Pelepasan Kelas 6 Angkatan 13 : Tubing Selokan Mataram

Prosesi pelepasan siswa kelas 6 menjadi agenda yang dinantikan baik dari siswa yang akan dilepas maupun para guru. Pasalnya, bentuk kegiatan yang outdoor activity dan tidak formal menjadi alasan kenapa kegiatan pelepasan banyak disukai. Bukan semata tampil dengan bentuk yang lain dan unik saja, kegiatan pelepasan siswa yang akan lulus dibuat. Tapi, tujuan kegiatan tersebut lah yang mengharuskan untuk dilakukan di alam bebas. Tujuan setiap kegiatan pelepasan adalah untuk tersampaikannya pesan kepada siswa yang akan lulus bahwa lulus itu bukanlah tuntasnya proses belajar di kehidupan ini. Perjalanan kehidupan ini masih panjang, kebutuhan bekal dalam menjalani kehidupan ini harus menjadi kesadaran setiap siswa yang lulus untuk kesuksesan kehidupannya. 
Pelepasan kali ini berlokasi di selokan Mataram. Ritual perjalanan di malam hari akan dilakukan sepanjang 15 kilometer dari lokasi sekolah. Untuk mengawali kegiatan, seluruh siswa kelas 6 berkumpul memulai kegiatan di sekolah sore hari. Setelah sholat Maghrib, siswa akan melakukan santap makan malam. Tapi, santap malam kali ini dilakukan dengan cara unik. Anak-anak duduk berhadapan dengan pasangannya. Kemudian mereka saling menyuap makanan di depannya.

 Begitu selesai makan malam kemudian berjama’ah ‘Isya untuk kemudian dilanjut dengan packing perbekalan. Setiap anak diwajibkan untuk membawa bekalnya sendiri, termasuk di dalamnya nack dan minum. Yang terpenting lagi ialah mereka harus membawa satu buah galon air mineral. Galon tersebut akan digunakan sebagai pelampung saat mereka merakit di selokan Mataram.

Peserta dibariskan sesuai dengan kelompoknya. Mereka menyimak pengantar dari wakil kepala sekolah, ust. Mukhtasar. Supaya selama perjalanan nanti tidak merepotkan, setiap barang bawaan dipacking dan dikemas sehingga mudah untuk dibawa. Tidak merepotkan selama peserta berjalan. 
Track yang dilalui bermacam-macam. Terkadang masuk kampung, jalan raya, persawahan dan hutan. Tak terkecuali juga tracking naik ke bukit dan melewati kuburan. Panjang dan berlikunya track tidak menyurutkan langkah para peserta. Beberapa waktu rehat dilakukan untuk menyegarkan badan dari kelelahan.
Meski hari semakin malam, dengan track naik tetap ditapaki dengan penuh semangat. Peserta tidak hanya dari siswa, namun guru dan karyawan. Yang hebat lagi, karyawan catering yang dari segi usia sudah cukup senior namun tidak mematahkan semangat dalam menyusuri track. Setelah sampai puncak bukit, perjalanan tetap berlanjut menuruni bukit. Di ujung kaki bukit setiap peserta diminta untuk berhenti sejenak. Satu per satu kelompok diberi tugas untuk mengambil surat yang terdapat di dalam lokasi kuburan. Satu anak satu surat.

Tidak hanya fisik saja yang dibutuhkan dalam acara pelepasan ini. Mental juga harus dikendalikan dari rasa takut. Meski berkelompok dengan waktu menunjukkan jam 01.30 sudah memberi nuansa menakutkan sendiri di dalam kuburan. Tapi semua peserta berhasil mendapatkan suratnya masing-masing.
Pagi harinya meski dengan istirahat yang singkat, mengawali pagi dengan pemanasan dahulu. Kegiatan awal adalah pembuatan rakit dari galon dan bambu. Setiap kelompok dibrifing dahulu oleh ust. Irman teknis pembuatan rakit. Setiap kelompok harus dipastikan memahami dan mampu membuat rakit. Karena rakit itu yang akan digunakan sebagai kendaraan pulang. Jika rakit tidak kuat bisa jadi akan hancur di tengah selokan. 

Perjalanan selesai dan ditutup dengan pemaknaan dan ucapan secara resmi pelepasan kelas 6 di rumah makan Sego Wiwit

