Bazar Pakaian Baru dan Pantas Pakai Masjid Nurul Islam dan Salimah

 

Dear SDIT Alamania, Ahad 5 Juli 2015 adalah momen yang cukup ramai di halaman SDIT Alam Nurul Islam. Pasalnya, even tahunan bazar pakaian baru dan pantai pakai sedang berlangsung. Acara tersebut adalah kerjasama antara SDIT Alam Nurul Islam, takmir masjid Nurul Islam dan Salimah Pundung. Pakaian pantas pakai berasal dari sumbangan orang tua/wali siswa bersamaan dengan shodaqoh paket sembako yang dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Diawali Dg Bazaar sandang murah menjelang iktikaf … Antusias sekali Bazaar baju layak pakai itu . Baju baju dihargai dan dijual 1000-10.000 sesuai kondisi baju. Lebih Dr 200 warga sekitar memadati halaman masjid nurul islam. Hasil Bazaar sepenuhnya dipergunakan Untuk operasional majelis taklim Salimah pundung. Tahun ini memperoleh omzet sebesar 6 juta .. Alhamdulillah .. Semoga berkah untuk donatur dan warga .

Selain menyelenggarakan bazar, masjid Nurul Islam juga melaksanakan kegiatan I’tikaf. kali ini juga berbarengan dengan kegiatan Camping Quran Ramadhan yang diselenggarakan oleh Rumah Tahfdiz Teladan.

Selain itu peserta i’tikaf juga menyertakan peserta keluarga yang dihadiri lebih dr 40 orang. Menjelang akhir Ramadhan justru masjid Nurul Islam semakin ramai dengan aktivitas i’tikaf dan kegiatan yang mengiringinya. Padahal kegiatan SDIT Alam Nurul Islam sendiri libur kurang lebih satu bulan setelah tutup tahun ajaran dan terima rapot.

Diadaptasi dari www.quranteladan.com

Bupati Sleman Meletakkan Batu Pertama Gedung KBTKIT Nurul Islam

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan Ramadhan kali ini setelah resmi membebaskan tanah di wilayah padukuhan Bedog Trihanggo Sleman, Yayasan Nurul Islam memulai prosesi pembangunan Gedung KBTKIT Nurul Islam. Acara Peletakan Batu Pertamanya dilakukan oleh Bupati Sleman Bapak Drs. H. Sri Purnomo, MM pada hari Ahad, 5 Juli 2015. Acara yang juga disertai dengan bakti sosial pembagian bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar itu dihadir juga oleh Bapak Camat Gamping, Muspika dan pejabat kalurahan hingga dusun.

Setelah acara peletakan batu pertama dilanjutkan dengan pengajian oleh ust, Wargiyono yang hangat menyapa warga. Semoga dengan dimulainya pembangunan gedung KBTKIT Nurul Islam ini akan menambah dan meningkatkan proses pendidikan terutama di tingkat usia dini di bawah naungan Yayasan Nurul Islam. Ditargetkan 1 tahun kedepan pembangunan  akan sempurna tuntas selesai.

Bakti Sosial dan Buka Bersama Ramadhan 1436 H

Dear SDIT Alamania, momen Ramadhan kali ini berbarengan dengan akhir tahun ajaran 2015-2015. Sehingga liburan akhir semester akan berlanjut ke libur lebaran. Cukup panjang, hampir 1 bulanan. Tentu libur panjang selama Ramadhan harus punya efek positif. Ibadah Ramadhan harus lebih giat dan target-target harus dapat tergapai. Karena Ramadhan bersamaan dengan liburan panjang, dengan itu juga program Pesantren Ramadhan tidak bisa dilaksanakan. Namun beberapa agenda tahunan tetep dilaksanakan. Salah satunya adalah Bakti Sosial pembagian Sembako kepada masyarakat sekitar dan Buka Puasa Bersama Ramadhan. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 20 Juni 2015.

