Outing Kelas 1 : Panti Asuhan Sayap Ibu dan Hotel Galuh Waterboom

Untuk menajamkan nilai dari pembelajaran bertema Keluargaku, kelas 1
melakukan kegiatan outing ke panti asuhan Sayap Ibu Yogyakarta pada hari Selasa, 26 September 2017. Panti asuhan
Sayap Ibu Jogja beralamatkan di Jl. Rajawali No.3, Condongcatur, Sleman,
Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55581 sebelah utara selokan
mataram. Di panti asuhan ini, anak-anak mendapatkan kesempatan untuk
mengunjungi anak-anak panti asuhan yang rata-rata dalam kondisi memprihatinkan.
Kondisi cacat, baik fisik maupun psikis. Kondisi yang tidak dipedulikan oleh
orang tuanya. 
Anak-anak diajak berkenalan dengan para penghuni panti asuhan. Dengan
saling berjabat tangan, bertanya harapannya tumbuh empati dan syukur terhadap
kondisi mereka yang sehat dan lengkap orang tuanya. Tidak seberuntung teman
mereka yang berada di panti ashan tersebut.
Sungguh sangat menyayat hati melihat pemandangan anak-anak yang dibuang oleh orang tua yang tidak bertanggung jawab. Mereka harus lahir ke dunia inin dipaksa untuk mandiri tidak punya siapa-siapa. Selain berkenalan, para siswa juga menyerahkan sumbangan berupa beras yang baru saja dipakai untuk pembelajaran merasakan hamil. Setiap anak menyerahkan 2 kilogram beras. Sehingga kurang lebih ada 168 kilogram beras yang disumbangkan ke panti.
Ada juga Mbak Rani, yang sejak bayi sudah di tinggal di panti. Hobi nya bernyanyi dan buat puisi. Selalu ia dendangkan lagu “Aku …Rindu sekali dengan bunda”😭😭 Sekarang mbak Rani sudah masuk jenjang kuliah.  Cita citanya yang ingin menjadi guru TK semoga terkabul ya mbak… Amin.
Obyek akhir anak-anak berenang di kolam renang Hotel Galuh Prambanan. Semoga perasaan empati yang sudah terasah akan terpatri untuk sensitif merasakan penderitaan orang lain.
Iklan

Outing Kelas 4 : Fakultas Kedokteran UMY dan Hutan Mangrove Kulonprogo

Untuk mempelajari anatomi organ manusia, siswa kelas 4 mengadakan outing ke Fakultas Kedokteran Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.. Sudah menjadi langganan SDIT Alam untuk berkunjung ke fakultas Kedokteran UMY terutama untuk tema khusus organ. Anak- anak melakukan kunjungan pembelajaran di Laboratorium FKIP UMY dan mendapatkan pemaparan materi terkait Human Body oleh Dr. Rizal (salah satu dosen di UMY)
 
 
 
  
  
  
  

 


Setelah selesai di fakultas kedokteran UMY perjalanan berlanjut Ke hutan Mangrove kulonprogo. Setibanya lokasi ke 2 anak anak melaksanakan sholat dan makan bersama. Setelah selesai makan anak-anak berkeliling  mengisi worksheet terkait ekosistem dan pembuatan karya sederhana. Pengamatan terkait ekosistem Mangrove atau Bakau langsung ke lokasi. Sehingga anak-anak bisa mengidentifikasi langsung.


Outing Kelas 3 : TPS Tambak Boyo, Stadion Internasional Maguwoharjo dan Tuk Pajangan