Tarhib Ramadhan 1438 H

Menjelang bulan Ramadhan tiba, kegiatan yang ditunggu-tunggu adalah pawai tarhib Ramadhan. Mengajak orang lain untuk bergembira dan bersiap menyambut Ramadhan. Bergembira untuk menjemput anugrah Allah dengan dilipatgandakannya pahala ibadah. Bergembira menikmati ibadah puasa dengan bukanya. Meramaikan masjid dengan berbagai aktivitas yang meningkatkan iman dan taqwa. 
Tema pawai tarhib kali ini adalah Aku Cinta Al Qur’an. Karena Qur’an turun di waktu Ramadhan sehingga sangat tepat di bulan Ramadhan kecintaan Al Qur’an diserukan supaya sepanajang Ramadhan kegiatan tilawah, tadabur, menghafal Al Qur’an selalu menghiasi. Anak -anak setiap kelas merancang kostumnya sendiri-sendiri sesuai dengan tema tarhib Ramadhan. 
   Kreativitas anak ditantang disini. Bagaimana inti pesan gembira beramadhan yang akan disampaikan kepada audiens sepanjang pawai bisa dipahami dan mensuasanakan bahwa benar memang Ramadhan kan tiba. Tentu supaya audiens melihat, peserta pawai harus sepandai mungkin menarik perhatiannya. Kostum, suara, marchandise harus pelengkap wajib pasukan pawai.
Di awal, sebelum pasukan pawai dilepas, ada fragmen singkat dahulu untuk memperkuat tema yang akan dibawa di pawai kali ini. Fragmen diawali dengan adegan ada 2 orang santri yang membacakan Qur’an surah Al Baqarah ayat 138 – 135 beserta terjamahnya. Tampak khusyuk dan bersuara merdu lantunan tilawah para santri. Para siswa menyimak dan merenungi perintah puasa dari Sang Maha Khalik melalui surat cintaNya, Al Qur’anul Karim.
Tiba-tiba datanglah di tengah acara sesosok orang berkacamata yang langsung menghentikan tilawah 2 santri tersebut. Santri kaget dengan wajah penuh heran. Orang berkacamata tersebut kemudian mengatakan supaya jangan percaya kepada apa yang sudah dibaca oleh santri tadi. Melarang untuk mempercayai Qur’an, tapi yang harus dipercayai adalah koran, sambil mengeluarkan secarik koran. Orang itu beralasan, karena koran lebih lengkap dengan gambar penuh warna serta beritanya up to date tidak kuno seperti Al Qur’an. Para siswa menjadi heboh, dan santripun berubah menjadi marah mendengar perkataan orang berkacamata itu. Tapi terus saja si kacamata itu terus menjelekkan Al Qur’an dan mengunggulkan koran.
 Suasana makin memanas hingga orang berkacamata juga terpancing emosi yang membuatnya melakukan tindakan fisik dengan memberikan tendangan kepada kedua santri. Kedua santri terjatuh tapi masih tetapi bertahan bahwa Al Qur’an adalah kitab yang paling benar terjaga hingga hari Qiamat. Isinya harus diyakini sebagai pedoman hidup seluruh manusia. Merasa usahanya tidak berhasil, orang berkacamata menelepon aparat untuk membantunya.
  Dengan waktu cepat aparat yang ditelepon hadir. Orang berkacamata tersebut lantas menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya. Orang tersebut melaporkan bahwa dirinya baru saja dianiaya oleh kedua santri saat lewat. Dirinya dijelekkan di depan umum hingga dilakukan pemukulan kepada dirinya. Mendengar laporan orang berkacamata seluruh anak langsung berteriak “Huuuuu” sambil berkata “Bohong !!” Orang berkacamata tadi memutar balikkan fakta yang terjadi. Aparat yang menerima laporan itu langsung menerima dan akan segera menindaklanjuti. Anehnya lagi, aparat malah menahan kedua santri karena laporan si orang berkacamata itu. Anak-anak berteriak-teriak untuk membela kedua santri yang sudah difitnah. 
  Di tengah kegaduhan audiens, tiba-tiba datanglah sesosok yang mengenakan sorban dan berkacamata. Bersuara lantang berusaha untuk menenangkan massa. Setelah massa terkendali, Orang bersorban tersebut kemudian mengajak dialog aparat yang tadi menahan kedua santri. Orang bersorban mencari tahu kejadian sebenarnya. Karena informasi yang dipahami aparat tidak sesuai dengan kenyataan, audiens kembali gaduh mengatakan bahwa yang salah adalah orang berkacamata. Karena telah melakukan penistaan terhadap Al Qur’an dan melakukan tindak kekerasan kepada kedua santri. Menyimak seluruh informasi, orang bersorban menginginkan supaya aparat bertindak adil. Mendindak setiap pelanggaran sesuai dengan fakta yang terjadi. Bukan sebaliknya. Karena manakala aparat tidak bertindak adil sesuai hukum, pasti akan terjadi kegaduhan. Tapi, anehnya, aparat masih saja tetap bertahan bahwa laporan dari orang yang berkacamata lah yang benar. Karena situasi semakin gaduh, kemudian aparat menelepon presiden untuk menengahi situasi.
 Presiden kemudian hadir di tengah situasi ketidakpastian dikarenakan aparat tidak bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku. Bahwa penista agama sesuai hukum merupakan pelanggaran yang harus ditindak tegas. Kemudian Bapak Presiden memberikan arahan kepada aparat dan yang berselisih serta massa audiens. Intinya, Bapak Presiden meminta supaya aturan ditegakkan, serahkanlah urusan kepada pihak yang berwenang. Janganlah bertindak main haim sendiri. Tapi, orang bersorban tidak terima dan mendesak Presiden supaya bertidak tegas kepada Penista Al Qur’an. Sekali lagi, Presiden mengatakan supaya kembali pada aturan dan prosedur yang berlaku serta diminta menyerahkan urusan hukum kepada aparat yang berwenang. Massa tidak segera tenang, justru makin gaduh dikarenakan Penista tidak jelas tindakannya. 
  Bapak Presiden mendapat telepon dari raja Arab., jika ia akan hadir berkunjung. Tak begitu lama, rombongan raja Arab datang dengan perlengkapan yang megah. Kendaraan, pengawal serta karpet yang digelar sebagai tempat untuk berjalan.
Raja Arab kemudian berkeliling menyapa para audien dengan memberikan salam. Anak-anak pada takjub kepada kemegahan raja Arab beserta rombongannya. 
Selanjutnya, raja Arab memberikan sambutannya di depan para hadirin. Bahwa Al Qur’an sebagai kitab suci berisi nilai–nilai yang jika diikuti akan memberikan arah manusia dalam kehidupan ini. Sehingga siapapun sudah selayaknya untuk menghormati, mensucikannya. Sangatlah tidak bijak dan merupakan pelanggaran bagi yang menistakannya. Bagi penista sudah selayaknya untuk mempetanggungjawabkan perilakunya. 
Sebagai penghormatan atas kunjungannya, raja Arab memberikan hadiah berupa Al Qur’an raksasa kepada sang Presiden. Raja berpesan supaya selalu senantiasa menjaga Al Qur’an, memahami isi dan mengamalkan isinya, maka kehidupan bangsa dan negara akan aman makmur dan sentosa dengan berkeadilan dan beradab.
Selanjutnya barisan pawai tarhib Ramadhan berjalan mengelilingi wilayah di sekitar sekolah. Al Qur’an raksasa dibawah di barisan depan untuk membuka barisan. 
Tak lupa sepanjang jalan para peserta membagikan asesoris untuk menyampaikan pesan bergembira sambut Ramadhan. Para penduduk yang menyaksikan pawai tampak antusias dan bergembira menerima asesoris. Energi gembira sambut Ramadhan menyebar, suasana Ramadhan pun makin terasa.
Seperti biasa, setelah pawai anak-anak melakukan tugas kebersihan masing-masing kelas. Untuk penilaian kebersihan pada kesempatan kali ini, tim yang bertugas mengenakan ksotum bertema putri-putri Arab. Semarakkan Ramadhan 1438 kali ini, semoga ketaqwaan tergapai dan semua amal ibadah kita diterima Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Memulai Tahun Ajaran dengan Orientasi

