Science Fair Kelas 5 : Organ

SDIT Alamania, menutup tema pembelajaran ‘Organ’, kelas 5 SDIT Alam Nurul Islam mengadakan Pameran Sains hari Kamis, 27 Agustus 2015. Di tema pembelajaran Organ, siswa kelas 5 mempelajari sistem Pernapasan, Peredaran Darah dan Pencernaan. Belajar sistem organ tersebut sangat dibutuhkan hafalan. Dan tentu saja pemahaman. Karena hafal tanpa memahami letak dan wujudnya tentu tidaklah sempurna. Selama kurang lebih 3 pekan tema pembelajaran Organ dieksplorasi oleh para siswa. Nah, untuk menutupnya anak-anak membuat proyek Pameran Sains. Disitu mereka akan membuat 6 stand pameran. Masing-masing berisi media permainan menarik dengan tema sistem Organ. Sehingga siapa saja yang ingin belajar sistem organ jadi menarik. Para siswa menjadikan pameran tersebut sebagai alat untuk menambah pemahaman lagi terkait dengan materi sistem Organ. Dikarenakan di situ mereka akan diharuskan menjelaskan di setiap media yang dipamerkan.

Pameran dibuka jam 09.00 untuk memberikan kesempatan kepada para pengunjung dari kelas lain yang sedang memasuki waktu istirahat. Sebelumnya tim kelas 5 sudah menyebar informasi pameran di setiap kelas. Sehingga tak heran jika istirahat tiba banyak anak langsung menuju ke lokasi pameran. Setiap pengunjung diharuskan melewati pintu masuk pameran. Di meja resepsionis pengunjung akan mendapatkan 6 tiket untuk masuk di setiap stand pameran. Semuanya gratis tis.

Pengunjung nampak antri mengular, dari wajahnya keliatan pingin tahunya gede. Ada apa saja ya di setiap stan. Tidak hanya pengunjung dari kelas atas, dari kelas 1 yang jadi siswa baru pun ndak kalah ketinggalan. Mungkin dari segi materi masih sulit banget mencernanya tapi karena media yang disediakan dalam bentuk mainan interaktif tak ragu juga mereka untuk mengantri.

Padatnya pengunjung tidak meningkatkan intensitas penjaga stan untuk menerangkan isi stan mereka. Justru mereka senang bukan kepalang dapat pengunjung banyak. Karena pihak panitia pameran alias ustadz-ustadzah sudah menyediakan penghargaan bagi stan yang menarik pengunjung paling banyak.

 Stan organ pencernaan menampilkan media alur pencernaan yang dikemas dalam mainan mini hole. Setiap pengunjung dapat bermain dengan menggelindingkan kelereng kecil menyusuri alur organ pencernaan manusia untuk kemudian menemukan lubang-lubang kecil. Bagi pengunjung yang berhasil dapat reward berupa snack yang sudah disediakan penjaga stan.

Ada juga di stan Peredaran Darah, pengunjung diminta untuk menjalankan mobil-mobilan dengan cover sel darah. Perjalanan yang harus ditempuh merupakan rute peredaran darah besar dan kecil.

 Ada juga stan Enzim Pencernaan, pengunjung diminta untuk memasukkan nama-nama enzim ke dalam kantong yang diberi nama organ pencernaan. Kayaknya untuk yang ini siswa kelas kecil belum mampu deh. Sulit banget sih.

Pengunjung yang beruntung bisa foto bareng dengan maskot pameran, Manusia bertopeng. Wuih cakepnya manusia bertopeng, senangnya bisa foto bareng. Menarik banget Pameran kali ini.

Dirgahayu Republik Indonesia yang Ke-70

Dear SDIT Alamania, bulan Agustus adalah bulan yang sakral bagi bangsa kita. Di bulan itulah negara kesatuan kita lahir, atas berkah rahmat Allah menggapai kemerdekaannya. Setelah melalui perjuangan beberapa generasi. Setelah melalui perjuangan perang dan diplomasi. Tepatnya, 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta resmi memproklamasikan kemerdekaan negeri tercinta ini. Setiap tahun berbagai lapisan masyarakat menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai dari lomba-lomba, tirakatan, kunjungan ke Taman Makam Pahlawan serta puncaknya adalah upacara bendera 17 Agustus.