Untuk mempertajam dan memperdalam pembelajaran tematik, outing menjadi metode pembelajaran yang pas dan menarik baik oleh siswa maupun guru. Karena outing sangat memungkinkan para siswa dan guru untuk melakukan eksplorasi lebih dalam dan banyak. Obyek belajar diatangi langsung. Ditanya langsung. Dan Diindrai langsung. 
Termasuk dalam memahami lingkungan sehat dan tidak sehat. Salah satu penyebab lingkungan itu tidak sehat manakala keberadaan sampah tiadk terkelola dengan baik. Untuk membuktikan hal tersebut, kelas 3 melakukan outing ke Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) Tambak Boyo. Di area ini anak-anak bisa menyaksikan berbagai macam jenis sampah yang berasal dari rumah tangga. Baik yang organik maupun yang anorganik.
 Anak-anak berjalan berkeliling TPS. Tampak aktivitas beberapa pekerja yang melakukan pemilahan terhadap sampah. Rupanya sampah-sampah yang masuk di TPS ini dalam kondisi yang belum terpisah. Sehingga tugas pekerja TPS adalah memilah mana yang merupakan bahan yang bisa iaur ulang, mana yang tidak bisa diaur ulang. Dengan menyaksikan langsung disertai dengan bau sampah yang sangat menyengat, anak-anak bisa tumbuh kepedulian untuk memilah sampah dari rumah, lebih jauh lagi sampai mendaur ulang sampah. Karena tanpa peran para karyawan TPS tersebut tentu bisa jadi sampah-sampah yang dihasilkan oleh setiap rumah akan tersebar memenuhi lingkungan sehingga memicu atangnya bibit penyakit.
   Dari TPS Tambakboyo perjalanan dilanjutkan dengan melakukan tracking menuju candi Gebang. Anak-anak berjalan menyusuri persawahan yang beberapa sisi sudah disulap menjadi perumahan. Setelah berjalan kurang lebih 1 kilometer, tibalah di lokasi candi Gebang. Candi yang tergolong kecil ini dari bentuk dan beberapa artefak yang tampak masuk ke golongan cani Hindu. Terdapat lingga, simbol kesuburan pria, yoni, simbol kesuburan wanita dan patung Ganesha, manusia berkepala gajah. Anak-anak mendapatkan informasi terkait candi ini dari papan informasi yang berada di dekat candi.
 dari candi Gebang, perjalanan berlanjut menuju stadion sepakbola Maguwoharjo. Letaknya hanya sekitar 500 meter dari candi Gebang sebelah timurnya. Di staion kebanggaan masyarakat Sleman ini, anak-anak dijelaskan oleh pak Sumadi selaku pengelola stadion. Stadion ini dibangun dengan gaya arsitektur Eropa meniru stadion di Barcelona Spanyol. Dibangun tahun 2005 dengan kapasitas penonton 30.000 orang ini masuk 6 besar stadion termegah di Indonesia setelah Gelora Bung Karno. 
Tidak hanya menyaksikan dan menyimak informasi terkait dengan stadion. Anak-anak juga berkesempatan menyentuh rumput lapangan yang dihadirkan ekslusif dari Italia. Mereka merasakan euforia dengan berguling-guling di atas rumput istimewa khusus stadion sepakbola ini. Terlebih lagi untuk anak yang sangat suka dengan sepakbola hingga yang bercita-cita menjai pemain sepakbola. Tentu momen ini menjadi peneguh jiwa cita-citanya.
Dari staidon Maguwoharjo, perjalanan berlanjut ke sumber mata air Saren yang berada di wilayah Pajangan Ngemplak Sleman. Di sini terapat kolam yang sumbernya dari mata air alami. Dikarenakan air yang keluar cukup deras sehingga kelimpahan airnya hingga menyamai kolam renang. Masyarakat memanfaatkan sumber mata air ini untuk berenang. Selain jernih tanpa kaporit, siapapun bebas gratis untuk berenang di mata air yang berada di Sultan Ground, atau tanah milik keraton Yogyakarta ini. 
Anak-anak bisa merasakan langsung alaminya air yang keluar dari mata air. Apalagi yang letaknya di tengah persawahan semakin membuat betah pengunjung yang suka berenang. Dari kegiatan outing ini, anak-anak mampu bisa mengidentifikasi lingkungan yang alami dan buatan. Sehat dan tidak sehat. Harapannya tumbuh kepedulian pada anak-anak kesadaran untuk melestarikan lingkungan dan menjaga kesehatannya. 

Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1439

Tahun Baru Hijriyah baru saja kita masuki. Tidak sedikit yang mengetahui sejarah mengapa kalender Hijriyah itu ditetapkan. Adalah khalifah Umar bin Khaththab yangpertama kali menetapkan jika perhitungan kalender untuk kaum muslim itu menggunakan momen pertama kali Rasulullah SAW melakukan hijrah. Saat hijrah tersebut dihitung sebagai tahun 1 hijriyah. Hingga sekarang berarti peristiwa hijrah Rasulullah sudah 1439 tahun yang lalu. Sedangkan tahun hijriyah sendiri perhitungannya berdasarkan revolusi bulan pada bumi. Atau dikenal dengan kalender Qamariyah.
Peristiwa hijrah inilah inilah yang diangkat dalam teatrikal peringatan tahun baru Hijriyah 1439 kali ini. Kegiatan peringatan dilaksanakan di lapangan upacara. Hari Senin, 25 September 2017 pagi semua siswa berkumpul di lapangan. Barisan siswa kali ini diatur berbeda. Tidak urut seperti sewaktu upacara. Dikarenakan akan ada prosesi tukar kado saat akhir acara, sengaja barisan disusun antara adik dan kakak kelas berbaris berdampingan.
Diawali dengan Rasulullah yang sedang berada di kediaman rumahnya. Rupanya malam itu adalah saat para kafir Quraisy ingin menghabisi nyawa Rasulullah. Dikarenakan dakwah Rasulullah yang dianggap mengancam ajaran nenek moyang kafir Quraisy.
Para kafir Quraisy mengepung rumah Rasulullah. Namun Rasulullah sudah mengetahui rencana jahat para kafir tersebut. Diutuslah Ali Radhiallohu anhu untuk tidur menggantikan Rasulullah SAW. Dengan ajaibnya, para kafir Quraisy tiba-tiba terkantuk. Dan tertidurlah di sekiar rumah Rasulullah. Pada waktu para kafir tertidur itulah Rasulullah keluar rumah dan pergi hijrah ke Madinah ditemani oleh Abu Bakar Ash-Shidiq. 
 Sungguh terkejutnya para kafir, begitu ingin membunuh Rasulullah ternyata yang tidur di dipan bukanlah Rasulullah namun Ali bin Abi Thalib. Mereka merasa marah dan langsung mengadakan pengejaran kepada Rasulullah.
Demi keamanan, Rasulullah dan Abu Bakar bersembunyi di gua Tsur. Di tempat inilah ada keajaiban yang muncul. Tiba-tiba laba-laba dan burung membuat sarangnya di mulut gua. Sehingga sewaktu para kafir akan mencari masuk ke dalam gua, mereka dapati mulut gua sudah dipenuhi dengan sarang laba-laba dan burung. Mereka berkesimpulan di dalam gua adalah kosong meski kenyataannya Rasulullah SAW dan Abu Bakar sedang sembunyi di dalam gua. Itulah pertolongan Allah dengan tentara-Nya berupa laba-laba dan burung.
 Sampai di Madinah, Rasulullah disambut denga meriah sekali oleh penduduk kaum Anshor dan para Muhajirin yang merupakan muslimin dari Makkah yang sudah duluan pergi hijrah. Rasulullah disambut di tengah-tengah kerumunan manusia yang masing-masing menawarkan diri rumahnya sebagai tempat tinggal Rasulullah. Namun Rasulullah memilih sendiri tempat untuk dibangun masjid pertama sekaligus sebagai tempat tinggal beliau. Masjid itu kini dikenal dengan masjid Nabawi.

Rasulullah kemudian melakukan prosesi mempersaudarakan antara muslimin dari Makkah atau yang disebut Muhajirin dengan muslimin dari Madinah yang dikenal dengan Anshor. Anak-anak di setiap kelas melakukan tukar kado dengan kakak dan adik kelasnya. Setelah itu mereka dipersilahkan berpelukan sebagai ungkapan persaudaraan. Kemudian di akhiri dengan menyantikan lagu ‘One Big Family’ karya Maher Zain.
Berikut video dokumentasinya