Sudah menjadi budaya setiap masuk awal semester, SDIT Alam Nurul Islam selalu mengadakan masa orientasi untuk seluruh siswa. Tidak hanya siswa baru kelas 1 saja. Orientasi ini penting mengingat masa liburan yang panjang sangat beresiko untuk ‘menghapus’ kebiasaan baik saat kegiatan pembelajaran di sekolah berlangsung. Tiga hari awal semester dipergunakan untuk orientasi dengan muatan : motivasi ulang semangat belajar siswa, peneguhan cita-cita dan harapan, penyegaran kembali tata tertib dan budaya SIP berikut simulasinya, menyusun perangkat kepengurusan kelas.
Momen masuk setelah libur Idul Fitri dimanfaatkan sekalian untuk berhalal bi halal. Semua siswa bersamalan dengan guru dan siswa lainnya. Sebelumnya diumumkan lokasi kelas serta guru yag baru bagi siswa. Karena posisi kelas di SDIT Alam disusun tidak secara linier, urut. Namun lokasinya disusun dengan maksud adanya pola pengasuhan antar siswa. Kelas 4 letaknya di atas kelas 1, kelas 6 di atas kelas 3 dan kelas 5 letaknya di atas kelas 2. Ada siswa yang mendapatkan guru lama tapi banyak siswa yang mendapatkan guru baru. Baru dalam artian belum pernah diajar. Dalam kesempatan ini juga selain kelas dan guru baru, kepala sekolah pun di tahun ajaran ini juga baru. Ustadzah Sunarsih sekarang menjadi kepala sekolah dan ustadz Mukhtasar menjadi wakilnya.
Siswa kelas 1 disambut oleh guru-guru yang spektakuler. Para guru berkostum wayang dengan senyum cerianya menyambut setiap siswa. Tentu para siswa menjadi tertarik perhatiannya. Yang paling penting untuk untuk siswa baru adalah berkenalan dengan para siswa dan guru serta tempat-tempat yang berada di sekolah. 
Sosialisasi tata tertib dan budaya SIP (Sholih-Ilmuwan-Pemimpin) dilakukan bersama di GOR. Tahun ajaran ini ada penekanan budaya di aktivitas bersuci atauThaharah. Sehingga secara detail dan praktis siswa dipastikan memahami prosedur dan tata cara melakukan bersuci. Untuk memastikan budaya ini berlangsung, setiap siswa dibimbing untuk melakukan simulasi bersuci, cara buang air kecil/besar dan cara berwudhu. 
Sosialisasi budaya ini akan diteruskan kepada para orang tua dan wali siswa di forum Dewan Kelas yang dilaksanakan per level kelas. Harapannya, budaya dan karakter yang dibangun bisa bersama-sama secara sinergi dilakukan baik oleh sekolah maupun orang tua di rumah.

Lomba Pustaka 2016

Cita-cita karakter SIP, Sholih, Ilmuwan dan Pemimpin akan selalu menjadi tujuan dalam setiap aktivitas pembelajaran di SDIT Alam. Tujuan SIP bukanlah kognitif, yang dihafal saja. Namun jauh mendalam menjadi karakter setiap guru dan siswa yang mantap. Sehingga karakter yang terbentuk harus terus diasah supaya semakin tajam. Untuk mengasah karakter Ilmuwan, SDIT Alam mempunyai even tahunan berupa Lomba Pustaka. Kali ini pelaksanaannya dari tanggal 13 – 16 Juni 2016. Even yang disediakan untuk siswa untuk mengasah dan melihat karya mereka di bidang kepustakaan dan keilmuwanan. Ditambah, untuk tahun ini even Language Competition melengkapi untuk mengasah kemampuan skill berbahasa. Inggris dan Jawa.

