Aksi Hari Bumi 2017 : Dari Jogja Selamatkan Dunia

Menutup kegiatan pembelajaran di tema terakhir pada semester 2 kali ini, kelas 3 dan kelas 4 bekerjasama untuk mengadakan even kolaborasi, Bertepatan dengan momen Hari Bumi 2017 yang diperingati setiap 22 April, kegiatan tutup tema bersama mengambil bentuk Aksi Hari Bumi 2017. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at 21 April 2017 bertempat di Titik Nol Kilometer Jogja. Tepatnya di depan Museum Serangan Umum 1 Maret. 
Meskipun melibatkan anak-anak, namun aksi ini dikemas dengan bentuk penampilan sebagai ekspresi anak-anak terhadap pentingnya menjaga bumi dari kerusakan. Pesan peringatan hari bumi disampaikan dalam bentuk Orasi, Puisi, Nyanyian, pentas Teatrikal, Happening Art, Fashion Show dari barang bekas, Pembagian bibit tanaman cabe dan Flash Mob.
 Penyampaian pesan dalam bentuk aksi di ruang publik ini merupakn pembelajaran penting sehingga setiap anak akan mengalami bagaimana mulai dari perencanaan awal, mengelola masa, setiap orang hingga pelaksanaan di lapangan. Kedisiplinan menjadi hal yang penting untuk diwujudkan dikarenakan di ruang publik akan bertemu berbagai orang, khalayak dengan tujuan dan aktivitas bermacam-macam. Sedangkan massa aksi harus fokus satu komando untuk menyampaikan pesan penting hari Bumi.
Dukungan perlengkapan seperti sound system, konsumsi, transport, atribut turut menunjang kesuksesan aksi. Butuh pengorganisasian yang rapi untuk melahirkan aksi yang apik. Aksi ini sukses berjalan tidak terlepas dukungan orang tua dan wali yang siap bekerjasama manakala dirasa ada kurang dalam perencanaan dan pelaksanaan. Sehingga kerjasama siswa-guru dan orang tua itulah kunci sukses keberhasilan proses pendidikan.
Selain itu dukungan dari dinas pariwisata melalui UPT Malioboro dan aparat keamanan polsek Gondomanan serta unit ambulans dan medis Puskesmas Gamping 2 turut serta mengawal suksesnya acara. Rencananya even peringatan hari Bumi ini akan dilaksanakan rutin tahunan.
Iklan

Napak Tilas Perjuangan Kemerdekaan

Untuk memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 ini, siswa kelas 3 mengadakan kegiatan lain daripada yang lain. Kenapa? Karena mereka bukan mengadakan lomba-lomba seperti yang dilaksanakan pada umumnya peringatan kemerdekaan. Tapi, mereka mengadakan kegiatan diberi judul Napak Tilas Perjuangan Kemerdekaan. Apa sih kegiatannya? Kegiatannya berupa melakukan jalan kaki sejauh kurang lebih 3 kilometer. Kegiatan tersebut diadakan pada hari Selasa, 16 Agustus 2016.
Sebelum melakukan perjalanan, siswa dikumpulkan dahulu di halaman untuk mendapatkan penjelasan dari ustadz-ustadzah. Setiap siswa diwajibkan untuk membawa bekalnya sendiri menggunakan tas puggungnya. Setiap barang bawaan menjadi tanggung jawab setiap siswa. Setelah dipastikan semua siswa sehat dan memahami aturan selama perjalanan, maka dengan berbaris satu-satu mereka berangkat menuju tujuan menyusuri medan yang sengaja dipilih lebih alami.
Meski hanya jalan-jalan, kedisiplinan barisan harus menjadi perhatian setiap pasukan. Ditambah lagi manakala perjalanan sudah memasuki jarak yang lumayan jauh. Saat capek sudah mulai muncul, semangat untuk jalan semakin berat, ketangguhan mulai diuji. Suara keluhan mulai bersahutan, wajar karena memang seusia mereka memang banyak yang belum pernah jalan jauh. Tapi tekad sudah bulat, perjalanan terus berlanjut.
Suasana istirahat menjadi saat yang akrab. Masing-masing siswa mengeluarkan bekalnya untuk kemudian saling bertukar atau memberi bagi yang bekalnya kurang. Selain melepas lelah sambil menyantap bekal, sesekali berbincang disertai candaan ternyata cukup mengurangi lelah yang dari tadi membebani perjalanan.
Ingat, perjalanan masih jauh sehingga waktu istirahat harus segera diselesaikan. Segera siswa berkemas merapikan tas punggungnya dan, eits, sampah dari bungkus makanan segera dikemasi. Tanda-tanda kelelahan memang benar-benar melanda terlihat dari bentuk barisan. Dari awal satu per satu sudah mulai menggerombol. Tas punggung tidak lagi ditenteng nempel punggung tapi sudah mulai diangkat-angkat.