 Paket sembako berasal dari donatur para orang tua atau wali siswa. Setiap paket berisi beras 3 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1kg, teh dan susu kaleng. Terkumpul 413 buah paket sembako yang siap ditasarufkan ke masyarakat sekitar SDIT Alam Nurul Islam.

Hari Sabtu, siswa-siswi berangkat jam 14.00. Untuk kelas 4 dan 5, kelas 6 juga masih diikutsertakan, berkumpul di masjid setelah sholat ‘Ashar berjama’ah mereka menerima briefing dari koordinator pembagian sembako. Setelah dibagi beberapa kelompok untuk beberapa titik bagi di setiap RT di dusun Cambahan dan Pundung, anak-anak kemudian diminta langsung mengambil paket sembako. Setiap anak membawa satu buah paket. Dengan dibersamai ustadz/ah mereka menuju lokasi tempat pembagian.

 Di sana sudah menunggu Pak atau Bu RT yang akan menjadi pemandu menunjukkan ke setiap rumah mana sembako tersebut akan dibagikan. Beberapa rumah masih dicocokkan dulu dengan data yang dibawa oleh ustadz/ah. Bahkan ada data kepala keluarga yang dari kenampakan rumahnya termasuk kaya, karena punya mobil dan rumahnya cukup mewah. Untuk data yang seperti itu dibatalkan karena prioritas bagi yang memang layak dapat sembako saja.

 Jika kelas atas membagikan sembako, kelas bawah mengikuti acara penggalangan dana untuk muslim Rohingya dan dilanjut dengan dongeng bersama Kak Aris Pahlawan Bertopeng. Di acara penggalangan dana Rohingya, anak-anak diberi tayangan terkait dengan penderitaan muslim Rohingya yang diusir dari tanah airnya oleh kaum dzalim. Sehingga mereka harus melarikan diri menggunakan kapal-kapal kayu. Beberapa terkatung-katung berbulan-bulan di tengah laut. Kelaparan dan sakit. Alhamdulillah, beberapa pengungsi ditampung rakyat Aceh dan diberi kebutuhan seperti pangan, sandang dan tempat tinggal layak sehingga bisa hidup nyaman. Dari penggalangan dana Alhamdulillah terkumpul dana Rp. 3.570.900 dan 5 real untuk penyalurannya dilakukan melalui ACT, Aksi Cepat Tanggap DIY. Atas nama panitia menyampaikan Jazaakumullahu Khairan Katsiraa atas peran serta Bapak/Ibu Orang Tua/Wali siswa SDIT Alam Nurul Islam dalam memberikan shodaqoh berupa paket sembako dan dana bagi muslim Rohingya. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik, berlipat terkhusus di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Amiin.

Lomba Pustaka 2015

Dear SDIT Alamania, di setiap akhir semester, SDIT Alam Nurul Islam selalu menyelenggarakan kegiatan sebagai media untuk aktualisasi potensi dan kemampuan setiap siswa. Jika akhir semester ganjil ada Nuris Games, sebagai media aktualisasi kemampuan fisik dan ketrampilan. Nah, di akhir semester genap ada Lomba Pustaka sebagai media aktualisasi kemampuan intelektual dengan basis pustaka. Kali ini, Lomba Pustaka berbarengan dengan puasa Ramadhan 1436 H sehingga beberapa mata lomba disederhanakan supaya tidak melelahkan siswa. Pembukaan Lomba Pustaka bersamaan dengan acara Pawai Tarhib Ramadhan.

Prosesi pembukaan ditandai dengan pemotongan tali yang mengikat balon terbang yang akan mengangkat tulisan LOMBA PUSTAKA 2015. Perlahan tulisan berwarna emas tersebut naik dan membentang di atas lapangan tempat peserta berkumpul. Lomba Pustaka berlangsung dari tanggal 15 hingga 18 Juni 2015.