Tak ketinggalan di SDIT Alam Nurul Islam, peringatan kemerdekaan RI dilaksanakan dalam rangka untuk menumbuhkan kecintaan siswa-siswa pada tanah air Indonesia. Mengingat betapa berat perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan dengan pengorbanan harta dan jiwa demi negeri ini bebas merdeka dari kungkungan para penjajah. Anak-anak bersemangat menyanyikan lagu wajib terkhusus Hari Merdeka sembari mengibarkan bendera Merah-Putih.

Ust. Ariefuddin selaku kepala sekolah menyampaikan pesan bahwa kesyukuran layak kita sampaikan kepada Allah SWT atas karunia kemerdekaan hingga saat ini. Sudah sepantasnyalah kita layak untuk mempertahankan kemerekaan ini dengan peran serta memajukan negeri kita tercinta dengan aktivitas belajar yang tekun. Sehingga kita akan dapatkan generasi penerus yang akan mampu mengelola kekayaan negeri ini dengan baik. Bukannya malah menghadirkan bangsa asing yang akan masuk ke negeri kita tercinta. Sedangkan kita sebagai tuan rumah justru malah menjadi pembantu yang disuruh-suruh. Kondisi merdeka adalah kondisi yang bebas dari rasa takut, terpenuhinya kebutuhan pokok, sehingga apabila kita sedang belajar di kelas kemudian ada teman kita yang menakuti, mengancam, memaksa, hakikatnya ia sedang menjajah kemerdekaan kita. Luruskan, perbaiki kebiasaan buruk itu sehingga kita benar-benar menjadi manusia merdeka.

 

Di acara peringatan ini, para siswa menyimak video ilustrasi perjalanan sejarah kemrdekaan negeri kita tercinta ini dari kedatangan para penjajah hinga proklamasi 17 Agustus 1945. Para siswa menjadi memahami bagaimana proses perjuangan, siapa saja yang terlibat sehingga akan tumbuh rasa kecintaan dan penghormatan kepada para pahlawan.

 Selain itu, kesiswaan SDIT Alam menggelar lomba peringatan kemerdekaan RI ke-70 ini dengan beberapa rangkaian. Lomba mewarnai untuk siswa kelas 1 dan 2, lomba menggambar untuk siswa kelas 3 dan 4, lomba membuat cergam dan cerpen untuk siswa kelas 5 dan 6, lomba karya inovasi Sains dan untuk para guru ada lomba cipta media pembelajaran. Kesemuanya bertemakan Kemerdekaan RI. Karya lomba diberi deadline waktu pengumpulan tanggal Jum’at, 28 Agustus 2015. Hasil karya akan dipamerkan dan terakhir akan diumumkan setiap kategori 5 karya terbaik pada hari Rabu 2 September 2015 yang akan mendapatkan piala dan uang pembinaan. Tak ketinggalan di momen ini ada kategori penilaian perorangan bagi yang selalu mengenakan pita Merah-Putih selama bulan Agustus ini. Dirgahayu negeriku tercinta yang ke-70 !

Masa Orientasi Siswa / MOS Semester 1 Tahun 2015/2016

Dear SDIT Alamania, lembaran tahun ajaran 2014-2015 sudah ditutup. Kini tahun ajaran baru 2015-2016 mulai dibuka. Tepatnya, hari Senin 27 Juli 2015 untuk wilayah Jogja, proses kegiatan Belajar dan Mengajar sudah dimulai. Pada kesempatan ini ada sesuatu hal yang baru. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)  Nomor 21 Tahun 2015. Peraturan tersebut berisi aturan teknis pelaksanaan hari-hari pertama masuk sekolah bagi setiap penyelenggara pendidikan dari jenjang usia dini hingga lanjutan atas. Atau dikenal dengan kegiatan MOS, Masa Orentasi Siswa. Jika biasanya MOS hanya diperuntukkan bagi siswa baru, di aturan tersebut MOS diperuntukkan untuk semua siswa. Kegiatan MOS tersebut bertujuan untuk pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan. Diantara kegiatannya adalah pelaksanaan upacara setiap hari Senin, menyanyikan lagu Indonesia Raya setiap memulai kegiatan dan ditutup dengan lagu kebangsaan.

