhayyam mereka tidur beralaskan tikar dan beratapkan tenda. Menghargai berbagi, karena semua aktivitas mengharuskan semua anggota kelompok harus kerjasama.

Begitu tenda berdiri, masakan tersaji dilanjut dengan kegiatan Ta’aruf atawa perkenalan. Semua peserta WAJIB berkenalan dengan 10 orang laki-laki dan 10 orang perempuan di luar kelompok dan kelas levelnya. Selain kenal biodata mereka juga diharuskan memberikan hadiah dan nasehat sebagai bentuk cinta dan persaudaraan.

Karena kenal adalah pintu gerbang untuk bersaudara, kerjasama, sinergi, cinta, berkorban harta bahkan jiwa. Persis seperti ukhuwah yang pernah dibangun Rasulullah dengan para shohabatnya. Kokoh bukan karena kepentingan dan minat. Tapi kuat karena aqidah yang lurus.

Acara setelah makan siang hasil masakan sendiri adalah Silaturrahiim ke masyarakat. 16 kelompok dibagi menjadi 4 penjuru wilayah dusun sekitar SDIT Alam dan SMPIT Alam Nurul Islam. Penjuru Barat daya ke dusun Gumuk, Barat Laut ke Beji dan Tinom, Timur Laut ke Pundung dan Tenggara ke Cambahan. Mereka diminta silaturrahiim ke 10 rumah. Disitu mereka memperkenalkan diri dan berkenalan dengan anggota keluarga rumah. Lalu masyarakat dimintai masukannya terkait dengan keberadaan SDIT Alam dan SMPIT Alam Nurul Islam. Terakhir, mereka minta ijin untuk membantu pekerjaan rumah. Ada diantara mereka yang menyapu halaman, mencabuti rumput, mencucikan piring. Tidak sedikit kelompok justru malah mendapatkan makan dan minum. Mm . . .mh memang benar, silaturrahiim memang mendatangkan rizki. Malam harinya ada acara pentas seni. Setiap kelompok diminta menampilkan spontanitas ekspresi seni dan daya hibur mereka dengan yang lain. Ditutup dengan pemutaran film dokumentasi kegiatan Qurban dan Nuris Games.

Jam 23.00 semua peserta sudah harus istirahat. Yang wajib jaga maksimal 2 orang setiap tenda secara bergantian. Jam 03.00 semua peserta dibangunkan untuk melakukan Qiyamullail dengan sholat tahajud berjama’ah di masjid baru. Dengan mata yang masih berat dengan ngantuk harus dilawan dengan air wudhu dan tekad yang kuat untuk menghadap Allah di sepertiga malam terakhir. Setelah Shubuh, ust. Budi memberikan tausyiah tentang pentingnya ukhuwah. Mukhayyam ini adalah media nyata praktek ukhuwah. Beliau berpesan supaya segala kebaikan dan sekecil apapun kebaikan di mukhayyam ini harus tetap berlanjut setelah sampai rumah dan kehidupan selanjutnya. Setelah dzikir Ma’tsurat dilanjut dengan acara bongkar tenda dan bersih lingkungan. Acara Mukhayyam ditutup secara resmi oleh ust. Budi dengan mengulang pesan akan pentingnya membiasakan kebaikan sekecil apapun.

Nuris Games 2011 Berakhir

Alhamdulillah hajatan tahunan dalam Nuris Games 2011 sudah berakhir hari ini. Event yang diikuti oleh 16 kontingen. 8 kontingen putra, Samudra Pasai, Sriwijaya, Majapahit, banten, Mataram, Kutai, Tarumanegara dan Singosari. Dan 8 kontingen putri, Demak, Kediri, Bone, Ternate, Pajajara, Pajang, Surakarta dan Banjar. Banyak para juara yang lahir di ajang Nuris Games tahun ini.

Untuk nomor lari 2000 meter sebagai cabang olahraga yang pertama dilombakan di putra medali emas dan perak diraih oleh kakak beradik Akmal kelas 6 B dan Zulkhi kelas 4A, perunggu diraih Afel kelas 6A. Sebagai tanda kehormatan, setiap selesai satu cabang permainan pemberian medali dilakukan di dengan mendengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di depan bendera merah putih.

Sebagai cabang permainan yang paling seru, di Futsal sebagai juaranya adalah kontingen Banten setelah menyelesaikan setengah kompetisi 2 grup dan final di hari yang ketiga. Di Futsal juga sebagai pemain terbaik terpilih Hadid kelas 4C dan Top Scorer, Farhan kelas 6B.

Selain cabang-cabang permainan ‘serius’ untuk kelas atas, tak ketinggalan untuk kelas bawah, kelas 1 – 3 juga mengikuti cabang permainan yang tak kalah serunya. Seperti memasukkan benang ke dalam jarum. Diuji kecepatan dan kecermatan siswa dalam memasukkan benang ke dalam lubang jarum yang kecil banget itu.