Lomba Pustaka dibagi menjadi 3 kategori. Kategori Kelas Bawah, Kelas Atas dan Umum. Kelas Bawah terdiri dari : Lomba Mewarnai, Lomba Puzzle, Lomba Calistung (Baca Tulis dan Hitung) dan Komunikata. Untuk Kelas Atas ada Lomba Menggambar dengan alur cerita, Rangking 1, Lomba menulis cerita berkesan dan Lomba Tebak Kata Bertema. Untuk kategori Umum ada Water Rocket, Kreasi Sains, Spelling Bee, Kliping, Tunurisba (Tuju Menit Nurul Islam Membaca), Lomba Pemilihan Raja dan Ratu Buku 2015 dan Parade Puisi Ustadz/ah.

Di Lomba Kreasi Sains, setiap peserta diharuskan mengumpulkan kreasi yang bertemakan temuan teknologi sederhana untuk mengatasi sebuah permasalahan. Beberapa yang terkumpul karyanya, alat untuk melatih fokus, berupa kawat berulir yang harus diikuti manakala tersentuh akan mengeluarkan bunyi. Ada Jembatan hidrolik yang terbuat dari stik ice cream dan suntikan. Dan banyak lagi lainnya.

 Untuk lomba Water Rocket, diikuti 3 peserta. Karena merupakan cabang lomba baru sehingga belum cukup familier. Peserta bisa bergrup maupun individu. Kelas Roket yang dilombakan adalah roket air tanpa nozzle. Sehingga setiap peserta menggunakan roket dengan bahan dari botol mineral dengan ukuran bebas. Setiap peserta diberi kesempatan meluncurkan sebanyak 3 kali. Setiap kali luncur dengan 5 kali pompa. Sedangkan peluncurnya sudah disediakan oleh panitia. Di lomba perdana ini, roket yang terjauh diluncurkan sepanjang 13 meter. Ya lumayan bagi pemula, bisa ditingkatkan untuk tahun depan.

Lomba yang gak kalah serunya adalah Spelling Bee. Yaitu lomba mengeja kata bahasa Inggris. Untuk lomba kali ini panitia terkhusus mendatangkan juri Native Speaker. Dia adalah David yang asalnya dari Australia. Diawalnya dikira ia gak puasa, pas ditawari minum ia menjawab, “I’m Fasting, I’m Muslim.” Subhanallaoh !! ternyata ia muallaf yang baru saja masuk Islam dan di bulan Ramadhan kali ini juga ikut melaksanakan puasa.

 Yang tak kalah seru juga ada lomba parade puisi. Lomba ini terkhusus untuk ustadz/ah saja. Setiap level kelas ditambah guru mata pelajaran BTAQ mengirimkan perwakilannya. Perwakilan bisa perorangan ataupun kelompok. Guru Kelas 6 menjadi yang pertama, mereka mewakilkan ustadz Gusdul aka Abdullah Imaduddin. Beliau memang jagonya baca puisi.

 Untuk guru BTAQ mengirimkan duet ustadzah Yuni dan ustadzah Maryani. Mereka membacakan 2 puisi yang temanya berbeda jauh. Satunya bertema perjuangan dan satunya lagi bertema Ayamku. Sudah bisa kebayang kan gimana dua puisi tersebut dibaca saling bersahutan. Gak nyambung blas dan lucu abis.

Kelas 5 diwakili oleh ustadz Ariefuddin. Puisi yang dibawakan adalah berjudul “Tuhan Tuju Senti” karyanya Taufik Ismail. Karena beberapa kata yang anak-anak tidak menangkapnya mungkin yang membuat beberapa anak kurang konsen. Begitu disusul puisi kedua berjudul ‘Jerawatku’, baru anak-anak merasa nyambung dan senyam-senyum.


Yang sangat aktraktif yaitu perwakilan dari guru kelas 2. Puisi dan teatrikal digabungkan menjadi satu. Jadinya, pesan yang disampaikan akan lebih kuat karena bukan semata bunyi kata saja tapi juga ditambah akting yang menarik.

Kelas 4 diwakili oleh ustadz Mukhtasar. Beliau menyampaikan puisi hasil karyanya sendiri.

Al Haaaqqoh . .

Suara itu memecah kesunyian

Ma al – Haaaqqah . . .