 Kegiatan MOS di SDIT Alam Nurul Islam sudah menjadi kegiatan rutin setiap awal semester. Tidak hanya bagi siswa baru saja tapi semua siswa wajib mengikuti MOS. Dikarenakan, masa liburan akhir semester sangat ‘beresiko’ untuk merusak kebiasaan baik saat siswa aktif bersekolah. Di waktu libur, siswa-siswa selain libur sekolah biasanya juga libur sholatnya, libur belajarnya, libur membantu orang tuanya, libur baca bukunya. Semua libur. Jadi begitu hari pertama masuk sekolah yang ada cuma males tak bersemangat untuk belajar. Nah, dengan MOS semangat belajar siswa kita pompa lagi. Untuk MOS kali ini muatan yang diberikan adalah penyegaran kembali komitmen kepada budaya SIP (Sholih-Ilmuwan-Pemimpin) lengkap dengan simulasinya. Peneguhan harapan dan cita-cita agar masa depannya mau jadi atau melakukan apa selalu menjadi ingatan. Kontrak belajar siswa dan guru agar selama proses belajar saling berkomitmen terhadap hasil dan prosesnya.

 Untuk menyegarkan kembali kepada budaya SIP, Siswa-siswa diajak untuk melihat kembali tata tertib dan budaya yang berlaku di setiap tempat di SDIT Alam Nurul Islam. Selain melihat kembali, ust. Bintara selaku wakil kepala sekolah Kesiswaaan mengajak untuk mengevaluasi pelaksanaannya di semester yang lalu. Sesekali diskusi diadakan dengan beberapa siswa yang di semester yang lalu masih terkadang melanggar tata tertib. Sehingga semua siswa menjadi tahu penyebab pelanggaran dengan harapan bisa mengantisipasi supaya tidak ikut melanggar.

Selain disosialisasikan, budaya SIP juga disimulasikan kembali. Semua siswa tanpa terkecuali. Didampingi oleh guru kelasnya, setiap siswa dipastikan melaksanakan budaya SIP di setiap tempat dengan benar. SIP di kelas, di masjid, di kamar mandi, di kantor, di lapangan. Ada sih memang yang masih salah-salah. Tapi tetep harus dilakukan dengan benar. Boleh deh awal-awal masih canggung, salah-salah. Tapi yang paling penting adalah memastikan dilakukan rutin. Karena dengan rutin tersebut nantinya akan menjadi kebiasaan. Selanjutnya kebiasaan itu akan menjadi karakter SIP. Gimana cirinya kalo udah menjadi kebiasaan. Kebiasaan itu jika kita lakukan, perasaan kita akan senang. Contohnya saat ini kalo kita diajak makan gimana perasaannya? Senang kan. Beda adik kita yang masih balita yang jika diminta makan susahnya minta ampun. Ya karena belum menjadi kebiasaan. Jadi kepikir deh kenapa Rasul SAW itu diutus bukan untuk membuat orang pinter, kaya, ahli. Tapi untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia. Bukankah akhlaq itu juga kebiasaan yang sudah spontan dilakukan. Jika orang sudah berakhlaq belajar maka dia akan menjadi pinter. Jika orang sudah berakhlaq bisnis maka ia akan menjadi kaya, dan seterusnya.

