Kunjungan Syaikh Ahmed Badawi dari Gaza Palestina

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan penuh berkah ini, bulan Ramadhan, di hari pertama Kamis, 18 Juni 2015, SDIT Alam Nurul Islam kembali kedatangan tamu dari Gaza Palestina. Beliau adalah Syaikh Ahmed Badawi. Beliau sedang kuliah menempuh S3 di Malaysia. Beliau mendalami teknologi wireless. Selain sebagai ilmuwan, beliau adalah imam di beberapa masjid di Gaza Palestina.

Syaikh Ahmad datang ke Indonesia, Jogja khususnya atas inisiatif dari ACT, Aksi Cepat Tanggap. Selama Ramadhan akan roadshow ke masjid dan majelis taklim untuk menyampaikan info Palestina kekinian serta pentingnya menghafal Qur’an. Di SDIT Alam Nurul Islam, sambutannya luar biasa. Anak-anak bersemangat untuk menyimak ceramah yang disampaikan syaikh Ahmad.

Di pengantarnya, syaikh Ahmad menyampaikan tentang kondisi kekinian Palestina. Gaza khususnya. Gaza bukanlah propinsi, tapi hanya sebuah kota yang luasnya lebih kecil dibandingkan Jakarta. Gaza termasuk target utama penjajah Israel dalam melancarkan serangannya. Dari 2006, Gaza sudah mengalami 3 kali serangan. Setiap kali serangan lebih dari 1000 korban yang syahid terkena serangan bom Israel. Tetapi hal tersebut tidak menyusutkan semangat muslim Gaza untuk mempertahankan tanah airnya dari penjajah Israel.

Gaza dikepung dari berbagai arah. Sangat sulit penduduk Gaza untuk sekedar keluar dari perbatasan. Bisa dibayangkan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan kesehariannya jika terisolasi dari dunia luar. Belum lagi kebutuhan vital seperti listrik, air, obat-obatan juga dibatasi. Beliau bisa keluar Gaza untuk menuntut ilmu setelah usaha 2 tahun untuk mencari cara bisa keluar dari Gaza.

Semangat muslim Gaza terus tak kenal putus harapan. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, dibangunlah banyak terowongan sebagai jalan keluar perbatasan. Sembako hingga hewan ternak mereka lewatkan melalui terowongan tersebut. Rakyat Palestina sangat berterima kasih, Indoensia sebagai satu negera muslim dengan jumlah penduduk muslim terbesar mempunyai kepedulian memberikan bantuannya kepada rakyat Palestina.

Di ceramahnya, syaikh Ahmad menyampaikan juga tentang pentingnya masjidil Aqsha bagi muslim. Karena secara khusus Allah sebutkan dalam surah Al Isra tentang masjidil Aqsha dan tanah Palestina yang diberkahi. Sehingga keberadaannya bukan hanya milik muslim Palestina saja, tapi muslim seluruh dunia sebagai pemiliknya. Sedangkan, Israel mempunyai rencana khusus dengan eksistensi masjidil Aqsha. Dengan melakukan pelarangan peribadatan muslim ke masjidil Aqsha. Bahkan di bawah masjidiil Aqsha sudah dibuat oleh Israel terowongan yang nantinya akan meruntuhkan masjidil Aqsha. Betapa jahatnya penjajah Israel tersebut.

Secara khusus beliau sampaikan juga tentang pentingnya menghafal Qur’an. Di Gaza ada kurang lebih 5000 anak yang sudah hafal 30 juz. Subhanallah, jumlah yang sangat besar. Di kondisi keamanan yang buruk tapi tetep memotivasi anak-anak Gaza untuk menghafal Qur’an. Kenapa banyak anak Gaza yang suka sekali menghafal Qur’an. Mereka termotivasi bahwa kata Rasul SAW barangsiapa membaca Qur’an maka di setiap hurufnya akan dilimpahi berkah oleh Allah. Mereka memahami benar bahwa hal terbaik utnuk dilakukan itu adalah mempelajari Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Sehingga menghafal Qur’an sudah menjadi budaya kental masyarakat Gaza.

Di sesi dialog, Ahmad kelas 4C bertanya kepada syaikh Ahmad. Pernahkah syaikh terkena peluru atau bom Israel. Beliau jawab, alhamdulillah belum pernah. Tapi pernah masjid di samping rumahnya hancur rata dengan tanah karena bom Israel. Saudaranya yang kehilangan salah satu kakinya dikarenakan ledakan bom tersebut.