Berpadu tanda tanya tak berkesudahan

Wa Ma Adraaka Ma al-Haaaqqoh . . .

Membumbung tinggi cakrawala harapan

Duhai Anak Zaman !

Adakah kau ingat

ketika pagi menjemputmu,

kitab suci di tanganmu,

qiraah tartil mendengung di telingamu,

al-ma’tsurat menjadi sarapanmu,

wejangan Bapak dan Bu Guru selalu memekakkan telingamu?

Engkau menggeliat melawan

kau katakan, “Aku tak mau, aku lelah, aku capek.”

“Tidak adakah permainan yang lebih asyik?”

“Di manakah obrolan yang lebih menarik?”

Kawan !

Dulu . . . aku juga melawan

dulu . . . aku juga tidak mempedulikan

dulu . . . aku juga tidak pernah menghiraukan.

Bahkan, dulu aku sempat bingung

tidak tahu mana hewan, man setan

Tapi, taukah Engkau Kawan ?”

Aku juga kehilangan

batinku kesepian

diriku sendirian

Padahal hidup terus berjalan

memecah kerasnya batu jalanan

terbentur, tersungkur, menghambur, lari, mengancam,

diancam, menghantam, dihantam, dan . . .

akhirnya, toh tetap semuanya menuju makam

Kawan !

Aku tau Engkau bingung

mengapa harus ikut,

Aku tau Engkau heran

mengapa dipaksa manut,

Aku juga tau Engkau bertanya

apalagi yang harus diturut,

Setiap derap langkah di sini

dianggap petunjuk,

Setiap canda dan tawa di sini dianggap tajuk,

Setiap gerak tangan di sini berlenggang mengetuk,

Setiap degup jantung di sini

berdetak khusyu’

Maka dari itu, Kawan !

Tundukkanlah kepala

Lapangkanlah dada

Pasanglah telinga

Bukalah mata !

Dan . . . syukurilah semua yang ada !

 Perwakilan guru kelas 1 mengikutsertakan salah seorang siswanya sebagai figuran. Selain itu penampilannya juga dihiasi dengan ilustrasi musik yang akan menghadirkan kesan yang kuat dan dalam.

  Dan puncak acaranya adalah penyerahan kejuaraan setiap lomba. Bersamaan dengan acara bakti sosial dan buka bersama hari Sabtu, 20 Juni 2015. Para juara sudah menunjukkan eksistensi kemampuan dan bakatnya. Para juara layak untuk menyandang predikat dan piala. Selamat untuk para juara !!

Kunjungan Syaikh Ahmed Badawi dari Gaza Palestina

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan penuh berkah ini, bulan Ramadhan, di hari pertama Kamis, 18 Juni 2015, SDIT Alam Nurul Islam kembali kedatangan tamu dari Gaza Palestina. Beliau adalah Syaikh Ahmed Badawi. Beliau sedang kuliah menempuh S3 di Malaysia. Beliau mendalami teknologi wireless. Selain sebagai ilmuwan, beliau adalah imam di beberapa masjid di Gaza Palestina.

Syaikh Ahmad datang ke Indonesia, Jogja khususnya atas inisiatif dari ACT, Aksi Cepat Tanggap. Selama Ramadhan akan roadshow ke masjid dan majelis taklim untuk menyampaikan info Palestina kekinian serta pentingnya menghafal Qur’an. Di SDIT Alam Nurul Islam, sambutannya luar biasa. Anak-anak bersemangat untuk menyimak ceramah yang disampaikan syaikh Ahmad.

Di pengantarnya, syaikh Ahmad menyampaikan tentang kondisi kekinian Palestina. Gaza khususnya. Gaza bukanlah propinsi, tapi hanya sebuah kota yang luasnya lebih kecil dibandingkan Jakarta. Gaza termasuk target utama penjajah Israel dalam melancarkan serangannya. Dari 2006, Gaza sudah mengalami 3 kali serangan. Setiap kali serangan lebih dari 1000 korban yang syahid terkena serangan bom Israel. Tetapi hal tersebut tidak menyusutkan semangat muslim Gaza untuk mempertahankan tanah airnya dari penjajah Israel.