Bahagianya suasana hati, raut muka yang kusut berubah menjadi ceria saat rute perjalanan tiba di sungai yang jernih airnya. Pasukan tidak sabar untuk bersegera masuk ke sungai merasakan dinginnya air setelah dterpa terik mentari selama perjalanan. Mereka tak pedulikan pakaian basah tercelup air, justru itu yang diinginkan supaya kesegaran segera merata ke sekujur tubuh.
Tak cukup berbasah-basah, berlanjut setelah tas bekal dipastikan aman disimpan, mereka langsung nyebur berenang di sungai membasahi seluruh tubuh. Air dan anak-anak, rupanya dua hal yang tidak bisa dipisahkan satu dan lainnya.
Tak jauh dari situ, ada tukang tambang pasir yang sedang mengumpulkan pasir kali. Anak-anak segera antusias untuk ikut membantu menggerakkan alat angkut pasir kali yang berupa ban dalam truk yang dipompa sehingga bisa mengambang sedangka di tengah-tengahnya ditempatkan wadah tempat pasir kali diangkut.
Alhamdulillah, sampai di tujuan sudah menjelang Dhuhur sehingga bersegera seluruh siswa untuk bersih dir dan ganti pakaian. Setelah berwudhu mereka menuju ruang kelas untuk melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah. Ruang yang digunakan merupakan ruang kelas baru TKIT Nurul Islam yang sudah kurang lebih 60% jadi dengan target Februari 2017 sudah bisa difungsikan. Area TKIT Nurul Islam yang baru ini menjadi tujuan akhir dari perjalanan panjang siswa kelas 3.
Setelah makan siang, acara dilanjutkan dengan menonton film Jendral Sudirman karya siswa kelas 3 juga pada tahun 2009 dahulu. Di film tersebut anak-anak bersama memaknai kegiatan perjalanan panjang yang barusan dilakukan. Hampir semua siswa merasakan lelah dan letih. Dan itu adalah normal. Justru yang tidak normal jika tidak merasakan letih dengan perjalanan panjang tersebut. Tapi, jendral Sudirman juga melakukan perjalanan panjang, bahkan lebih panjang. Dari Jogja, Gunung Kidul, Wonogiri hingga Pacitan Jawa Timur. Itu bisa dilakukan dan merupakan bagian dari perjuangan melawan penjajah. Bahkan dalam kondisi Jendral Sudirman sakit paru-paru yang parah tapi tetap memimpin pasukan. Ternyata, sama-sama lelah yang membedakan adalah adanya semangat pantang menyerah. Dengan semangat pantang menyerah tersebut apapun keinginan dan tujuan meskipun halangan merintang akan ditembus juga.