Merasakan Hamil dengan Beras 2 Kg

Pembelajaran dengan mengalami memberikan makna lebih kaya. Bisa jadi tanpa uraian lisan dan narasi, tapi justru perasaan yang tak terdokumentasi sangat bisa jadi muncul spontan. Sehingga guru tinggal mengajak bersama mendiskusikan makna yang terucap untuk menanamkan kesadaran yang akhirnya melahirkan perilaku hingga kebiasaan dari nilai pembelajaran yang ingin ditanamkan. Mengangkat tema pembelajaran ‘Keluargaku’, setiap siswa kelas 1 ditargetkan untuk lebih mengenal lebih dalam lagi peran setiap anggota keluarga. Mengapa harus ada yang namanya Ayah, Ibu dan Anak. Menyadari peran tersebut dalam keluarga, idealnya siswa akan dengan penuh kesadaran berperan di keluarganya masing-masing dengan memberikan peran terbaiknya. Nah, peran Ibu bisa jadi seru untuk dibahas. Ibu yang bertanggung jawab lahirnya setiap anak dan memastikan pertumbuhan dan perkembangannya dengan baik bahkan terbaik. Ketidakpahaman betapa besar pengorbanan sang Ibu bisa jadi menyumbangkan perilaku tidak hormat, taat dan patuh pada setiap Ibunya. Untuk merasakan betapa beratnya mengandung bayi, diambillah metode, setiap siswa diharuskan menggendong beras seberat 2 kilogram selama sehari penuh di sekolah.
Metode ini pernah dilakukan juga dahulu saat mengangkat tema tentang peran Ibu. Baca juga : 72 Siswa Hamil ?
Aktivitas siswa dalam sehari seperti biasa. Saat bermain, belajar di kelas, sholat, tiduran, semua dilakukan dengan posisi menggendong beras.
Tanpa banyak menjelaskan, guru akan mendapati kesan yang langsung keluar dari lisan anak-anak terkait dengan apa yang sedang mereka jalani. Ada yang tetap ceria, berulang kali repot membenarkan posisi gendongan, diam saja hingga yang menangis karena merasa terlalu berat.
Itu semua menjadi bahan guru untuk mengikat makna yang lebih dalam kepada siswa setelah proses pembelajaran. di benak mereka sudah tergambar beratnya Ibu mengandung. Dengan pemaknaan yang tepat idealnya akan mengubah sikap siswa dengan ibunya.

 

Tuan Rumah dan Juara Umum MTQ Kecamatan Gamping 2017

Kegiatan MTQ, Musabaqah Tilawatil Qur’an kali ini menjadi momen yang sangat menggembirakan. Alasannya, baru kali ini SDIT Alam Nurul Islam dipercaya sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan yang termasuk akbar tingkat kecamatan yang melibatkan 40 sekolah baik negeri maupun swasta dengan 8 cabang perlombaan yang dikompetisikan yaitu MTQ, MTtQ, MHQ, Lukis Islami, Puitisasi Qur’an, Pidato, Adzan dan CCA. Tentu sangat dibutuhkan koordinasi yang rapi untuk melayani sejumlah 800an baik peserta berikut pendampingnya. Mulai dari tempat untuk menampung seluruh peserta saat pembukaan, ruang setiap kategori lomba, konsumsi hingga lahan parkir untuk menampung kendaraan peserta. Layanan yang prima harus diutamakan sehingga kegiatan MTQ tidak semata sukses di mata tapi juga di hati.

Pelaksanaan kegiatan MTQ kali ini sedikit berbeda, pasalnya, ruangan di SDIT Alam Nurul Islam ini setiap harinya proses pembelajaran dilaksanakan secara lesehan. Praktis, dalam kegiatan MTQ kali ini pun para peserta juga menunggu giliran di setiap ruang dengan lesehan beralaskan tikar, kecuali untuk lantai yang terbuat dari kayu.

Para peserta terlihat lebih nyaman dengan lesehan. Ditambah lagi pemberian denah ruangan serta bantuan panitia tuan rumah yang dengan ramah dan tidak segan untuk menunjukkan lokasi lomba saat ada peserta atau pendamping yang kelihatan bingung mencari tempat. Satu lagi yang berbeda. Untuk masuk ke setiap ruang lomba, para peserta dan siapapun yang ingin menyaksikan lomba diharuskan melepas alas kaki dan diletakkan di rak yang sudah disediakan di dekat setiap ruang. Karena memang setiap harinya seluruh ruang di SDIT Alam ini memang bebas alas kaki.

 Lahan yang luas memungkinkan untuk menampung parkir kendaraan para peserta. Sehingga para peserta tidak merasa khawatir terjadinya kemacetan lalu lintas saat masuk maupun keluar lokasi lomba. 

Sebagai pelengkapnya, tuan rumah menyediakan food court yang dilakukan oleh para siswa kelas 6 bukan dari penjual jajan umum. Sehingga kekhawatiran terkait dengan sehat dan halalnya makanan bisa dihindari. Para siswa juga melayani para pembeli dengan ramah dan layanan yang memuaskan, persis seperti pembelajaran marketday yang setiap hari jum’at mereka lakukan. 

Mendengar kepuasan dari para peserta terasa melegakan. Amanah sebagai tuan rumah sudah tertunaikan dedngan baik. Rasa lega tersebut bertambah di saat pengumuman kejuaraan lomba. Setelah seluruh kategori lomba diumumkan, ternyata SDIT Alam Nurul Islam dari hasil akumulasi poin dari lomba yang dimenangi mendapatkan hasil terbanyak. Dengan hal tersebut berarti SDIT Alam Nurul Islam menjadi juara umum MTQ pelajar SD tahun 2017 sekecamatan Gamping kali ini.