Pembukaan Lomba Pustaka dan Language Competition ditandai dengan kegiatan lepas burung Emprit dan Dara. Sebagai simbolisasi pembebasan berpikir untuk melahirkan ide-ide brilian yang tergores dalam karya-karya yang mengabadi. Terbang bebas meninggi setinggi cita-cita dan obsesi setiap anak setinggi langit. Seperti yang disampaikan kepala sekolah dalam sambutannya, bahwa pengakuan kecerdasan seseorang itu bukan pada dapat nilai berapa ujiannya, seberapa sukses ia mengerjakan soal tes. Namun, seberapa banyak, seberapa bagus karya sehingga mampu menginspirasi banyak orang untuk melakukan kebaikan.
  
Selain lomba yang berbasiskan perpustakaan, digelar juga lomba kreasi Sains. Siswa secara individu maupun kelompok mendaftarkan kreasi Sainsnya. Di saat perlombaan, setiap peserta diminta presentasi di depan juri untuk memaparkan latar belakang dibuatnya karya. Kemanfaatan, seluk-beluk pembuatan hingga desain produknya. Meski dari segi pembuatan masih mendapatkan bantuan dari pembimbing, namun ide awal yang melatarbelakanginya termasuk original. Ada yang melihat ruangan yang panas dan bikin gerah, muncul ide untuk membuat pendingin ruangan yang sederhana. Menggunakan kipas listrik bekas, dimasukkan dalam boks plastik yang di dalamnya dimasukkan es batu. Ujung boks dilubangi yang mana saat kipas dihidupkan, hawa dingin es akan mengalir keluar.
 Kali ini Lomba Pustaka untuk kali keduanya disertai dengan even Language Competition. Kompetisi skill bahasa Inggris dan Jawa. Spelling Bee, Story Telling dan Singing untuk bahasa Inggris. Nembang dan Crita untuk bahasa Jawa. Di luar dugaan, peserta yang mendaftar sangat antusias. Siap mengasah kemampuan dalam bahasa Inggris dan Jawa. 
Tak tanggung-tanggung, untuk juri dihadirkan native speaker sekaligus untuk melatih keberanian anak berkomunikasi langsung dengan Inggris. Karena kata ustadz, Inggris itu masalah mental bukan semata skill, ketrampilan. Karena jika mental bicara dengan Inggris sudah terbentuk maka meski tata bahasanya kurang tepat, komunikasi dengan native jadi percaya diri.
 Terinspirasi dari acara televisi, ada juga lomba rangking 1 untuk mengasah pengetahuan dan wawasan siswa. Mereka diuji kecepatan dan kecekatan dalam memberikan jawaban soal yang diberikan. Lomba yang serupa ada juga Komunikata, menebak sebuah benda dengan deskripsi dan peragaan anggota tubuh dari teman lainnya. 
Anugrah Raja dan Ratu Buku kali ini jatuh pada mas Izee 5A dan Naila 5B. Tertinggi peminjam buku selama tahun pelajaran 2015-2016 adalah sebanyak 105 buku dipegang oleh mbak Aida 5A. Mereka tidak semata diuji secara kuantitas banyaknya buku, namun dicek seberapa paham isi buku yang dibacanya. Piala raja dan ratu buku akan dipergilirkan setiap tahun untuk dipilih siapa yang memang paling suka ke perpustakaan membaca dan meminjam buku.
Selain siswa, diberikan anugrah juga bagi guru yang meminjam buku terbanyak tahun ini. Untuk ustadzah disandang oleh ustadzah Astrid sedangkan ustadz oleh ustadz Sudri. Selamat menjadi inspirasi anak-anak untuk lebih mencintai buku dan berlanjut menghasilkan karya-karya sebagai peneguhan karakter ilmuwan.

Pelepasan Siswa Kelas VI : Bermalam di ‘Hotel Bintang Ribuan’

Enam tahun sudah para siswa menjalani proses pembelajaran di tingkat dasar. Enam tahun sudah proses itu harus diakhiri. Enam tahun lalu mereka diserahkan para orang tuanya kepada sekolah, kini sudah tiba saatnya sekolah mengembalikan amanah yang sudah dipercayakan kepada para orang tua. Bak anak burung yang masih kecil mungil, selama enam tahun menjalani masa pendidikan dan pembinaan. Ilmu, pola pikir, ketrampilan dan sikap dibangun selama enam tahun. Saatnya pribadi-pribadi yang sudah tertempa itu dilepas untuk terbang menuju jenjang kehidupan selanjutnya. Prosesi Pelepasan Siswa Kelas VI SDIT Alam Nurul Islam dilaksanakan pada hari Sabtu-Ahad, 4 – 5 Juni 2016. Prosesi Pelepasan merupakan kegiatan khas untuk menandai, memastikan bahwa setiap siswa sudah mantap bekalnya dalam menapaki jenjang kehidupan selanjutnya. 