Ekplorasi Klasifikasi Tumbuhan

Belajar tentang makhluk hidup tidak akan lepas dengan mempelajari dunia tumbuhan. Untuk lebih mengenal sifat dan karakteristik berbagai macam tumbuhan bisa dimulai dengan melakukan pengelompokan tumbuhan. Pengelompokan bisa dilakukan dengan menemukan kesamaan bentuk yang terdapat pada tumbuhan. Belajar tentang pengelompokan tumbuhan, siswa kelas 3 terjun langsung ke lapangan. Lapangannya tentu bukan lapangan bola ya, tapi ladang dimana letak berbagai tumbuhan bisa didapat.
Semua siswa dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Setiap siswa mencari minimal 2 tanaman yang berbeda. Setelah terkumpul setiap kelompok, masing-masing melakukan pengelompokan terhadap tanaman tersebut. Pengelompokan dilakukan dengan dasar kesamaan. Bebas. Bisa atas kesamaan bentuk akar, kesamaan bentuk daun atau yang lainnya.
Setelah dikelompokkan, setiap kelompok diminta menggambarkan bentuk akar dan daun dai setiap tumbuhan yang mereka kelompokkan. Dari berbagai tanaman yang mereka peroleh, ternyata ada 2 jenis bentuk akar yang didapat. Akar berbentuk keriting lembut dan kecil, serta bentuk akar yang besar-besar namun diliputi serabut akar lembut. Bentuk daun pun mereka dapatkan bermacam. Bentuk bulat dan memanjang. Di tengah daun terlihat tulang daun. Bentuk tulang daunnya pun ada yang seperti tulang ikan dan ada yang seperti jari manusia. 
Dengan belajar langsung di alam, anak merasakan langsung bagaimana menjadi seorang Botanist, ahli tanaman yang tahu benar seluk beluk tanaman yang berada di alam ini.

Khotmil Qur’an dan Imtihan Qiroaty ke-6

Patut selayaknya mengungkapkan kesyukuran kepada Allah SWT, hari Ahad, 22 Mei 2016 Alhamdulillah, SDIT Alam Nurul Islam bisa melaksanakan kegiatan Khotmil Qur’an dan Imtihan metode Qiroaty yang ke-6. Yang mana di tahun yang lalu, 2015, acara tersebut tidak bisa dilaksanakan dikarenakan dinamika pelaksanaan pembelajaran baca tulis qur’an sehingga siswa yang sedianya menjalani ujian akhir baca qur’an tidak bisa dilaksanakan. Untuk kesempatan kali ini, dari siswa yang mengikuti ujian Ebtaq Qiroaty, berhasil lulus 22 siswa yang kemudian menjalani kegiatan Imtihan atau uji publik baca qur’an.

Kegiatan Khotmil dan Imtihan ini adalah bentuk tanggung jawab lembaga atas pelaksanaan kegiatan pembelajaran Qur’an dengan menggunakan metode Qiroaty. Setelah siswa-siswa yang sudah selesai menempuh ketuntasan jilid, mereka diuji melalui kegiatan Ebaq, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Imtihan untuk uji publik. Demikian sambutan kepala sekolah

Dari perkembangan ketuntasan, dari awal mengalami perkembangan secara kuantitas. Pernah di awal-awal siswa yang lulus Ebtaq dan mengikuti Imtihan hanya 2 anak. Alhamdulillah sekarang meningkat signifikan, tentu dengan dukungan sekolah, guru dan orang tua. Di awal banyak yang merasakan metode Qiroaty ini sangat sulit, namun dengan ketekunan dan pengembangan metode akhirnya semakin banyak siswa yang lulus. Targetnya, siswa kelas 4 nantinya sudah bisa lulus semua sehingga bisa mendukung kegiatan tahfidh secara mandiri.

Kegiatan Khotmil ini diawali dengan prosesi khataman, siswa membacakan surah dari Adh-Dhuha hingga An-Naas. Para tamu undangan bisa menyimak, meski tidak begitu mendalami ilmu Qur’an, cukup dengan mendegarkan akan bisa mengetahui perbedaan bacaan yang dilantunkan. Setelah itu, para siswa menunjukkan pembelajaran Gharib. Yaitu cara membaca ayat di beberapa tempat Al Qur’an yang mempunyai hukum bacaan secara khusus. Setiap ayat yang dibaca, siswa menguraikan hukum bacaan yang terdapat pada ayat tersebut serta disebutkan ayat, surah dan juznya.