 Di MOS kali ini ada satu hal yang diangkat untuk menjadi perhatian dan kebiasaan. Hal itu adalah kegiatan sholat berjama’ah. Dengan full day school, siswa berkesempatan untuk sholat wajib berjama’ah 2 kali. Dhuhur dan ‘Ashar. Selama ini prosedur sholat berjama’ah belum sukses dilaksanakan bisa jadi disebabkan anak belum memahami pentingnya sholat wajib berjama’ah. Sehingga sebelum menjelaskan prosedurnya siswa diberikan dahulu pemahaman pentingnya sholat wajib berjama’ah. Forum dibagi menjadi 2, kelas bawah (1-3) dan kelas atas. Untuk kelas bawah pemahaman disampaikan melalui tayangan film kartun, naynayian dan dongeng tentang pentingnya sholat berjama’ah. Sehingga siswa menjadi paham dan termotivasi untuk sholat berjama’ah. Untuk kelas bawah pelaksanaannya masih di ruang kelas masing-masing.

Untuk kelas atas materi pemahamannya berbeda. Siswa kelas atas diajak untuk melihat pentingnya perintah sholat. Allah sangat serius dengan perintah sholat ini. Karena saking seriusnya, sholat hanya satu-satunya perintah yang Rasulullah SAW langsung dipanggil ke langit. Maka kita pun harus serius pula dalam memenuhi perintah sholat tersebut. Perintah di Qur’an juga sangat jelas dan banyak di berbagai tempat. Siswa dipaparkan terkait ancaman bagi yang meninggalkan dan melalaikan perintah sholat. Salah satunya adalah video bukti adanya siksa kubur yang dialami seorang pemuda yang selalu menolak perinta orang tuanya untuk sholat. Nah, ketika meninggal dan dikubur beberapa jam, kuburnya dibuka kembali untuk keperluan autopsi. Sebuah pemandangan yang sangat mengejutkan, jasad pemuda tersebut berubah. Wajahnya rusak seperti baru saja dihantam habis-habisan oleh benda tumpul. Rambutnya menjadi putih, wajahnya remuk. Itulah ancaman serius bagi yang melalaikan sholat. Di bagian akhir siswa diberi tayangan tentang gambaran indahnya surga sebagai balasan orang-orang yang selalu menjaga sholatnya. Bahkan ust. Abdullah Imaduddin sebagai pembicara mengajak semua untuk menjaga sholat wajib sehingga kelak kita bisa reuni bersama di surga Allah yang abadi.

Bazar Pakaian Baru dan Pantas Pakai Masjid Nurul Islam dan Salimah

 

Dear SDIT Alamania, Ahad 5 Juli 2015 adalah momen yang cukup ramai di halaman SDIT Alam Nurul Islam. Pasalnya, even tahunan bazar pakaian baru dan pantai pakai sedang berlangsung. Acara tersebut adalah kerjasama antara SDIT Alam Nurul Islam, takmir masjid Nurul Islam dan Salimah Pundung. Pakaian pantas pakai berasal dari sumbangan orang tua/wali siswa bersamaan dengan shodaqoh paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Diawali Dg Bazaar sandang murah menjelang iktikaf … Antusias sekali Bazaar baju layak pakai itu . Baju baju dihargai dan dijual 1000-10.000 sesuai kondisi baju. Lebih Dr 200 warga sekitar memadati halaman masjid nurul islam. Hasil Bazaar sepenuhnya dipergunakan Untuk operasional majelis taklim Salimah pundung. Tahun ini memperoleh omzet sebesar 6 juta .. Alhamdulillah .. Semoga berkah untuk donatur dan warga .

Selain menyelenggarakan bazar, masjid Nurul Islam juga melaksanakan kegiatan I’tikaf. kali ini juga berbarengan dengan kegiatan Camping Quran Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Tahfdiz Teladan.

Selain itu peserta i’tikaf juga menyertakan peserta keluarga yang dihadiri lebih dr 40 orang. Menjelang akhir Ramadhan justru masjid Nurul Islam semakin ramai dengan aktivitas i’tikaf dan kegiatan yang mengiringinya. Padahal kegiatan SDIT Alam Nurul Islam sendiri libur kurang lebih satu bulan setelah tutup tahun ajaran dan terima rapot.