Hafsah 4C bertanya, apa yang akan dilakukan Israel dengan menggali terowongan di bawah masjid Al Aqsha. Setelah runtuh Al Aqsha mau dibangun apa? Di bekas reruntuhan masjid Al Aqsha nantinya akan dibangun Haikal atau Kuil Sulaiman yang disucikan. Itu rencana Israel. Tapi rencana itu sebenarnya mengada-ada. Target utamanya adalah kehancuran masjid Al Aqsha. Dan tugas setiap muslim untuk mempertahankannya. Di akhir sesi, syaikh Ahmad menyampaikan pesan. Kewajiban hadirin setelah ini adalah : Sampaikan doa keselamatn bagi muslimin Gaza dan Palestina, Menyampaikan tentang kondisi sebenarnya Gaza dan Palestina sehingga semakin banyak orang memahami tentang kondisi Gaza Palestina. Di akhir ceramah dan dialog diadakan penggalangan dana untuk Palestina. Alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp. 14.208.200, 2 Dolar Singapura dan 2 Gram cincin Emas. Semoga Allah membalas dengan balasan yang terbaik.

Pawai Tarhib Ramadhan 1436 H : Pangeran Diponegoro Vs Tuan Meneer

 

Dear SDIT Alamania, Ramadhan 1436 H tahun ini sudah tiba. Bulan yang lebih mulia dari seribu purnama sudah hadir di tengah-tengah kita. Hanya satu cara bijak untuk menyambutnya. Dengan bergembira bertemunya kerinduan yang sudah terasa lama tak jumpa. Bergembira untuk selalu bersama nan tak pernah berakhir dalam perpisahan. Kegembiraan itulah yang selalu dibagikan civitas SDIT Alam dalam kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan. Setiap Tarhib setiap itu pula menampilkan satu tema dramatikal untuk mengiringi selam kegiatan pawai. Kali ini tema yang diangkat adalah Pangeran Diponegoro vs Tuan Meneer.

Pasukan Pawai Tarhib sudah disiapkan di lapangan. Setiap kelas menampilkan tema tentu dengan kostum kelengkapannya masing-masing. Acara diawali dengan tilawah Qur’an dan sambutan. Di acara pawai ini sekaligus juga dirangkai dengan momen pembukaan Lomba Pustaka 2015. Ust. Santo membuka Lomba Pustaka ditandai dengan naiknya tulisan Lomba Pustaka 2015 yang diikat dengan balon udara.

Di tengah acara ceking peserta untuk pawai, tiba-tiba datang masuk ke tengah arena seorang dengan pakaian surjan pake blangkon berkalung ban dalam bekas dengan kendaraan sepeda butut dengan atribut balon berbentuk Marsha lalu sepeda itu menarik sampah bebotolan yang kedengaran berisik sewaktu berjalan. Orang tersebut kemudian merebut perhatian peserta pawai. Ia mengenalkan diri, namanya Ki Demang Pethuk. Ck . . ck . . nama yang aneh dan pas dengan cerminan asesoris yang dipakainya. Katanya, ia kenal orang yang sangat kaya. Asalnya dari luar negeri. Belanda.

 Tiba-tiba datanglah mobil Jip Willis terbuka yang dinaiki 3 orang. Seorang dengan pakaian putih-putih berambut pirang tapi kumis n jenggotnya item. Dua yang lain berseragam tentara. Mobil itu berbendarakan 3, Merah-Putih-Ijo. Begitu datang orang yang berpakaian putih turun dan kemudian disambut penuh takzim oleh Ki Demang Pethuk. O . . . ternyata ini to orang yang dimaksud Ki Dimang. Dialah Tuan Meneer. Orang Belanda yang sangat kaya raya. Ki Demang kemudian mempersilahkan Tuan Meneer untuk menyapa masyarakat. ‘Hai para inlander, kenalkan . .. ik . . . Meneer dari Amsterdam. Si Tuan Meneer menjanjikan akan memberikan uang yang banyak bagi mereka yang membatalkan ikut pawai Tarhib. Tuan Meneer kemudian mengeluarkan uang dari dompetnya dan mendatangi peserta pawai satu per satu untuk merayunya. Tak satu pun peserta tergiur. Lalu Tuan Meneer memarahi Ki Demang, kenapa rakyat tetep mau mengadakan pawai tidak menerima rayuannya.

Di tengah usaha keras Ki Demang Pethuk dan Tuan Meneer untuk menggagalkan Pawai Tarhib Ramadhan, tiba-tiba datanglah Pangeran Diponegoro dengan kuda gagah. Tuan Diponegoro langsung bertanya kepada Ki Demang, siapakah orang berambut pirang itu? Ki Demang dengan malu-malu mengenalkan jika ia adalah tamunya yang sedang mau lihat kegiatan pawai Tarhib. Sepontan langsung diprotes oleh anak-anak, “Bohoooooong !!” Ki Demang jadi malu-malu trus Tuan Meneer juga langsung marah menanyakan sikap Ki Demang yang plin-plan. Jangan ditiru ya kawan sifat Ki Demang itu. Itu sikap yang munafik.