Setelah prosesi khataman, dilanjutkan dengan kegiatan Imtihan. Para hadirin dipersilahkan untuk memberikan pertanyaan terkait dengan bacaan Qur’an. Mereka bisa memilih siswa perorangan ataupun semua peserta. Meski dengan sedikit grogi karena sedang diuji oleh hadirin, alhamdulillah semua peserta mampu menjawab dengan cekatan hukum bacaan serta bacaan yang benar pada ayat yang dipilih oleh para hadirin. Bukan hanya peserta saja yang deg-degan, hadirin terutama orang tua peserta ikut berdebar juga.

Setelah prosesi Imtihan selesai, dilanjutkan dengan penyerahan syahadah atau sertifikat Qiroaty, sebagai tanda sudah lulus pembelajaran Qur’an Qiroaty. Tapi meski sudah lulus, kewajiban untuk selalu mengulang-ulang bacaan harus terus dilakukan. Seperti yang ditausyiahkan ustadz Fadhlan Abu Yasir, Lc yang memberikan motivasi kepada para hadirin tentang Qur’an. Pernah para shohabat diherankan oleh pernyataan Rasulullah SAW. Bahwa Ahlul Qur’an merupakan keluarga Allah. Allah mempunyai kelurga? Ya seperti pada hadits berikut :

إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ
النَّاسِ قَالُوا : مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ : أَهْلُ
الْقُرْآنِ هُمْ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para
sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para
ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan hamba pilihanNya
” (HR. Ahmad)

Simak penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan –hafizhahullah– berikut:“Yang dimaksud ahlul qur’an  bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an
(sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an.
Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan
menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan
Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah serta orang-orang pilihannya Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa.
Adapun orang yang hafal Al-Qur’an, membaguskan bacaan
Qur’an nya, membaca setiap hurufnya dengan baik. Namun jika ia
menyepelekan batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, ia bukan
termasuk dari ahlul qur’an. Tidak pula termasuk dari orang-orang khususnya Allah.
Jadi ahlul qur’an adalah orang yang berpedoman
dengan Al-Qur’an (dalam gerak-gerik kehidupannya), ia tidak menjadikan
selain Al-Qur’an sebagai panutan. Mereka mengambil fiqih, hukum-hukum
dari Al-Qur’an, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam beragama..”.

Sebagai bentuk pernghormatan Allah kepada orang yang membaguskan dan berusaha belajar Qur’an dengan benar, Allah janjikan malaikat akan selalu membersamainya. Malaikat akan selalu membisikkan kebaikan, melindungi dari marabahaya. Seperti yang disabdakan Rasulullah SAW dalam haditsnya : Orang yang pandai membaca Al-Qur’an (tartil) akan ditempatkan
bersama kelompok para Malaikat yang mulia dan terpuji
. Adapun orang yang
terbata-bata dan sulit membacanya akan mendapat dua pahala.” (H.R Bukhari &
Muslim). Bahkan orang yang selalu disibukkan dengan Al-Qur’an lebih diistimewakan oleh Allah dibandingkan orang yang selalu orang yang selalu berdzikir dan berdoa. Seperti sabda Rasulullah SAW :

عَن اَبٍي سَعيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهٌ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌه صَلٌى
اللٌه عَلَيهٍ وَسَلٌمَ يَقُولُ الرَبُ تَبَاَركَ وَتَعَالى مَن شَغَلَهُ
الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُه اَفضَلَ مَا اُعطِي
السْاَئِلينً وَفَضلُ كَلآمِ اللٌه عَلى سَائِرِ الكَلآمِ كَفَضلِ اللٌه
عَلى خَلقِه (رواه الترمذي والدارمي والبيهقي في الشعب ).