 Kegiatan Pelepasan dimulai dengan acara makan malam bersama. Siswa kelas VI sudah merasakan bahwa saat-saat perpisahan setelah kebersamaan selama 6 tahun tinggal menghitung hari lagi. Tentu mulai muncul perasaan sedih, kehilangan bercampur mengiringi perpisahan diantara mereka. Untuk merasakan kebersamaan lebih mendalam diwujudkan dalam acara makan malam bersama. Namun makan bersama ini lain daripada yang lain.

Siswa berkumpul berpasangan dan duduk berhadapan. Sambil menunggu jatah makan malam setiap pasangan diminta untuk memperhatikan wajah sahabat yang akan segera berpisah itu dengan penuh makna.

Begitu makan malam sudah siap di depan masing-masing anak. Mereka diminta untuk membuka bungkusan makan tersebut. Setelah lengkap tersaji, mereka belum diperbolehkan untuk menyantap.
 
 Setiap anak diminta untuk mengambil nasi, sayur dan lauknya. Setelah diambil dengan tangan, mereka diminta untuk saling menyuap makan kepada sahabat pasangan di depannya. Dipastikan suapannya disantap dengan baik. Tidak tumpah atau keliru masuk. Suapan diulang sebanyak lima kali. Setelah itu, bungkusan makan digeser ke arah kiri. Setiap anak diminta mengambil makan, kini suapannya diberikan kepada sahabat sebelah kirinya sebanyak tiga kali. Begitu juga untuk arah ke kanannya. Sungguh rasa kebersamaan menjadi lebih dalam terasa. Sepertinya sudah lama suapan terakhir dari bunda saat makan di usia yang belum benar terampil menyantap. Kini sahabat kita memberi suapan itu, nuansa kedekatan bunda seakan hadir dari tiap suap yang diberikan oleh si sahabat. Bukan semata rasa makanan yang dikecap oleh lidah. Rasa kedekatan dan kebersamaan mendalam muncul di hati.
 