  Sudah 2 tahun lamanya piala bergilir juara umum MTQ lepas direbut oleh sekolah lain. Kini piala tersebut apat iraih kembali. Menjadi semangat untuk memunculkan tekad di tahun depan untuk mempertahankan sebagai juara umum. Berikut ini gelar juara umum MTQ yang pernah diraih berturut-turut pada tahun 2013 dan 2014. Selamat bagi para juara an terima kasih kepada para panitia dan pelatih. 

Qurban 1438 H : Seberapa Taatkah Dirimu pada Tuhanmu ?

Sebagai kegiatan tahunan, Qurban selalu dilakukan karena sarat dengan pembelajaran. Semenjak disyariatkan pertama kali oleh nabi Ibrahim ‘Alaihisalam, Qurban setiap tahun dijalankan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahuwata’ala. Taat bukanlah paksaan, tapi sebuah bentuk sikap tunduk penuh percaya kepada Dzat yang memegang kuasa Jagat Raya. Ada satu proses dialog bagaimana ketaatan nabi Ibrahim ‘Alaihisalam itu disampaikan kepada putranda Ismail ‘Alaihisalam kecil. Sebenarnya perintah apalagi yang berasal dari Allah, suka dan tidak suka harus dilaksanakan. Namun, komunikasi yang disampaikan oleh nabi Ibrahim sangatlah elegan. “Ismail anakku, tadi malam aku bermimpi Allah perintahkan aku untuk menyembelihmu, bagaimana menurutmu?” Nabi Ibrahim menyentuh kemanusiaan Ismail dalam merespon perintah Allah. Tentu momen itu bukanlah tiba-tiba menguji Ismail. Ismail sudah dididik sejak kecil untuk mengamalkan apa itu sebuah ketaatan. Sehingga jawaban “Jika itu perintah Allah, maka lakukanlah Ayahku !” mengalir ringan dengan penuh kepasrahan merespon pesan Ayahanda Ibrahim. Subhanallah.
Tahun ini alhamdulillah SDIT Alam Nurul Islam diamanahi oleh para pengkurban sebanyak 1 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Kegiatan qurban dilaksanakan pada hari Senin, 4 September 2017 yang merupakan hari ketiga tasyrik. Kegiatan qurban ini diikuti oleh seluruh siswa, guru dan karyawan SDIT Alam Nurul Islam. Dikarenakan sudah menjadi kegiatan tahunan, dari segi pengelolaannya dilakukan semakin baik. 
  Dari mulai penyembelihan, pengulitan, pengirisan, pembersihan jerohan hingga pembagian kepada masyarakat dikelola penugasannya antara siswa dan guru. Siswa yang ikut serta langsung dalam proses Qurban mulai kelas 4 hingga kelas 6. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok tugas yang dipimpin oleh guru. Sehingga dipastikan semua siswa berperan dalam proses Qurban. 

Sepanjang proses kegiatan siswa belajar tentang bagaimana mengorganisasi kegiatan sehingga kerjasama dan koordinasi antar kelompok berjalan baik. Obyek kambing tak lepas dari perhatian ingin tahunya anak-anak. Mulai dari proses ajal kematian hewan, saat dikuliti, dikeluarkan organ dalamnya, dipisahkan dagingnya, bentuk tulangnya. Rasa takut dan jijik muncul di awal namun perlahan sirna dengan rasa ingin tahu siswa. Menimbang dan membagi dengan adil juga kemampuan yang terasah dalam kegiatan ini. 
Khusus siswa kelas 1 hingga 3, ada kegiatan tersendiri. Mereka belum dilibatkan secara langsung dalam kegiatan Qurban. Acara mewarnai dan menghias hewan Qurban dilengkapi dengan menyimak dongeng dari kak Ranger diharapkan nilai Qurban dapat terinternalisasi dalam hati mereka. 
 Nilai sosial dan empati terasah manakala siswa secara langsung menjalani proses pembagian ke masyarakat. Bagaimana mereka membaca kebahagiaan wajah para warga menerima daging Qurban. Karena ketaatan kepada Allah untuk membahagiakan yang di langit dan juga yang di bumi.