Dari Abu Sa’id r.a. berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Allah
berfirman, ‘barang siapa yang disibukan oleh al Qur’an daripada
berdzikir kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepadanya
sesuatu yang lebih utama daripada yang Aku berikan kepada orang-orang
yang memohon kepada-Ku dan keutamaan kalam Allah diatas seluruh
perkataan adalah seumpama keutamaan Allah atas makhluk-Nya.” (Hr.
Tirmidzi, DArami, dan Baihaqi
)

Bagi yang sudah mahir membaca Qur’an secara tartil, kewajiban selanjutnya adalah bagaimana menjaganya. Karena membaca itu merupakan ketrampilan yang selalu senantiasa diasah. Belajar Qur’an yang benar harus dengan metode talaqqi, bertatap muka langsung dengan guru. Dikarenakan bagaimana membunyikan setiap huruf dan bacaan harus dipandu dan diluruskan dengan baik. Bahkan pernah suatu waktu ada seorang ustadz yang sudah ‘terkenal’ namun setelah diuji bacaannya banyak sekali kesalahannya. Sehingga ustadz tersebut harus mengoreksi bacaanya kepada seorang syaikh. Dan terus bacaan qur’an tersebut harus terus dijaga dengan selalu mengeceknya kepada seorang guru Qur’an. Para shohabat juga dicek bacaannya dihadapan Rasul. Rasul pun juga setiap tahun dicek bacaan Qur’annya di depan malaikat Jibril.

Semoga mereka menjadi generasi Qur’an yang akan selalu bersama Qur’an di setiap saat. Menjadi keluarga Qur’an dan menginspirasi yang lain untuk lebih mencintai dan bersama Al Qur’an.

Penutupan Tema Pembelajaran : Kegiatan Ekonomi

Dear SDITAlamania, menutup tema pembelajaran yang bertajuk Survival, kelas 5 mengadakan kegiatan bersama berupa Gelar bersama macama-macam kegiatan ekonomi. Kenapa pilihan kegiatan ekonomi, karena sejatinya kegiatan ekonomi itu adalah merupakan upaya manusia untuk mempertahankan hidup, survival. Dengan kegiatan ekonomi setiap orang mampu menghasilkan baik uang maupun barang. Dengan penghasilan tersebut digunakan untuk mempertahankan hidupnya melalui pemenuhan pangan, sandang, rumah, hiburan dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Dalam pelaksanaannya, semua siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok lintas kelas 5. Setiap kelompok dibebaskan untuk mengeksplorasi pilihan kegiatan ekonomi apa yang akan layak dijual di event ekspo. Bisa penjualan barang maupun jasa. Kegiatan ekspo dilaksanakan pada hari Kamis, 1 Oktober 2015. Setiap kelompok ditantang berjuang untuk mendesain produk yang sebisa mungkin bisa meraup untung sebesar-besarnya.

 

Jasa Pemutaran Film

Berikut ini adalah tugas yang harus dilakukan setiap kelompok :

  1. Mempraktekkan usaha dagang, usaha jasa, usaha produksi
  2. Saling bekerjasama merancang/merencanakan :
  3. Membagi anggota kelompk pada jenis usaha dagang, jasa, dan produksi
  4. Merencanakan produk apa yang akan dibuat
  5. Merencanakan jasa apa yang akan dilakukan
  6. Merencanakn barang-barang apa yang akan dibeli dari kelompk lain dan dijual kkonsumen
  7. Membuat pengumuman yang ditempel
  8. Membagi dan menyiapkan alat dan bahan
  9. Bekerja dan melaksanakan tugas sesuai jenis usahanya
  10. Mengembalikan modal yang dipinjamkan Rp36.000 per kelompok
  11. Membuat laporan pada worksheet
  12. Dapat menghitung untung /Rugi