Diadaptasi dari www.quranteladan.com

Bupati Sleman Meletakkan Batu Pertama Gedung KBTKIT Nurul Islam

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan Ramadhan kali ini setelah resmi membebaskan tanah di wilayah padukuhan Bedog Trihanggo Sleman, Yayasan Nurul Islam memulai prosesi pembangunan Gedung KBTKIT Nurul Islam. Acara Peletakan Batu Pertamanya dilakukan oleh Bupati Sleman Bapak Drs. H. Sri Purnomo, MM pada hari Ahad, 5 Juli 2015. Acara yang juga disertai dengan bakti sosial pembagian bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar itu dihadir juga oleh Bapak Camat Gamping, Muspika dan pejabat kalurahan hingga dusun.

Setelah acara peletakan batu pertama dilanjutkan dengan pengajian oleh ust, Wargiyono yang hangat menyapa warga. Semoga dengan dimulainya pembangunan gedung KBTKIT Nurul Islam ini akan menambah dan meningkatkan proses pendidikan terutama di tingkat usia dini di bawah naungan Yayasan Nurul Islam. Ditargetkan 1 tahun kedepan pembangunan  akan sempurna tuntas selesai.

Bakti Sosial dan Buka Bersama Ramadhan 1436 H

Dear SDIT Alamania, momen Ramadhan kali ini berbarengan dengan akhir tahun ajaran 2015-2015. Sehingga liburan akhir semester akan berlanjut ke libur lebaran. Cukup panjang, hampir 1 bulanan. Tentu libur panjang selama Ramadhan harus punya efek positif. Ibadah Ramadhan harus lebih giat dan target-target harus dapat tergapai. Karena Ramadhan bersamaan dengan liburan panjang, dengan itu juga program Pesantren Ramadhan tidak bisa dilaksanakan. Namun beberapa agenda tahunan tetep dilaksanakan. Salah satunya adalah Bakti Sosial pembagian Sembako kepada masyarakat sekitar dan Buka Puasa Bersama Ramadhan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2015.

 Paket sembako berasal dari donatur para orang tua atau wali siswa. Setiap paket berisi beras 3 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1kg, teh dan susu kaleng. Terkumpul 413 buah paket sembako yang siap ditasarufkan ke masyarakat sekitar SDIT Alam Nurul Islam.

Hari Sabtu, siswa-siswi berangkat jam 14.00. Untuk kelas 4 dan 5, kelas 6 juga masih diikutsertakan, berkumpul di masjid setelah sholat ‘Ashar berjama’ah mereka menerima briefing dari koordinator pembagian sembako. Setelah dibagi beberapa kelompok untuk beberapa titik bagi di setiap RT di dusun Cambahan dan Pundung, anak-anak kemudian diminta langsung mengambil paket sembako. Setiap anak membawa satu buah paket. Dengan dibersamai ustadz/ah mereka menuju lokasi tempat pembagian.

 Di sana sudah menunggu Pak atau Bu RT yang akan menjadi pemandu menunjukkan ke setiap rumah mana sembako tersebut akan dibagikan. Beberapa rumah masih dicocokkan dulu dengan data yang dibawa oleh ustadz/ah. Bahkan ada data kepala keluarga yang dari kenampakan rumahnya termasuk kaya, karena punya mobil dan rumahnya cukup mewah. Untuk data yang seperti itu dibatalkan karena prioritas bagi yang memang layak dapat sembako saja.

 Jika kelas atas membagikan sembako, kelas bawah mengikuti acara penggalangan dana untuk muslim Rohingya dan dilanjut dengan dongeng bersama Kak Aris Pahlawan Bertopeng. Di acara penggalangan dana Rohingya, anak-anak diberi tayangan terkait dengan penderitaan muslim Rohingya yang diusir dari tanah airnya oleh kaum dzalim. Sehingga mereka harus melarikan diri menggunakan kapal-kapal kayu. Beberapa terkatung-katung berbulan-bulan di tengah laut. Kelaparan dan sakit. Alhamdulillah, beberapa pengungsi ditampung rakyat Aceh dan diberi kebutuhan seperti pangan, sandang dan tempat tinggal layak sehingga bisa hidup nyaman. Dari penggalangan dana Alhamdulillah terkumpul dana Rp. 3.570.900 dan 5 real untuk penyalurannya dilakukan melalui ACT, Aksi Cepat Tanggap DIY. Atas nama panitia menyampaikan Jazaakumullahu Khairan Katsiraa atas peran serta Bapak/Ibu Orang Tua/Wali siswa SDIT Alam Nurul Islam dalam memberikan shodaqoh berupa paket sembako dan dana bagi muslim Rohingya. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik, berlipat terkhusus di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Amiin.

