Selamat Jalan Ustadz, Ayah, Sobat dan Pimpinan kami . . . .

siswo

Senyum Anak Kecil

oleh : Ust. Siswo

Tapak-tapak kaki mungil
melangkah perlahan,
sambil membawa tas di pundak

memasuki gerbang kenangan
berharap asa kan ia terima
sejuta harap menyeruak pada dada
bahwa ia akan menjadi manusia

dan kita mengambil peran sebagai seorang dewa
memberi makna pada setiap kata
memberi arti pada setiap diri

kau ingat kawan,
saat kita menggurui mereka ?
bahwa ternyata
merekalah guru kita
dan kitalah murid mereka

kawan,
senyum mereka membawa makna
bahwa kita datang ke dunia
membawa pesan dariNya
rawat
ajari
bina
dampingi mereka-mereka
yang memiliki sejuta makna

kawan,
semangat ini kan terus terpatri
pada dinding hati

kawan,
kabari aku
jika suatu saat nanti senyum-senyum mereka
berubah
menjadi
penggenggam dunia !!!

Selamat Jalan Sobat dan Guru

oleh : Ust. Udin

Tapi
Baru saja kugenggam asa
Manakala lama kita kan bersama

Banyak cerita
warna
dunia
semesta . . . .
segera kan kita puja

Tapi
keputusan tlah terpatri
meski rasa peri ini tak terobati
Tersadar ternyata semua itu cukup jadi ilusi

Bukan berarti berpisah itu tiada
Kaget
mimpi
tak mungkin
jika terjadi itu harus mulai
sedangkan hati
belum sempat terinisiasi

Tapi
bukan berarti
tidak bersamanya kita
tidak bersama di jalan ini
setiap jengkal bumi ini
menanti
tetes keringat
tetes darah
penyubur tanah peradaban
guru dunia

Tapi
jauhnya kita
kan selalu rekat
saat ukhuwah
masih mengenergi

Slamat jalan Ustadz, Ayah, Sobat dan Pimpinan kami . . .

Siswa Baru Berdarah Swiss

Sebenarnya udah banyak sih anak SDIT Alam yang punya keturunan indo. Dulu ada mas Raihan, mbak Keiko yang campuran darah Jepang. Trus, mas Ahmad dan Haidar yang campuran darah Arab. Ada lagi, mas Fathur yang kecampuran darah Belanda. Nha, kali ini ada siswa baru yang juga punya darah campuran alias indo. Sindo namanya, bukan nama sebuah koran lho. Lengkapnya Sindo Anindebeur (bener gak ya nulisnya)
Sindo

Ayahnya asli orang Swiss, sedangkan ibunya asli orang Jogja. Anehnya meski berwajah Swiss tapi kalo ngomong pake bahasa Jawa. Waktu ditanya, “Hai Sindo kamu orang mana?”. “Aku wong Swiss (Aku orang Swiss)”. “Adikku jenenge Serra (adikku namanya Serra)”. “Jenengku Sindo, dudu koran Sindo apa lumpur Lapindo lho” (Namaku Sindo, bukan koran Sindo apa lumpur Lapindo lho) . . . .

Bookaholic (baca=gila buku)

sekolah alam
Mbak Hanum namanya, kelas III b. Setiap kemanapun satu hal yang selalu ada di tangannya. Buku. Sedang main, jalan, makan, senam bahkan apel dan salaman dengan ustadz-ustadzah, selalu bawa buku. Apapun judulnya. Komik, novel, atau buku pengetahuan umum. Yang jelas bukan ensiklopedia, habis berat pasti bawanya. Kebiasaan mbak Hanum harus ditiru. Karena Buku kan jendelanya dunia, jendelanya pengetahuan. Pasti kita kan tahu banyak dari buku. Gak usah khawatir, kepala kita muat kok untuk menyimpan pengetahuan bahkan bertumpuk-tumpuk buku. Oke, siap untuk menjadi Bookaholic?