Jasa Cuci Kendaraan

 Semua perencanaan tidak diketahui detail ustadz/ah. Pada hari H ustadz/ah melakukan sensus kegiatan ekonomi berikut income dan aset yang diperoleh. Hasil sensus menunjukkan jenis usaha ekonomi yang dilakukan oleh 6 kelompok adalah : Untuk jenis jasa ada  Pijat, Cuci motor & sepeda, Cuci piring, rumah hantu, Sewa sepeda, Naila art, Nonton film. Untuk jenis usaha Produksi ada Es krem pot, jelly, koko crunch, es sirup selasih, cilok, pop crunch, es susu, es milo, mi bihun.

Usaha Cafetaria

 Dengan pembelajaran yang memberikan keleluasaan yang lebar bagi anak, setelah anak menguasai maksud dan tujuan kita bisa dapatkan mereka mampu untuk mengorganisasi sendiri kelompoknya. Guru sebagai mediator yang senantiasa memberikan stimulus. Tentu siap juga untuk mendampingi untuk mengawal kelompok manakala mendapatkan kebuntuan.

Pameran Karya Siswa dan Guru Peringatan 70 Tahun HUT RI

SDITAlamania, peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 masih menyisakan kegiatan. Yaitu pameran karya siswa dan guru yang sudah terkumpul akhir Agustus kemarin. Di pameran ini, karya-karya yang terkumpul akan diberi komentar dan penilaian oleh para pengunjung. Untuk kemudian karya yang mendapatkan apresiasi terbaik sangat berpeluang mendapatkan nominasi pemenang.
 Setiap karya dipajang di sepanjang koridor jalan yang memudahkan pengunjung untuk mengamati. Karya siswa terdiri dari Mewarnai untuk kelas 1 dan 2. Menggambar untuk kelas 3 dan 4. Cerpen dan Komik untuk kelas 6. Selain kategori yang tersebut, juga ada karya inovasi sains. Sedangkan untuk guru adalah karya media pembelajaran.
Di setiap karya yang dipajang disediakan kotak tempat untuk memberikan penilaian. Yaitu berupa pemberian kartu bergambar emoticon senyum. Pengunjung mendapatkan kartu tersebut di panitia pameran. Satu pengunjung hanya boleh memberikan satu kartu. Sehingga yang terpilih adalah karya yang paling pengunjung senangi.
 Tema Ayo Kerja di peringatan kemerdekaan kali ini menjadi inspirasi SDIT Alam untuk membuat lomba-lomba yang menitikberatkan inovasi. Tidak sekedar lomba yang sudah sering dilaksanakan oleh kebanyakan masyarakat seperti makan krupuk, panjat pinang, lari kelereng dan lain-lain.

Bupati Sleman Meletakkan Batu Pertama Gedung KBTKIT Nurul Islam

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillah di bulan Ramadhan kali ini setelah resmi membebaskan tanah di wilayah padukuhan Bedog Trihanggo Sleman, Yayasan Nurul Islam memulai prosesi pembangunan Gedung KBTKIT Nurul Islam. Acara Peletakan Batu Pertamanya dilakukan oleh Bupati Sleman Bapak Drs. H. Sri Purnomo, MM pada hari Ahad, 5 Juli 2015. Acara yang juga disertai dengan bakti sosial pembagian bingkisan sembako kepada masyarakat sekitar itu dihadir juga oleh Bapak Camat Gamping, Muspika dan pejabat kalurahan hingga dusun.

Setelah acara peletakan batu pertama dilanjutkan dengan pengajian oleh ust, Wargiyono yang hangat menyapa warga. Semoga dengan dimulainya pembangunan gedung KBTKIT Nurul Islam ini akan menambah dan meningkatkan proses pendidikan terutama di tingkat usia dini di bawah naungan Yayasan Nurul Islam. Ditargetkan 1 tahun kedepan pembangunan  akan sempurna tuntas selesai.