Pangeran Diponegoro tidak ingin Pawai Tarhib Ramadhan ini digagalkan oleh siapapun. Kemudian, dengan ketegasan ia menantang Tuan Meneer untuk angkat kaki dari arena pawai. Tapi ternyata Tuan Meneer keras kepala. Ia justru menantang balik kepada Pangeran Diponegoro. Terjadilah perang tanding antara pengikut Tuan Meneer dan pasukan Diponegoro. pengikut Tuan Meneer kalah tanding. Tinggal Tuan Meneer dan Pangeran Diponegoro. Tuan Meneer mengeluarkan senapan laras panjang dan menembak beberapa kali kepada Pangeran Diponegoro yang kesemuanya luput tak mengenai badan Pangeran sedikitpun. Lalu, Pangeran Diponegoro menghunus kerisnya dan menyerang Tuan Meneer yang tak kuasa melawan serangan Pangeran. Akhirnya Tuan Meneer kalah dan Pawai Tarhib Ramadhan tetep berjalan sesuai rencana.

Pasukan Pawai Tarhib berjalan dengan gagahnya. Sepanjang jalan mereka menebarkan senyum gembira menyambut Ramadhan. Beberapa tampak membagikan jadwal Imsakiyah kepada para penduduk yang dijumpai di sepanjang jalan. Anak-anak tetep semangat meski teriknya mentari menerpa badan. Meski Ramadhan kali ini hadir di penghujung berakhirnya tahun pelajaran 2014-2015 namum semangat gembira Ramadhan terus disebarkan menghiasi sepanjang bulan selama Ramadhan.

Ini dia videonya :

Pelepasan Siswa Kelas 6 : Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal

Dear SDIT Alamania, agenda tahunan yang selalu spesial diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas 6 setelah mereka menempuh berbagai ujian dalam rangka menilai kelayakan kelulusan mereka adalah Pelepasan. Dahulu mereka diserahkan para orang tua yang mempercayakan SDIT Alam sebagai habitat untuk mengawal pertumbuhan dan perkembangan semenjak anak-anak masuk di kelas 1. Kini setelah 6 tahun yang terasa cepatnya, mereka akan dilepas. Bukan karena sudah bosen dan gak menarik lagi. Tapi karena keharusan mereka untuk lanjut belajar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Kegiatan pelepasan kali ini di pilih obyek yang masih alami. Yaitu Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal. Keduanya terletak di wilayah Kulon Progo.

 Pagi hari, Sabtu 13 Juni 2015 seluruh peserta kumpul di halaman SDIT Alam. Peserta adalah seluruh siswa kelas 6 beserta seluruh guru bahkan juga melibatkan karyawan. Dengan kostum kaos biru-putih peserta melakukan ceking bekal dan perlengkapan. Perjalanan menuju lokasi lumayan menantang dengan track mendaki dan berkelok.

Sampe di lokasi setelah rehat sejenak ngilangi shock perjalanan, dilanjut dengan pemanasan agar selama perjalanan tidak terjadi kesleo otot. Beberapa anak harus minum teh anget dulu karena kondisi perjalanan yang naik turun nan berkelok membuat perut mual.

Setelah panas, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberangkatkan berurutan menyusuri track yang sudah ditentukan. Target petama adalah mencapai Grojogan Sewu. Air terjun sungai yang masih alami menjadi daya tarik awal dalam rangkaian perjalanan kali ini.

Inilah dia Grojogan Sewu itu. Mungkin Sewu atau Seribu itu yang dimaksud adalah seribu sentimeter ketinggiannya, atau sepuluhan meter. Air yang mengalir terlihat jernih dan jatuh pelan. Tepat di bawah Grojogan menggenang bening air yang mengundang siapa saja untuk terjun berenang. Di situ ada papan peringatan, :Kedalaman Lubuk 5 meter. Jadi harus hati-hati ya yang ingin berenang.

Puas menikmati pemandangan grojogan sewu, istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Ust. Ariefuddin memberikan dahulu pengantar sebelum perjalanan dimulai. Hakikat hidup ini adalah sebuah perjalanan. Selama kita hiduo di dunia ini hakikatnya adalah, pertama, dunia adalah tempat dimana kita untuk menanam amal. Tempat untuk bekerja keras yang hasilnya akan kita panen kelak di akhirat. Segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, tidak selamanya. Bahkan kita sekarang ingin refreshing masih harus berjalan panjang untuk mendapatkan pemandangan indah. Itu pun meski refresh tapi juga ada lelahnya. Bahkan jika orang sudah meninggal katanya Rest In Peace. Betulkah damai. Di alam kubur sana setiap jiwa akan menjumpai kondisi sesuai amal dunia tentunya. Kedua, di dunia ini kita harus punya kejelasan tujuan. Sebuah perjalanan tanpa tujuan sudah dipastikan tak terarah dan boros. Boros energi, biaya, waktu. Mau jadi apa kita harus mulai diperjelas tujuannya, sehingga setiap tahap perjalanan akan mudah direncanakan. Ketiga, hidup ini adalah kemampuan kita untuk melakukan pilihan. Karena setiap saat kita pasti dihadapkan dengan pilihan. Setelah ini kita mau ke mana, makan, duduk, jalan. Kegagalan hidupn atau kegalauan saat kita menjalani hidup ini tidak mantap melakukan pilihan. Pilihan kita adalah tanggun jawab kita. Jika kita bisa merumuskan 3 hal di atas hidup kita akan berjalan mantap dan jelas arah.