 Selesai makan malam dan sholat ‘Isya berlanjut keberangkatan menuju lokasi Pelepasan yaitu Gumuk Pasir pantai Parangkusumo. Perjalanan tidak langsung menuju Gumuk Pasir namun berhenti dahulu di titik transit. Untuk menuju titik lokasi ditempuh menggunakan jalan kaki. 
Perjalanan malam menjadi ciri khas kegiatan Pelepasan. Sebagai simbol bahwa menjalani kehidupan ini harus ditempuh terus maju. Meski sudah lulus SD, perjalanan kehidupan terus berlanjut. Setiap siswa menapaki pematang sawah untuk menuju di titik keberangkatan. Setiap peserta tidak diperkenankan membawa alat penerang kecuali para pemandu ustadz/ah.
Di titik keberangkatan rombongan istirahat untuk menyantap snack sebagai sumber energi dalam melakukan perjalanan panjang. Sekaligus memastikan keperluan kamar mandi dituntaskan di titik keberangkatan. Kegiatan dilanjut dengan peregangan yang bertujuan untuk menghindari resiko keseleo sendi sewaktu jalan. 
Rombongan dibagi menjadi 3 kelompok besar. Setiap kelompok disertai dengan ustadz/ah dalam menyusuri perjalanan. Jalur yang dilalui merupakan hutan cemara yang sangat gelap. Dengan penerangan yang terbatas setiap kelompok menyusuri perjalanan. Meski langit tampak cerah dengan bintang gemintang, lebatnya pepohonan menyebabkan malam terlihat lebih pekat. Suara binatang malam terdengar jelas, dari kejauhan suara deburan ombak laut selatan bersahutan. Selain pekatnya malam, sepanjang perjalanan ditemui jalur basah lengket melintas. Setelah diamati rupanya jejak seekor binatang keluarga molusca. Lintah.
Lintah-lintah melintasi jalan meninggalkan jejak berupa lendir. Di kanan-kiri merupakan semak belukar yang bisa jadi merupakan sarang mereka. Perasaan geli campur takut melihat pergerakan lintah sambil membayangkan jika menempel di kulit kaki. Tentu dengan leluasa akan menyedot darah hingga kenyang karena di mulutnya yang dilengkapi zat anti beku darah.
Start jam 23.00 sampai titik akhir di Gumuk Pasir jam 12.30. Kaki-kaki sudah terasa pegal ditambah lagi mata yang sudah berat menahan kantuk. Sampai di titik finish segera setiap peserta mengambil tempat untuk istirahat. Beberapa di bawah bangunan, ada juga yang menuju tengah Gumuk Pasir langsung merebahkan diri. Beratapkan langit yang bertaburan bintang sehingga seperti menginap di Hotel Berbintang. Bintangnya ribuan.
Jam 03.00  para peserta dibangunkan untuk melaksanakan sholat Tahajud. Keterbatasan air wudhu, para peserta menggunakan air mineral yang dibawa selama perjalanan. Setiap peserta membawa air sebanyak 3000 ml memang sengaja untuk memenuhi keperluan minum dan bersuci selama perjalanan. Tahajud dilaksanakan sendiri-sendiri, suasana sunyi bertabur bintang menambah khusyuk di sepertiga malam terakhir.
Shubuh menjelang, para peserta melaksanakan sholat Shubuh dilanjutkan dzikir al Ma’tsurat. Menunggu hari terang dilanjutkan dengan pemaknaan perjalanan malam yang baru saja dilakukan. Ibarat kehidupan yang sedang dijalani, perjalanan malam tadi adalah kehidupan yang sedang ditapaki. Meski jelas jalannya terkadang mengundang kekhawatiran yang harus diputuskan setiap pilihan yang muncul. Kegelapan dalam berjalan sangat membutuhkan petunjuk dan panduan. Di kehidupan ini semua petunjuk menguatkan pilihan yang tersedia di depan kita. Bagi yang meninggalkan petunjuk, kehidupannya sering diliputi kegalauan. Lulus SD dihadapkan pada pilihan kemana harus meneruskan. Jika cita sudah mantap dipilih tentu petunjuk akan semakin memperjelas pilihan.
 Hari makin cerah, acara dilanjut dengan kegiatan bersih pantai. Budaya membuang sampah pada tempatnya masih kurang sehingga tempat wisata seperti pantai Parangtritis ini banyak diliputi sampah ulah oknum pengunjung. Peserta Pelepasan berbekal tas kresek memburu sampah liar untuk dikumpulkan dan dibuang pada tempatnya.
Langit makin terang, mentari makin meninggi. Acara terakhir adalah pesan dan kesan guru dan siswa sebelum dilepas. Seluruh peserta berkumpul di tengah Gumuk Pasir membuat forum bujur sangkar sambil menikmati birunya langit.
Ustadz Ariefuddin memberikan pesan kepada para siswa kelas VI, bahwa 6 tahun bukanlah waktu yang pendek, sebentar. Tentu akan banyak perubahan yang dialami setiap siswa semenjak masuk Sd 6 tahun yang lalu. Jika perubahan hanya fisik saja tak ada bedanya dengan Kuda Nil di kebun binatang. tentu bukan semata fisik. Harus ada perubahan pengetahuan, pola pikir dan sikap. Seperti sebuah tanaman, orang tua kalian berinvestasi dengan uang dan waktu supaya setiap siswa menjadi manusia yang berguna. Sudahkah diantara siswa yang bertanya kepada orang tua, “Sudahkah Aku sesuai yang Engkau harapkan wahai Ayah Bunda?”. Jika belum, sepulang dari kegiatan ini segera tanyakan hal tersebut kepada orang tua kalian. Lulus dari SD bukanlah segala-galanya, kalian akan masuk ke jenjang pendidikan berikutnya. Meski hanya 3 tahun jika kalian terlena maka bisa-bisa kalian akan tergelincir dari tujuan cita-cita kalian. Ingatlah selalu baik-buruk seseorang ditentukan oleh 3 hal. Kawan, Konfirmasi kepada orang yang lebih tahu dan pengalaman dan Perasaan hati untuk mengukur seberapa salah diri yang kita lakukan. Coba kita buktikan, kalau orang bisa kecanduan rokok, narkoba, pornografi itu siapa penularnya. Adakah sekolah yang mengajarkan itu semua, atau guru yang secara khusus mengajarkan itu semua. Maka tepatlah dalam memilih teman. Jika kita selalu konfirmasi, bertanya kepada orang yang lebih tahu dan pengalaman, orang tua, guru, tentu kita akan selamat dari ketergelinciran perbuatan yang melanggar. Jika kita bisa merasakan bahwa manakala kita diperlakukan buruk itu tidak enak tentu hal tersebut juga tidak enak dikenakan kepada orang lain. Tiga Juni lalu ada superstar yang meninggal, dia adalah Muhammad Ali, dia mempunyai kata-kata bagus : “Aku selalu bawa korek meski bukan perokok, saat hatiku mau berbuat dosa lalu kubakar kulitku sambil berkata : “Hai Ali beranikah kau menahan panas api ini sedangkan api neraka lebih panas dari api ini”
 Berikutnya, satu per satu siswa memberikan kesan dan pesannya selama mereka menjadi siswa di SDIT Alam Nurul Islam. Kesan mereka dengan setiap guru, fasilitas dan kegiatan selama ini. Meski ada yang hingga tak terkatakan namun para guru memahami betapa rasa terima kasih mereka yang telah dibersamai dalam perkembangan dan pertumbuhannya selama ini.
Selamat menapaki kehidupan selanjutntya anak-anakku. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan untuk selalu meliputimu dengan kebaikan. Dan memberimu kekuatan untuk menyebarkan kebaikan itu menyebar di atas bumi ini. Selamat berpisah anak-anaku angkatan 12 SDIT Alam Nurul Islam.

Pawai Tarhib Ramadhan 1437 H : Penghancuran Berhala dan Recycling Princess

Ramadhan 1437 H tinggal hitungan hari lagi. Sudah apa sajakah persiapan yang kita lakukan untuk menyambut tamu agung tersebut? Untuk menyambut Ramadhan 1437 H dan menyeru kepada masyarakat sekitar, SDIT Alam Nurul Islam mengadakan pawai Tarhib yang dilaksanakan pada hari Senin, 23 Mei 2016.