Gaza dikepung dari berbagai arah. Sangat sulit penduduk Gaza untuk sekedar keluar dari perbatasan. Bisa dibayangkan bagaimana mereka memenuhi kebutuhan kesehariannya jika terisolasi dari dunia luar. Belum lagi kebutuhan vital seperti listrik, air, obat-obatan juga dibatasi. Beliau bisa keluar Gaza untuk menuntut ilmu setelah usaha 2 tahun untuk mencari cara bisa keluar dari Gaza.

Semangat muslim Gaza terus tak kenal putus harapan. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, dibangunlah banyak terowongan sebagai jalan keluar perbatasan. Sembako hingga hewan ternak mereka lewatkan melalui terowongan tersebut. Rakyat Palestina sangat berterima kasih, Indoensia sebagai satu negera muslim dengan jumlah penduduk muslim terbesar mempunyai kepedulian memberikan bantuannya kepada rakyat Palestina.

Di ceramahnya, syaikh Ahmad menyampaikan juga tentang pentingnya masjidil Aqsha bagi muslim. Karena secara khusus Allah sebutkan dalam surah Al Isra tentang masjidil Aqsha dan tanah Palestina yang diberkahi. Sehingga keberadaannya bukan hanya milik muslim Palestina saja, tapi muslim seluruh dunia sebagai pemiliknya. Sedangkan, Israel mempunyai rencana khusus dengan eksistensi masjidil Aqsha. Dengan melakukan pelarangan peribadatan muslim ke masjidil Aqsha. Bahkan di bawah masjidiil Aqsha sudah dibuat oleh Israel terowongan yang nantinya akan meruntuhkan masjidil Aqsha. Betapa jahatnya penjajah Israel tersebut.

Secara khusus beliau sampaikan juga tentang pentingnya menghafal Qur’an. Di Gaza ada kurang lebih 5000 anak yang sudah hafal 30 juz. Subhanallah, jumlah yang sangat besar. Di kondisi keamanan yang buruk tapi tetep memotivasi anak-anak Gaza untuk menghafal Qur’an. Kenapa banyak anak Gaza yang suka sekali menghafal Qur’an. Mereka termotivasi bahwa kata Rasul SAW barangsiapa membaca Qur’an maka di setiap hurufnya akan dilimpahi berkah oleh Allah. Mereka memahami benar bahwa hal terbaik utnuk dilakukan itu adalah mempelajari Qur’an dan mengajarkannya kepada orang lain. Sehingga menghafal Qur’an sudah menjadi budaya kental masyarakat Gaza.

Di sesi dialog, Ahmad kelas 4C bertanya kepada syaikh Ahmad. Pernahkah syaikh terkena peluru atau bom Israel. Beliau jawab, alhamdulillah belum pernah. Tapi pernah masjid di samping rumahnya hancur rata dengan tanah karena bom Israel. Saudaranya yang kehilangan salah satu kakinya dikarenakan ledakan bom tersebut.

Hafsah 4C bertanya, apa yang akan dilakukan Israel dengan menggali terowongan di bawah masjid Al Aqsha. Setelah runtuh Al Aqsha mau dibangun apa? Di bekas reruntuhan masjid Al Aqsha nantinya akan dibangun Haikal atau Kuil Sulaiman yang disucikan. Itu rencana Israel. Tapi rencana itu sebenarnya mengada-ada. Target utamanya adalah kehancuran masjid Al Aqsha. Dan tugas setiap muslim untuk mempertahankannya. Di akhir sesi, syaikh Ahmad menyampaikan pesan. Kewajiban hadirin setelah ini adalah : Sampaikan doa keselamatn bagi muslimin Gaza dan Palestina, Menyampaikan tentang kondisi sebenarnya Gaza dan Palestina sehingga semakin banyak orang memahami tentang kondisi Gaza Palestina. Di akhir ceramah dan dialog diadakan penggalangan dana untuk Palestina. Alhamdulillah terkumpul dana sebesar Rp. 14.208.200, 2 Dolar Singapura dan 2 Gram cincin Emas. Semoga Allah membalas dengan balasan yang terbaik.