Medan yang mendaki dan terjal menghiasi perjalanan. Mayoritas track yang dpilih adalah hutan yang masih lebat. Terkadang, di kiri-kanan terdapat jurang yang menganga. Kehati-hatian langkah ekstra tinggi. Meski ada juga hiasan pemandangan nun jauh yang indah bisa mengobati letihnya perjalanan.

Dua jam berjalan dengan medan yang luar biasa menghasilkan letih dan laper yang luar biasa juga. Sampe di lokasi, Taman Sungai Mudal dilanjut dengan makan siang bersama. Baru disusul dengan sholat Dhuhur berjama’ah. Enaknya sungguh super, dengan menu daging ayam dan minum kelapa muda nan segar menutup perjalanan siang itu.

Ust. Hamdan memberikan pemaknaan dari kegiatan perjalanan yang baru saja usai. Masih dengan tema kehidupan yang harus jelas tujuannya. Salah satu ciri bahwa seseorang mempunyai tujuan yang jelas bisa dilihat dari ‘atribut’ dan kondisi selama akan dan sedang berjalan. Misal, jika seseorang akan pergi haji dan akan pergi menjadi suporter sepakbola pasti atribut yang dikenakan beda jauh. Sangat tidak mungkin orang yang akan pergi haji beratribut kaos mencolok dengan panji suporter sepakbola dan naik kendaraan yang blombongan. Hal penting berikutnya dalam melakukan perjalanan adalah kesiapan bekal. Orang yang sudah jelas tujuannya akan mempersiapkan bekal dengan baik. Bukannya santai seenaknya saja. Kelulusan dari SD bukan ujung dari perjalanan, tapi baru satu tahap lanjut menuju tahap perjalanan kehidupan berikutnya.

Selesai pemaknaan, anak-anak dipersilahkan untuk menikmati wisata di Taman Sungai Mudal ini. Taman ini berseting sungai alami yang bersumber dari gua alami. Mengalir memanjang ke bawah dengan kontur alam air terjun yang alami juga. Di sekitarnya hutan yang ditata sedemikian rupa menjadi taman yang alami. Obyek ini masih gratis baru akan dibuka setelah lebaran Juli 2015 nanti. Yang mau ikut menikmati nuansa alam sungai bisa camping lho di Taman Sungai Mudal ini.

Outing Kelas 5 : Menelusuri Sejarah Perjuangan dan Mengenal Struktur Batu dan Tanah

Dear SDITAlamania, meski bukan pelaksana outing terakhir tapi postingnya terakhir. Kelas 5 melaksanakan outing kedua di semester 2 ini dengan tujuan untuk mengenal sejarah perjuangan terkhusus keislaman di Yogyakarta dan mempelajari struktur tanah dan bebatuan. Dengan tujuan tersebut outing kelas 5 memilih 3 obyek yang akan dikunjungi. Masjid Gedhe Kauman Kraton Yogyakarta, Masjid Mataram di Kotagede dan Museum Geoteknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional (UPN). Outing dilaksanakan pada hari Rabu, 29 April 2015.

Obyek pertama yang dikunjungi adalah masjid Gedhe Kauman Kraton Yogyakarta. Di sana anak-anak dijelaskan terkait dengan sejarah berdirinya dan keterkaitannya dengan proses perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Mengingat, dahulu Jogja pernah dijadikan ibukota negara di saat Jakarta darurat. Mesjid Gedhe Jogjakarta merupakan rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dengan Karaton Ngayogyokarto Hadiningrat, yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I Senopati ing Ngalogo Abdurrahman Sayidin Panatagama Kalifatullah ing Ngayogyokarto. Masjid Gedhe didirikan pada tanggal 29 Mei 1773 ( dalam prasasti : Pada hari Ahad Wage, 6 Robiul’akhir tahun Alip, sengkalan :“GAPURA TRUS WINAYANG JALMA” ( 1699 Jw.=1187 H=1773M). Pemrakarsa adalah Sultan dan Kyai Penghulu Faqih Ibrahim Diponingrat, sedangkan sebagai arsiteknya yang terkenal waktu itu Kyai Wiryokusumo.