 
Setiap kelas mempersiapkan tema kostum pawai sendiri-sendiri. Bermacam kostum dengan satu tujuan, keceriaan menyambut datangnya Ramadhan. Kostum yang disiapkan dilengkapi dengan pesan-pesan untuk mengajak bergembira akan datangnya Ramadhan.
 Tema buah dengan asesoris warna-warni menambah daya tarik penonton. Karena misi untuk mengajak masyarakat maka menarik perhatian menjadi syarat yang harus dipenuhi supaya khalayak terkesan di awal pada pawai.
Nama-nama buah pun bisa secara kreatif dibuat pesan yang mengajak pada kebaikan. Pesan yang ringan, unik tanpa menggurui tentu menjadi daya tarik untuk bersama ceria sambut Ramadhan.
 Kostum tema futuristik dan etnik tak ketinggalan juga. Gembira dan ceria adalah suasana. Namun suasana bisa dibuat sehingga membuat setiap orang mengikuti suasana tersebut. Meski diawali dengan hujan rintik-rintik, mari kita mohon kepada Allah supaya hujan yang turun menjadi berkah. Allah maha Tahu jika kita ingin mengajak orang-orang bergembira sambut Ramadhan. Begitu ajak ustadz Ariefuddin dalam sambutannya. Dan Alhamdulillah, meski harus berteduh sebentar, hujan mulai mereda.
Di tengah menunggu redanya hujan, tiba-tiba dari arah selatan muncul rombongan berbaju aneh. Hitam-hitam dan putih-putih mengunakan topeng. Di depan ada satu orang yang membawa satu tampah pernak-pernik lengkap seperti sesaji. Di sampingnya ada sesuatu yang dibakar seperti punyanya para dukun-dukun itu. Baunya pun wangi, tak salah lagi itu wangi dupa. Di belakangnya ada pasukan putih-putih yang mengangkat 2 buah patung besar berwarna hitam. Yang depan patung mirip manusia berkepala ular, sedang belakangnya seperti patung manusia berkepala gorila. Dua patung tersebut di tangannya membawa gambar gadget dan gambar game online. Mereka berjalan sambil nyebut, Huba . . . huba . . .huba . . .
Setelah kedua patung diletakkan di tengah-tengah, pimpinan rombongan tersebut berkeliling untuk mengajak menyembah 2 patung itu . . . Huba . . . huba. sambil menawari iming-iming uang agar menjadi pengikutnya.

 Untuk menarik khalayak, mereka memberikan pertunjukan sulap yang memukau. Bagi hadirin yang tertarik dan terkagum-kagum langsung ditarik ke tengah dan diajak untuk menyembah Huba . . . huba

 Rupanya ada satu anak yang berhasil dipengaruhi dan diajak untuk menjadi pengikut Huba. Tampak para pengikut Huba sedang mempersilahkan si anak untuk menyembah Huba.
Tiba-tiba datanglah seorang pemuda sholih sendirian dengan penuh keberanian menyeru supaya para rombongan tidak menyembah berhala nan sesat tersebut. Tapi pemuda tadi justru dicemooh oleh para pengikut Huba. Si pemuda semakin berani mengatakan bahwa berhala ini adalah kesesatan yang harus dijauhi. Mendengar perkataan si pemuda, para penyembah Huba marah besar. Si pemuda kemudian ditangkap dan dibakar hidup-hidup.
Kemudian si pemuda sholih berdoa kepada Allah supaya memberikan perlindungan kepadanya. Dilindungi dari siksaan yang diberikan oleh orang-orang sesat penyembah berhala.
 Allah mengabulkan permohonan si pemuda sholih, api yang menyala tak mempan membakar tubuhnya. Dengan sigapnya pemuda tadi melemparkan api tersebut ke arah berhala. Dengan sekejap, berhala menyala terbakar. Para penyembah berhala panik dan menangis karena tuhannya hancur terbakar. Mereka tersadar jika tuhannya tidak mampu menolong dirinya sendiri saat dibakar pemuda Sholih.
Para penyembah berhala menyingkir dan yang tersisa hanya onggokan berhala yang sudah mulai menjadi abu. Anak-anak bergembira, si pemuda Sholih mampu menghancurkan berhala sesembahan sesat yang mengajak orang menjadi pengikut sesatnya. Selanjutnya, pawai Tarhib bersiap untuk berjalan keliling kampung menyerukan kegembiraan menyambut Ramadhan.
Barisan pawai bergerak mengular satu-satu. Sepanjang jalan mereka tebar senyuman, bunga dan jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H kepada masyarakat sekitar. Masyarakat bermunculan dari rumah-rumah setelah dibuka oleh mobil perintis yang melantunkan lagu-lagu Ramadhan.
Istirahat dulu, rombongan berkumpul di masjid pinggir jalan. Bekal air minum dan roti donat dikeluarkan disantap untuk menambah energi jalan selanjutnya. Selesai rehat, perjalanan dilanjut. Alhamdulillah Allah memberikan cuaca yang bersahabat. Meski mendung namun tidak turun hujan sepanjang perjalanan rombongan pawai Tarhib. Sampai di sekolah, istirahat sebentar untuk menunggu Dhuhur tiba. Adzan Dhuhur berkumandang, segera siswa dan guru mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah. Setelah kultum siswa dilaksanakan, ustadz Ariefuddin memberikan pemaknaan terkait dengan aksi teatrikal sebelum pawai Tarhib Ramadhan. Di dunia ini ada 2 hal yang harus menjadi perhatian dan kesadaran kita. Ada sesuatu yang memang sudah pasti kebaikannya, maka sudah layak kalau kita meneladaninya, menjadikannya qudwah. Tapi ada juga yang meski ada baiknya, keburukannya mendominasi. Maka hal itu harus kita jadikan pelajaran supaya jangan sampai terjebak mengikutinya. Menjadikannya ibrah bagi kita. Teatrikal patung hitam yang dibakar tadi merupakan bentuk pelajaran/ibrah supaya kita tidak ikut sesat menyembah berhala. Coba kalian amati, apa yang dibawa oleh berhala tadi. “Gadget ustadz, GTA ustadz” yap betul. Maksudnya adalah mungkin saat ini sudah tidak ada lagi orang yang mengajak menyembah berhala yang bentuknya patung hitam seperti yang dibakar tadi. Tapi, bentuk berhala sekarang berubah menjadi gadget, game online, teman bahkan orang-orang dekat di sekitar kita. Dahulu berhala itu memalingkan perhatian orang dari fokus menyembah Allah menjadi menyembah berhala. Nah, jadi apabila sesuatu itu sudah membuat seseorang menjadi berpaling dari Allah, berpaling dari kebaikan maka jadilah sesuatu itu menjadi berhala bagi orang itu. Jika anak-anak ditugaskan untuk belajar karena mau ujian, sampai rumah malah mengambil gadget dan main game sampai lupa belajar, jadilah gadget itu menjadi berhala. Teman yang mengajak pada keburukan menjadi berhala, bahkan orang tua kita jika memalingkan kita dari Allah dan kebaikan, mereka berubah menjadi berhala. Sehingga doa yang sering kita lantunkan setiap mau pulang sekolah itu, “Ya Allah tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berilah kekuatan diriku untuk mengikutinya. Dan tujukilah yang bathil itu bathil dan berilah kekuatan diriku untuk menjauhinya.”  Dan di surah Al Falaq ayat ke-2 kita minta perlindungan kepada Allah dari keburukan makhluk ciptaan-Nya.
Setelah makan siang, anak-anak melakukan bersih kelas dan lingkungan. Nanti akan ada tim penilai kebersihan. Kali ini, tim penilai merupakan dewi-dewi yang berpakaian unik. Pakaian mereka terbuat dari bahan bekas. Seakan memberikan pesan bahwa jangan sampai membuang-buang bahan menjadi sampah. Gunakan kembali menjadi barang yang lebih bernilai. 
Penampilan para dewi-dewi ini menarik para siswa yag sudah bersiap diri kelasnya dinilai kebersihannya. Sambil terheran-heran, dalam hati anak-anak bertanya, siapa ya di balik topeng dan gaun unik itu?
Demikian satu hari rangkaian kegiatan tarhib sambut Ramadhan. Ya Allah sampaikanlah umurku bertemu dengan Ramadhan-Mu sehingga bisa kureguk berkah, keutamaan, ridhoMu hingga ketaqwaan paripurna menjadi pakaian yang layak kusandang. Amiin. 