Pawai Tarhib Ramadhan 1436 H : Pangeran Diponegoro Vs Tuan Meneer

 

Dear SDIT Alamania, Ramadhan 1436 H tahun ini sudah tiba. Bulan yang lebih mulia dari seribu purnama sudah hadir di tengah-tengah kita. Hanya satu cara bijak untuk menyambutnya. Dengan bergembira bertemunya kerinduan yang sudah terasa lama tak jumpa. Bergembira untuk selalu bersama nan tak pernah berakhir dalam perpisahan. Kegembiraan itulah yang selalu dibagikan civitas SDIT Alam dalam kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan. Setiap Tarhib setiap itu pula menampilkan satu tema dramatikal untuk mengiringi selam kegiatan pawai. Kali ini tema yang diangkat adalah Pangeran Diponegoro vs Tuan Meneer.

Pasukan Pawai Tarhib sudah disiapkan di lapangan. Setiap kelas menampilkan tema tentu dengan kostum kelengkapannya masing-masing. Acara diawali dengan tilawah Qur’an dan sambutan. Di acara pawai ini sekaligus juga dirangkai dengan momen pembukaan Lomba Pustaka 2015. Ust. Santo membuka Lomba Pustaka ditandai dengan naiknya tulisan Lomba Pustaka 2015 yang diikat dengan balon udara.

Di tengah acara ceking peserta untuk pawai, tiba-tiba datang masuk ke tengah arena seorang dengan pakaian surjan pake blangkon berkalung ban dalam bekas dengan kendaraan sepeda butut dengan atribut balon berbentuk Marsha lalu sepeda itu menarik sampah bebotolan yang kedengaran berisik sewaktu berjalan. Orang tersebut kemudian merebut perhatian peserta pawai. Ia mengenalkan diri, namanya Ki Demang Pethuk. Ck . . ck . . nama yang aneh dan pas dengan cerminan asesoris yang dipakainya. Katanya, ia kenal orang yang sangat kaya. Asalnya dari luar negeri. Belanda.

 Tiba-tiba datanglah mobil Jip Willis terbuka yang dinaiki 3 orang. Seorang dengan pakaian putih-putih berambut pirang tapi kumis n jenggotnya item. Dua yang lain berseragam tentara. Mobil itu berbendarakan 3, Merah-Putih-Ijo. Begitu datang orang yang berpakaian putih turun dan kemudian disambut penuh takzim oleh Ki Demang Pethuk. O . . . ternyata ini to orang yang dimaksud Ki Dimang. Dialah Tuan Meneer. Orang Belanda yang sangat kaya raya. Ki Demang kemudian mempersilahkan Tuan Meneer untuk menyapa masyarakat. ‘Hai para inlander, kenalkan . .. ik . . . Meneer dari Amsterdam. Si Tuan Meneer menjanjikan akan memberikan uang yang banyak bagi mereka yang membatalkan ikut pawai Tarhib. Tuan Meneer kemudian mengeluarkan uang dari dompetnya dan mendatangi peserta pawai satu per satu untuk merayunya. Tak satu pun peserta tergiur. Lalu Tuan Meneer memarahi Ki Demang, kenapa rakyat tetep mau mengadakan pawai tidak menerima rayuannya.

Di tengah usaha keras Ki Demang Pethuk dan Tuan Meneer untuk menggagalkan Pawai Tarhib Ramadhan, tiba-tiba datanglah Pangeran Diponegoro dengan kuda gagah. Tuan Diponegoro langsung bertanya kepada Ki Demang, siapakah orang berambut pirang itu? Ki Demang dengan malu-malu mengenalkan jika ia adalah tamunya yang sedang mau lihat kegiatan pawai Tarhib. Sepontan langsung diprotes oleh anak-anak, “Bohoooooong !!” Ki Demang jadi malu-malu trus Tuan Meneer juga langsung marah menanyakan sikap Ki Demang yang plin-plan. Jangan ditiru ya kawan sifat Ki Demang itu. Itu sikap yang munafik.