Pembagian tata ruang di masjid Gedhe Kauman :

1. Ruang Utama adalah ruang inti masjid yang letak lantainya paling tinggi sebagi ruang untuk ibadah sholat terutama rowatib. Ruang inti ini dilengkapi dengan PANGIMAMAN ( tempat imam memimpin sholat /MIHRAB). MAKSURA ( tempat pengamanan sholat raja ) letaknya di samping kiri belakang mihrab, terbuat dari kayu jati bujur sangkar, beram kotak-kotak, di samping kanan dan kiri terdapat tempat tombak dan di dalamnya berlantai marmer lebih tinggi dari yang di luar. Apabila Sultan berkenan sholat berjamaah di Masjid Gedhe, ia Mengambil tempat di dalam Maksura tersebut. MIMBAR (tempat khotib menyampaikan khotbah jum’at ), terletak di sebelah kanan belakang mihrab. Mimbar dibuat dari kayu jati berhiaskan ukiran indah bentuk ornamen stilir tumbuh-tumbuhan dan bunga di prada emas. Kewibawaan mimbar ini bagaikan singgasana berundak. SHAF SHOLAT, ialah garis yang mengatur jamaah sholat agar mengarah ke arah kiblat, dan lurus serta rapi. Pada mulanya arah sholat lurus ke barat, namun setelah adanya perkembangan ilmu pengetahuan, ternyata arah kiblat (Ka’bah) agak serong keutara, maka oleh KHA Dahlan dipelopori buat garis shof ke arah kiblat yang sebenarnya.

2. Pawestren adalah ruangan khusus untuk sholat jama’ah kaum perempuan, tempatnya di sebelah selatan bangunan inti masjid.

3. Yatihun adalah ruangan khusus untuk istirahat para ulama, khotib, dan merbot. Selain itu juga digunakan untuk musyawarah membicarakan persoalan agama. Tempat ini di samping utara inti masjid.

4. Blumbang ( kolam ), pada awalnya Masjid Gedhe ini dilengkapi kolam melingkar di muka Serambi. Kolam ini lebarnya lebih kurang 8 meter, dengan kedalaman 3 meter, yang berfungsi untuk bersuci dan ber wudlu sebelum masuk masjid. Namun pada saat sekarang ini kolam sekedar hiasan, yang lebarnya tinggal 2 meter, dan dalamnya hanya 0,75 meter melingkar dimuka serambi. 

5. Serambi ( beranda ) terletak di sebelah timur bagunan inti masjid, sebagai tempat sholat bila jama’ah dalam masjid inti penuh. Selain itu juga digunakan sebagai tempat da’wah, pengajian, serta difungsikan sebagai Mahkamah Al Kabiroh. Bila bangunan inti masjid tidak glamour, tiangnya tanpa dicat, dan sedikit sekali ragam hiasnya, sedangkan di serambu terkesan glamour semua tiangnya di cat, terdapat berbagai ragam hias yang dicat warna-warni dan diprada emas. Pada tiang serambi terdapat kaligrafi ” Ar Rahmaan” dan ” Muhammad” yang diujudkan bentuk stilir tumbuh-tumbuhan. Atap serambi bentuk limasan.

6. Benteng Masjid ialah bangunan tembok melingkari masjid. Benteng bagian muka agak pendek, dan seriap gerbang masuk masjid di kanan kiriya ada hiasan ” Buah Waluh” yang maknanya menyebut nama Allah Swt. Supaya selalu ingat pada Allah Swt.

7. Pasucen ialah tempat permulaan suci, letaknya memanjang ke timur, di muka bagian tengah serambi ke arah timur ( seperti doorlop ) menga ke regol. Ini sebagai jalan utama Sultan masuk masjid Gedhe.

8. Pagongan ada dua bangunan di kanan dan kiri bagian dalam plataran masjid Pagongan ini tempat Gamelan Sekaten yang dibunyikan setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. Yang diadakan oleh Sri Sultan bersama rakyatnya.

9. Pajagan adalah tempat prajurit kraton berjaga keamanan masjid. Gedung ini terletak memanjang di kanan kiri Gapura. Pada saat ini digunakan untuk perpustakaan masjid dan tempat pertemuan.

10. GAPURA ( REGOL) adalah pintu gerbang utama memasuki kompleks masjid. Bentuk gapuro iniadalah Semar Tinandu. Melalui gapura ini para ulama meng-Islamkan masyarakat yang hendak melihat dan mendengarkan bunyi gamelan di plateran masjid.

Perjalanan berlanjut ke masjid Mataram di Kotagede. Masjid Kotagede Yogyakarta yang sudah berusia ratusan tahun memiliki sebuah prasasti yang menyebutkan bahwa Masjid tersebut dibuat dalam dua tahap. Tahap pertama dibangun pada masa Sultan Agung yang berhasil membangun inti masjid yang berukuran kecil yang disebut langgar. Tahap kedua masjid ini dibangun oleh Raja Kasunanan Surakarta, Paku Buwono X. Ada perbedaan pada bangunan masjid tersebut yang dibangun oleh Sultan Agung dan Paku Buwono X pada tiangnya. Tiang masjid yang dibangun Sultan Agung berasal dari kayu, sedangkan tiang yang dibangun oleh Paku Buwono X berbahan dari besi.