Lomba Pustaka 2015

Dear SDIT Alamania, di setiap akhir semester, SDIT Alam Nurul Islam selalu menyelenggarakan kegiatan sebagai media untuk aktualisasi potensi dan kemampuan setiap siswa. Jika akhir semester ganjil ada Nuris Games, sebagai media aktualisasi kemampuan fisik dan ketrampilan. Nah, di akhir semester genap ada Lomba Pustaka sebagai media aktualisasi kemampuan intelektual dengan basis pustaka. Kali ini, Lomba Pustaka berbarengan dengan puasa Ramadhan 1436 H sehingga beberapa mata lomba disederhanakan supaya tidak melelahkan siswa. Pembukaan Lomba Pustaka bersamaan dengan acara Pawai Tarhib Ramadhan.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan tali yang mengikat balon terbang yang akan mengangkat tulisan LOMBA PUSTAKA 2015. Perlahan tulisan berwarna emas tersebut naik dan membentang di atas lapangan tempat peserta berkumpul. Lomba Pustaka berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Juni 2015.

Lomba Pustaka dibagi menjadi 3 kategori. Kategori Kelas Bawah, Kelas Atas dan Umum. Kelas Bawah terdiri dari : Lomba Mewarnai, Lomba Puzzle, Lomba Calistung (Baca Tulis dan Hitung) dan Komunikata. Untuk Kelas Atas ada Lomba Menggambar dengan alur cerita, Rangking 1, Lomba menulis cerita berkesan dan Lomba Tebak Kata Bertema. Untuk kategori Umum ada Water Rocket, Kreasi Sains, Spelling Bee, Kliping, Tunurisba (Tuju Menit Nurul Islam Membaca), Lomba Pemilihan Raja dan Ratu Buku 2015 dan Parade Puisi Ustadz/ah.

Di Lomba Kreasi Sains, setiap peserta diharuskan mengumpulkan kreasi yang bertemakan temuan teknologi sederhana untuk mengatasi sebuah permasalahan. Beberapa yang terkumpul karyanya, alat untuk melatih fokus, berupa kawat berulir yang harus diikuti manakala tersentuh akan mengeluarkan bunyi. Ada Jembatan hidrolik yang terbuat dari stik ice cream dan suntikan. Dan banyak lagi lainnya.

 Untuk lomba Water Rocket, diikuti 3 peserta. Karena merupakan cabang lomba baru sehingga belum cukup familier. Peserta bisa bergrup maupun individu. Kelas Roket yang dilombakan adalah roket air tanpa nozzle. Sehingga setiap peserta menggunakan roket dengan bahan dari botol mineral dengan ukuran bebas. Setiap peserta diberi kesempatan meluncurkan sebanyak 3 kali. Setiap kali luncur dengan 5 kali pompa. Sedangkan peluncurnya sudah disediakan oleh panitia. Di lomba perdana ini, roket yang terjauh diluncurkan sepanjang 13 meter. Ya lumayan bagi pemula, bisa ditingkatkan untuk tahun depan.

Lomba yang gak kalah serunya adalah Spelling Bee. Yaitu lomba mengeja kata bahasa Inggris. Untuk lomba kali ini panitia terkhusus mendatangkan juri Native Speaker. Dia adalah David yang asalnya dari Australia. Diawalnya dikira ia gak puasa, pas ditawari minum ia menjawab, “I’m Fasting, I’m Muslim.” Subhanallaoh !! ternyata ia muallaf yang baru saja masuk Islam dan di bulan Ramadhan kali ini juga ikut melaksanakan puasa.