Pangeran Diponegoro tidak ingin Pawai Tarhib Ramadhan ini digagalkan oleh siapapun. Kemudian, dengan ketegasan ia menantang Tuan Meneer untuk angkat kaki dari arena pawai. Tapi ternyata Tuan Meneer keras kepala. Ia justru menantang balik kepada Pangeran Diponegoro. Terjadilah perang tanding antara pengikut Tuan Meneer dan pasukan Diponegoro. pengikut Tuan Meneer kalah tanding. Tinggal Tuan Meneer dan Pangeran Diponegoro. Tuan Meneer mengeluarkan senapan laras panjang dan menembak beberapa kali kepada Pangeran Diponegoro yang kesemuanya luput tak mengenai badan Pangeran sedikitpun. Lalu, Pangeran Diponegoro menghunus kerisnya dan menyerang Tuan Meneer yang tak kuasa melawan serangan Pangeran. Akhirnya Tuan Meneer kalah dan Pawai Tarhib Ramadhan tetep berjalan sesuai rencana.

Pasukan Pawai Tarhib berjalan dengan gagahnya. Sepanjang jalan mereka menebarkan senyum gembira menyambut Ramadhan. Beberapa tampak membagikan jadwal Imsakiyah kepada para penduduk yang dijumpai di sepanjang jalan. Anak-anak tetep semangat meski teriknya mentari menerpa badan. Meski Ramadhan kali ini hadir di penghujung berakhirnya tahun pelajaran 2014-2015 namum semangat gembira Ramadhan terus disebarkan menghiasi sepanjang bulan selama Ramadhan.

Ini dia videonya :

Pelepasan Siswa Kelas 6 : Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal

Dear SDIT Alamania, agenda tahunan yang selalu spesial diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas 6 setelah mereka menempuh berbagai ujian dalam rangka menilai kelayakan kelulusan mereka adalah Pelepasan. Dahulu mereka diserahkan para orang tua yang mempercayakan SDIT Alam sebagai habitat untuk mengawal pertumbuhan dan perkembangan semenjak anak-anak masuk di kelas 1. Kini setelah 6 tahun yang terasa cepatnya, mereka akan dilepas. Bukan karena sudah bosen dan gak menarik lagi. Tapi karena keharusan mereka untuk lanjut belajar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Kegiatan pelepasan kali ini di pilih obyek yang masih alami. Yaitu Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal. Keduanya terletak di wilayah Kulon Progo.

 Pagi hari, Sabtu 13 Juni 2015 seluruh peserta kumpul di halaman SDIT Alam. Peserta adalah seluruh siswa kelas 6 beserta seluruh guru bahkan juga melibatkan karyawan. Dengan kostum kaos biru-putih peserta melakukan ceking bekal dan perlengkapan. Perjalanan menuju lokasi lumayan menantang dengan track mendaki dan berkelok.

Sampe di lokasi setelah rehat sejenak ngilangi shock perjalanan, dilanjut dengan pemanasan agar selama perjalanan tidak terjadi kesleo otot. Beberapa anak harus minum teh anget dulu karena kondisi perjalanan yang naik turun nan berkelok membuat perut mual.

Setelah panas, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberangkatkan berurutan menyusuri track yang sudah ditentukan. Target petama adalah mencapai Grojogan Sewu. Air terjun sungai yang masih alami menjadi daya tarik awal dalam rangkaian perjalanan kali ini.

Inilah dia Grojogan Sewu itu. Mungkin Sewu atau Seribu itu yang dimaksud adalah seribu sentimeter ketinggiannya, atau sepuluhan meter. Air yang mengalir terlihat jernih dan jatuh pelan. Tepat di bawah Grojogan menggenang bening air yang mengundang siapa saja untuk terjun berenang. Di situ ada papan peringatan, :Kedalaman Lubuk 5 meter. Jadi harus hati-hati ya yang ingin berenang.