Masjid ini sampai saat ini tetap dipakai untuk tempat beribadah umat Islam warga setempat. Bangunan tersebut merupakan bentuk toleransi antara umat beragama waktu itu. Sebagian besar waktu itu warga masih memeluk agama Hindu dan Budha dan dengan senang hati ikut membantu pembangunan masjid ttersebut. Ciri khas Hindu dan Budha terlihat dari tiang dari kayu yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Agung yaitu gapura masjid yang berbentukPaduraksa.

Bangunan masjid tersebut berbentuk limasan yang dapat dilihat dari atapnya yang bebentuk limas dan ruangan terbagi menjadi dua, yaitu inti dan serambi. Masjid ini terdapat sebuah bedug yang berusia cukup tua yang dahulu merupakan hadiah dari Nyai Pringgit dan sampai sekarang bedug tersebut masih dipakai sebagai penanda waktu untuk berdoa.

Di dalam masjid terdapat sebuah mimbar yang dipakai untuk berkhotbah yang terbuat dari kayu ukir yang merupakan hadiah dari Sultan Palembang kepada Sultan Agung, tetapi mimbar ini sekarang sudah tidak dipergunakan lagi. Selanjutnya jika wisatawan berjalan ke halaman masjid maka dapat dijumpai adanya perbedaan tembok pada sebelah kiri halaman masjid. Tambok sebelah kiri terlihat tersusun dari bata merah yang ukurannya lebih besar dengan warna merah tua dan terdapat sebuah batu seperti marmer yang permukaanya ditulis aksara jawa. Sedangkan tembok yang lain memiliki batu-bata yang lebih kecil dan berwarna muda dan polos. Ternyata tembok yang berada di sebelah kiri dibangun pada masa Sultan Agung, sementara tembok yang lain merupakan hasil renovasi dari Paku Buwono X. Tembok yang dibangun pada masa Sultan agung berperekat air aren yang dapat membatu sehingga lebih kuat. 

Terakhir kunjungan ke museum Geoteknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional (UPN). Di sini anak-anak mengenal berbagai koleksi yang terkait dengan lapisan tanah dan bebatuan. 

Museum geoteknologi mineral  ini dibagi menjadi tiga ruangan, masing- masing ruangan memiliki cerita yang berbeda – beda dalam koleksinya. Mulai dari ruangan pertama anda akan menemukan gambar, maket, fosil, aktivitas kegunung apian, aktivitas kegempaan, dan berbagai macam batuan mineral bisa anda lihat disini, yang paling menarik disini tentunya fosil gajah purba ( mastodon SP) yang berumur sekitar 500-1.500.000 tahun yang ditemukan di daerah Bumiayu, Jawa Tengah. Diruangan kedua merupakan ruangan pertambangan, berbagai macam miniature kegiatan penambangan dan berbagai macam alat – alat penambang dan pengamannya serta hasil dari penggalian bisa anda temukan disini. Sedangkan ruangan ketiga merupakan ruangan audio visual, disini anda akan diajak melihat video documenter tentang kegiatan penambang dan cara- cara penambangan yang baik dan benar.

Koleksi seperti tektit, mineral , batuan , foto sayatan batu, batu mulia, bahan galian, monolit tanah, panel , maket , fosil , patung , lukisan artefak, film documenter dan berbagai macam foto yang berkaitan tentang ilmu kebumian memang sangat menarik untuk dilihat dandipelajari, apalagi untuk masuk kemuseum ini tidak dikenakan biaya apapun. Jadikan museum ini sebagai alternatif tujuan wisata anda saat berkunjung ke Yogyakarta, anda akan terpuaskan dengan koleksi- koleksi yang menarik dimuseum ini. Selain museum geoteknologi mineral anda juga bisa berkunjung ke museum lainnya yang bertujuan untuk pendidikan seperti Museum Biologi UGM danMuseum Gunung Merapi yang tentunya harus anda datangi.

sumber : 

http://adabydarban.blogspot.comhttp://www.njogja.co.id

Outing Kelas 4 : Petualangan di Kebun Teh Pagilaran

Dear SDITAlamania, Kelas 4  menjadi kelas terakhir yang melaksanakan kegiatan outing di semester ini, bahkan di tahun pelajaran 2014-2015 ini. Dengan tema pembelajaran makhluk hidup, di hari Rabu 27 Mei 2015 kemarin, kelas 4 mengambil obyek pengamatan tumbuhan Teh dan Kakao di perkebunan yang dikelola PT Pagilaran yang berada di wilayah perbukitan Menoreh Kulon Progo. Perjalanan yang sangat menegangkan dirasakan para siswa sewaktu menuju lokasi. Medan perbukitan dan kelokan banyak menghiasai track menuju Pagilaran. Akibatnya, beberap anak tumbang tidak kuat menahan rasa mual akibat guncangan kendaraan bus.