 Yang tak kalah seru juga ada lomba parade puisi. Lomba ini terkhusus untuk ustadz/ah saja. Setiap level kelas ditambah guru mata pelajaran BTAQ mengirimkan perwakilannya. Perwakilan bisa perorangan ataupun kelompok. Guru Kelas 6 menjadi yang pertama, mereka mewakilkan ustadz Gusdul aka Abdullah Imaduddin. Beliau memang jagonya baca puisi.

 Untuk guru BTAQ mengirimkan duet ustadzah Yuni dan ustadzah Maryani. Mereka membacakan 2 puisi yang temanya berbeda jauh. Satunya bertema perjuangan dan satunya lagi bertema Ayamku. Sudah bisa kebayang kan gimana dua puisi tersebut dibaca saling bersahutan. Gak nyambung blas dan lucu abis.

Kelas 5 diwakili oleh ustadz Ariefuddin. Puisi yang dibawakan adalah berjudul “Tuhan Tuju Senti” karyanya Taufik Ismail. Karena beberapa kata yang anak-anak tidak menangkapnya mungkin yang membuat beberapa anak kurang konsen. Begitu disusul puisi kedua berjudul ‘Jerawatku’, baru anak-anak merasa nyambung dan senyam-senyum.


Yang sangat aktraktif yaitu perwakilan dari guru kelas 2. Puisi dan teatrikal digabungkan menjadi satu. Jadinya, pesan yang disampaikan akan lebih kuat karena bukan semata bunyi kata saja tapi juga ditambah akting yang menarik.

Kelas 4 diwakili oleh ustadz Mukhtasar. Beliau menyampaikan puisi hasil karyanya sendiri.

Al Haaaqqoh . .

Suara itu memecah kesunyian

Ma al – Haaaqqah . . .

Berpadu tanda tanya tak berkesudahan

Wa Ma Adraaka Ma al-Haaaqqoh . . .

Membumbung tinggi cakrawala harapan

Duhai Anak Zaman !

Adakah kau ingat

ketika pagi menjemputmu,

kitab suci di tanganmu,

qiraah tartil mendengung di telingamu,

al-ma’tsurat menjadi sarapanmu,

wejangan Bapak dan Bu Guru selalu memekakkan telingamu?

Engkau menggeliat melawan

kau katakan, “Aku tak mau, aku lelah, aku capek.”

“Tidak adakah permainan yang lebih asyik?”

“Di manakah obrolan yang lebih menarik?”

Kawan !

Dulu . . . aku juga melawan

dulu . . . aku juga tidak mempedulikan

dulu . . . aku juga tidak pernah menghiraukan.

Bahkan, dulu aku sempat bingung

tidak tahu mana hewan, man setan

Tapi, taukah Engkau Kawan ?”

Aku juga kehilangan

batinku kesepian

diriku sendirian

Padahal hidup terus berjalan

memecah kerasnya batu jalanan

terbentur, tersungkur, menghambur, lari, mengancam,

diancam, menghantam, dihantam, dan . . .

akhirnya, toh tetap semuanya menuju makam

Kawan !

Aku tau Engkau bingung

mengapa harus ikut,

Aku tau Engkau heran

mengapa dipaksa manut,

Aku juga tau Engkau bertanya

apalagi yang harus diturut,

Setiap derap langkah di sini

dianggap petunjuk,

Setiap canda dan tawa di sini dianggap tajuk,

Setiap gerak tangan di sini berlenggang mengetuk,

Setiap degup jantung di sini

berdetak khusyu’

Maka dari itu, Kawan !

Tundukkanlah kepala

Lapangkanlah dada

Pasanglah telinga

Bukalah mata !

Dan . . . syukurilah semua yang ada !

 Perwakilan guru kelas 1 mengikutsertakan salah seorang siswanya sebagai figuran. Selain itu penampilannya juga dihiasi dengan ilustrasi musik yang akan menghadirkan kesan yang kuat dan dalam.

  Dan puncak acaranya adalah penyerahan kejuaraan setiap lomba. Bersamaan dengan acara bakti sosial dan buka bersama hari Sabtu, 20 Juni 2015. Para juara sudah menunjukkan eksistensi kemampuan dan bakatnya. Para juara layak untuk menyandang predikat dan piala. Selamat untuk para juara !!