Puas menikmati pemandangan grojogan sewu, istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Ust. Ariefuddin memberikan dahulu pengantar sebelum perjalanan dimulai. Hakikat hidup ini adalah sebuah perjalanan. Selama kita hiduo di dunia ini hakikatnya adalah, pertama, dunia adalah tempat dimana kita untuk menanam amal. Tempat untuk bekerja keras yang hasilnya akan kita panen kelak di akhirat. Segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, tidak selamanya. Bahkan kita sekarang ingin refreshing masih harus berjalan panjang untuk mendapatkan pemandangan indah. Itu pun meski refresh tapi juga ada lelahnya. Bahkan jika orang sudah meninggal katanya Rest In Peace. Betulkah damai. Di alam kubur sana setiap jiwa akan menjumpai kondisi sesuai amal dunia tentunya. Kedua, di dunia ini kita harus punya kejelasan tujuan. Sebuah perjalanan tanpa tujuan sudah dipastikan tak terarah dan boros. Boros energi, biaya, waktu. Mau jadi apa kita harus mulai diperjelas tujuannya, sehingga setiap tahap perjalanan akan mudah direncanakan. Ketiga, hidup ini adalah kemampuan kita untuk melakukan pilihan. Karena setiap saat kita pasti dihadapkan dengan pilihan. Setelah ini kita mau ke mana, makan, duduk, jalan. Kegagalan hidupn atau kegalauan saat kita menjalani hidup ini tidak mantap melakukan pilihan. Pilihan kita adalah tanggun jawab kita. Jika kita bisa merumuskan 3 hal di atas hidup kita akan berjalan mantap dan jelas arah.

Medan yang mendaki dan terjal menghiasi perjalanan. Mayoritas track yang dpilih adalah hutan yang masih lebat. Terkadang, di kiri-kanan terdapat jurang yang menganga. Kehati-hatian langkah ekstra tinggi. Meski ada juga hiasan pemandangan nun jauh yang indah bisa mengobati letihnya perjalanan.

Dua jam berjalan dengan medan yang luar biasa menghasilkan letih dan laper yang luar biasa juga. Sampe di lokasi, Taman Sungai Mudal dilanjut dengan makan siang bersama. Baru disusul dengan sholat Dhuhur berjama’ah. Enaknya sungguh super, dengan menu daging ayam dan minum kelapa muda nan segar menutup perjalanan siang itu.

Ust. Hamdan memberikan pemaknaan dari kegiatan perjalanan yang baru saja usai. Masih dengan tema kehidupan yang harus jelas tujuannya. Salah satu ciri bahwa seseorang mempunyai tujuan yang jelas bisa dilihat dari ‘atribut’ dan kondisi selama akan dan sedang berjalan. Misal, jika seseorang akan pergi haji dan akan pergi menjadi suporter sepakbola pasti atribut yang dikenakan beda jauh. Sangat tidak mungkin orang yang akan pergi haji beratribut kaos mencolok dengan panji suporter sepakbola dan naik kendaraan yang blombongan. Hal penting berikutnya dalam melakukan perjalanan adalah kesiapan bekal. Orang yang sudah jelas tujuannya akan mempersiapkan bekal dengan baik. Bukannya santai seenaknya saja. Kelulusan dari SD bukan ujung dari perjalanan, tapi baru satu tahap lanjut menuju tahap perjalanan kehidupan berikutnya.

Selesai pemaknaan, anak-anak dipersilahkan untuk menikmati wisata di Taman Sungai Mudal ini. Taman ini berseting sungai alami yang bersumber dari gua alami. Mengalir memanjang ke bawah dengan kontur alam air terjun yang alami juga. Di sekitarnya hutan yang ditata sedemikian rupa menjadi taman yang alami. Obyek ini masih gratis baru akan dibuka setelah lebaran Juli 2015 nanti. Yang mau ikut menikmati nuansa alam sungai bisa camping lho di Taman Sungai Mudal ini.