Mmm . . . kasian banget wajah-wajah karena mabuk darat. Tapi gak papa, istirahat dulu ya, kalo udah fresh bisa gabung temen-temen lainnya berpetualang di kebun Teh. Rupanya teparnya gak begitu lama karena memang niatnya mau menikmati serunya di kebun Teh. Di luaran sana anak-anak lainnya sedang diterangkan bagaimana cara menanam tanaman Teh. Ternyata Teh itu dikembangkan dan diperbanyak bukan dengan biji. Karena memang gak ada biji Teh. Tapi dengan stek batang.

Serius banget sih liatnya. Ya memang, karena tanaman Teh sangat jarang dijumpai di bawah. Maksudnya dataran rendah. Adanya juga Teh-tehan, itu tu tanaman yang biasa untuk pagar rumah. Karena memang tanaman Teh hanya bisa hidup di dataran dengan ketinggian 400 hingga 800 meter dari permukaan laut. Di ketinggian tersebut tentu dari suhunya sudah cukup dingin. Biasanya Teh ditanam pada awal musim hujan, supaya cukup mendapatkan pasokan air. Anak-anak berkesempatan untuk mencoba simulasi menanam bibit Teh. Tapi pak petugas hanya membatasi hanya untuk 12 orang saja. Wah, enak ya yang sempat nyoba nanam.

Selain menanam, siswa juga dikasih kesempatan untuk metik daun Teh. Ternyata ada rumusnya untuk mendapatkan petikan daun Teh yang baik. P+2 dan P+3. Artinya, Pucuk ditambah 2 daun dibawahnya dan Pucuk ditambah 3 daun dibawahnya. Dari keduanya, hasil yang lebih baik adalah untuk P+2. Nah, daun-daun Teh yang sudah dipetik selanjutnya akan menjalani proses dilayukan. Setelah lemes, kemudian daun-daun Teh tersebut digulung. Karena daunnya banyak dibutuhkan alat penggulung, bukan satu per satu pake tangan. Setelah tergulung, daun dilakukan proses pengeringan. Dan terakhir dimasukkan oven hingga benar-benar kering. Keluar dari oven, daun teh sudah siap dikemas, Sebelum pengemasan dipastikan hanya daun saja yang masuk, untuk batang-batang disisihkan. Ada dua jenis Teh, Teh Hijau dan Teh Hitam.

Acara selanjutnya adalah menikmati penampakan air terjun atau sebagian lain menyebutnya grojogan atau curug, Orang sekitar menamainya dengan grojogan Watujonggol. Dinamai demikian karena memang adanya banyak batu yang besar di sekitar air terjun tersebut. Anak-anak sejenak menikmati segarnya air terjun dengan mandi di bawah jatuhnya air. Di hari yang terik menjadi berubah segar meski dengan berbasah-basahan. Air terjun Watujunggol ini termasuk wahana wisata di bawah pengelolaan PT Pagilaran selain mengelola kebun Teh dan Kakao sebagai usaha utamanya. Ada juga terdapat camping ground, homestay dan wahana lain yang menunjang wisata di wilayah desa Nglinggo tempat lokasi PT Pagilaran.

 Setelah belajar tentang Teh, anak-anak berlanjut menyimak penjelasan tentang tanaman Kakao atau lebih sering dikenal dengan sebutan coklat. Selain mengelola kebun Teh, PT Pagilaran juga mengelola kebun Kakao. Berbeda dengan Teh, Kakao ditanam dari pembibitan dari bijinya. Tanaman Kakao yang diambil manfaatnya adalah di bagian bijinya. Meski dagingnya bisa juga dinikmati. Ada 2 jenis Kakao. Kakao warna hijau yang saat matangnya berubah warna menjadi kuning. Dan Kakao warna merah yang berubah warna Ungu saat matang.

Kakao dipanen dengan cara dipetik dengan memotong buahnya menggunakan benda tajam. Karena jika dipetik langsung dikhawatirkan akan merontokkan bunga Kakao yang akan jadi. Waktu pemetikan setiap Senin sepekan sekali. Dengan tujuan supaya perolehan yang banyak dan waktu pengolahan yang bersamaan. Kakao yang sudah dipetik kemudian dikeluarkan bijinya yang selanjutnya ditumbuk. Setelah ditumbuk menjadi halus selanjutnya dilakukan proses fermentasi selama 5 sampai 7 hari. Lalu setelahnya adalah dilakukan pengeringan. Dan proses terakhir, bubuk Kakao tersebut disangrai. Jadilah bubuk coklat yang siap diolah menjadi berbagai makanan berbasis coklat.