Ketahanan, kekuatan dan ketrampilan wajib dimiliki untuk menang lomba Holahop. Semua peserta diuji ketahanannya mengendalikan holahop  berputar di pinggangnya. Bagi yang trampil terlihat santai memutar holahop di pinggangnya. Tapi yang baru bisa sudha terlihat payah di deti-detik awal.

Sebagai juara umum di bagian putra adalah  kontingen Majapahit dengan 2 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sedangkan di putri juara umumnya kontingen Surakarta dengan 2 emas, 3 perak. Secara umum perolehan seluruh kontingen adalah sebagai berikut :

Kontingen Putra

1. Samudra Pasai : 1 emas, 1 perak, 2 perunggu

2. Sriwijaya : 1 perak, 1 perunggu

3. Majapahit : 2 emas, 1 perak, 2 perunggu

4. Banten : 1 emas

5. Mataram : 1 emas, 1 perak

6. Kutai : 1 emas, 1 perunggu

7. Tarumanegara : 1 emas, 1 perak

8. Singosari : 1 perak

Kontingen Putri

1. Demak : 2 perunggu

2. Kediri : 2 emas

3. Bone : 1 perunggu

4. Ternate : 1 emas, 1 perunggu

5. Pajajaran : 2 perak, 1 perunggu

6. Pajang : 1 emas, 2 perak, 1 perunggu

7. Surakarta : 2 emas, 3 perak

8. Banjar : 1 emas, 1 perunggu

Stadium Futsal Baru

Menuju Nuris Games 2011, salah satu venue yang diramalkan bakal penuh penonton adalah Bedog Riverside Stadium. Tempat dilaksanakannya pertandingan cabang futsal di Nuris Games 2011.

Stadium yang letaknya di atas sungai Bedog ini baru saja dibungkus dengan jaring melingkar yang langsung didatangkan dari pantai Trisik Kulonprogo. Letaknya yang sangat alami karena dikelilingi oleh pepohonan sangat mendukung permainan futsal.

Untuk mendukung kenyamanan para penonton, telah dibangun beberapa tribun sederhana yang dibangun oleh siswa. Sesuai jadwal, pertandingan futsal akan berlangsung setengah kompetisi yang akan diikuti oleh 8 kontingen dalam 2 grup.

Inilah beberpa tribun karya siswa. So, jangan lewatkan 12, 13 dan final 14 Desember 2011 saksaikan langsung pertandingan futsal langsung dari Bedog Riverside Stadium.

Nuris Games 2011


Ujian Akhir Semester Ganjil hampir usai. Menjadi kegiatan tahunan, penutup Semester Ganjil sudah pasti, Classmeeting dan Mukhayyam. Untuk Classmeeting ada kemasan baru nih. Sekarang namanya Nuris Games. Mengapa begitu ? Karena pesertanya tidak semata dari SDIT Alam saja. Tapi juga siswa-siswi SMPIT Alam Nurul Islam. Peserta dibagi menjadi 2 bagian. Peserta kelas kecil dan besar. Kelas kecil untuk kelas 1 sampe 3, yang besar dari kelas 4 sampe 8. Untuk kelas kecil kompetisi antar kelas dengan lomba : Balap karung, Pegang Belut, Memasukkan Benang ke dalam Jarum dan Hulahop. Sedangkan untuk kelas besar semua siswa dikelompokkan menjadi 8 kontingen putra dan 8 kontingen putri. Melombakan : Futsal, Tarik Tambang, Tennis Meja, Bulutangkis, Lari 200 meter, Merayap, Menembak dan Catur. Tiap perlombaan merebutkan 3 medali, emas, perak dan perunggu. Juara umum adalah kontingen yang paling banyak mengumpulkan medali.

Jum’atan Perdana di Masjid Baru

Semenjak masjid baru diresmikan, siswa dan ustadz/ah makin bersemangat untuk menggunakannya. Tidak hanya untuk sholat semata. Dari mulai buka kelas, pelajaran Qiroaty sampe rapat makin bersemangat di masjid Baru. Jum’at kali ini adalah Jum’at pertama di masjid baru. Sehingga Jum’atan terasa berbeda di tempat baru. Jika dulu di GOR yang dari bentuknya luas sih tapi kurang bersih. Trus pindah ke lantai 1 masjid yang belum jadi. Masih juga belum nyaman, soalnya harus bongkar pasang tikar. Nah, Alhamdulillah sekarang sudah tambah nyaman di tempat yang berkeramik dan berkarpet.

Peserta Jum’atan adalah siswaputra dari kelas 2 hingga kelas 9 atau kelas 3 SMPIT Alam. Ternyata lantai 2 langsung penuh. Kira-kira 250 siswa memenuhi lantai 2 masjid baru Nurul Islam. Tampak saking semangatnya, meski Jum’atan baru mulai 45 menit lagi, shaff dalam sudah penuh. Yang biasanya baru mendekati Jum’atan berdatangan. Atau bahkan ada yang justru ke masjid lain. Rupanya masjid baru membawa semangat ibadah seluruh warga Nurul Islam.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.