Tuntas sudah outing pada kesempatan kali ini. Informasi dan pengalaman sudah banyak ditambang untuk selanjutnya siap dishare dengan teman dan orang lain.

 

Pentas Seni Pelajar Hari Jadi Sleman Ke-99

Dear SDIT Alamania, menjadi agenda tahunan pemerintah daerah kabupaten Sleman, yaitu pentas seni pelajar dalam rangka hari jadi kabupaten Sleman. Kali ini Sleman memperingati hari jadinya ke-99, bersamaan dengan acara Pameran Potensi Daerah yang dimulai dari tanggal 2 hingga 9 Mei 2015. Di salah satu sudut pameran diadakan even pentas seni pelajar. Kali ini SDIT Alam tidak ketinggalan untuk turut serta tampil. Tahun ini sudah tahun ketiga ikut serta tampil di panggung kesenian hari jadi Sleman.(Pentas pertama, Pentas Kedua). Kesempatan kali ini SDIT Alam mendapatkan jadwal tampil di hari Rabu, 6 Mei 2015 dengan menyajikan 3 penampilan. Tari Indang, Seni Hadroh dan Star Band.

Tim Tari Indang ini dua tahun lalu yang menampilkan tari Saman. Kali ini siswa kelas 6B yang memang gemar menarikan tari daerah Sumatra ini menyajikan tari Indang. Dari bentuk formasinya mirip dengan tari Saman, cuma dari ritmenya agak dipercepat.

Nah, ini yang baru dari SDIT Alam. Kelompok Hadroh SDIT Alam. Personilnya adalah anak-anak kelas 4B. Dengan latihan yang intensif meski tidak dilatar belakangi bakat Hadroh, anak-anak ini mampu menunjukkan kemampuan dengan menyanyikan Thala’al Badru dan Sholatun Bisalamin Mubin. Ini adalah tampilan kedua setelah mereka manggung di event hari jadi SDIT Alam Nurul Islam ke-13. Makin banyak jam terbang tentu akan makin trampil dalam menampilkan seni Hadroh ini.

Tampilan yang ketiga adalah Star Band. Kelompok yang terdiri dari 6 anak kelas 5 dan 6 ini membawakan 3 lagu secara akustik. Lestari Alamku yang memang tema yang pas untuk sekolah Alam,  ‘IT Alam’ yang merupakan covering dari Sayyidan-nya Shaggy Dog dan lagu bertema nasionalis.

Outing Kelas 3 : Petualangan di Taman Buah Mangunan dan Belajar Membuat Thiwul

Dear SDITAlamania, jadwal outing kelas 3 dilaksanakan pada hari Selasa, 28 April 2015. Tema pembelajaran kali ini adalah Bentang Alam dan Pelestarian Sumber Daya Alam. Dipilihlah obyek Taman Buah Mangunan serta mampir di industri pembuatan Thiwul Mbok Sum. Di dua obyek ini dimaksudkan agar anak-anak lebih dekat dan secara langsung bereksplorasi untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan serta pengalaman yang akan menjadi oleh-oleh dari kegiatan Outing. Dari ketinggian Taman Buah Mangunan, anak-anak bisa saksikan langsung luasnya bentang alam. Tampak sungai berkelok, barisan bukit memanjang, pemukiman yang tampak luas terpandang. Sedangkan di Taman Buah sendiri disediakan beberapa tempat pengembangan pertanian selain buah. Ada peternakan sapi dan budidaya tanaman sayuran.

Sebagai bentuk melatih melestarikan alam, anak-anak juga diajak melepas burung ke alam bebas di lokasi. Suasana alam yang hijau nan asri selain untuk keselamatan alam dan lingkungan dari bencana alam, sangat baik juga sebagai sumber inspirasi dan refreshing dengan suguhan pemandangan ciptaan Allah yang indah. Selesai kegiatan di Taman Buah Mangunan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju sentra pembuatan Thiwul. Makanan khas dari Gunung Kidul yang terbuat dari ketela pohon.

Makanan alternatif pengganti nasi ini sudah menjadi makanan penting di Gunung Kidul. Apalagi dengan kondisi tanah yang sulit air serta berbatu, tanaman ketela pohon atau singkong menjadi pilihan. Thiwul dibuat dari tepung singkong yang masih kasar. Orang sering menyebutnya gaplek. Gaplek dibuat kecil-kecil kemudian dikukus dengan daun pisang. Masukkan gula jawa / merah yang dihaluskan ke dalam adonan gaplek. Setelah kurang lebih 60 menit, kukusan dikeluarkan. Siapkan parutan kelapa yang juga dikukus sebagai pelengkap makan thiwul. Nah, jadi deh Thiwul Ayu yang siap disantap. Bisa kan buatnya?