Parenting School: Mengupas Permasalahan Seputar Siswa SD

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
AR-SA

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Parenting School bulan April kali ini
diadakan pada hari Sabtu, 30 April 2016. Atas aspirasi orang tua melalui komite
jika hari Ahad merupakan hari keluarga, sehingga pelaksanaan yang sebelumnya
diadakan hari Ahad dipindah menjadi hari Sabtu. Tentu harapannya kehadiran para
orang tua akan lebih maksimal dengan tujuan parenting school bisa menjadi media
sumber informasi, penyadaran, inspirasi para orang tua karena hampir semua
orang tua menjadi orang tua tidak diawali dahulu dengan sekolah.

Parenting School kali ini mengangkat
topik tentang Permasalahan yang timbul di Usia Anak SD. Hadir sebagai
narasumber adalah Ibu Hasanah Safriyani, S. Psi. Beliau merupakan dosen
Psikologi UII dan merupakan konselor permasalahan anak di beberapa lembaga.
Menjadi orang tua adalah pekerjaan yang
tidak bisa setiap orang untuk resign, mengundurkan diri. Buktinya sudah menjadi
orang tua dengan karunia anak yang menjadi amanah dari Allah. Mengupas masalah
pada anak untuk usia sekolah dasar lebih banyak pada persoalan sikap seperti
susah diatur, ngeyel, malas belajar, tidak mandiri. Atau bisa jadi persoalan
kecanduan media seperti game, media sosial, bahkan hingga pornografi. Atau juga
menyangkut pergaulan, seperti bullying, ketertarikan lawan jenis, peer group.
Permasalahan tersebut muncul sangat dipengaruhi dengan lingkungan, pergaulan,
atau pola asuh orang tua. Yang paling penting pertama kali harus dilakukan
adalah mengidentifikasi penyebab masalah itu muncul.

Terkait permasalahan belajar, anak merasa
jenuh, malas belajar, materi pelajaran lupa bisa diidentifikasi dahulu dengan
lingkungan dan saat anak menjalani proses belajar. Bentuk pembelajaran yang
hanya melulu di kelas dengan banyak menghafal materi tentu bisa jadi sumber
kejenuhan. Pergaulan siswa yang sudah menampakkan kecenderungan peer group
sehingga pilihan teman yang nyaman menjadi kecenderungan pilihan. Bagi siswa
yang mempunyai kuasa lebih untuk memaksa teman lainnya untuk melakukan sesuai
yang diinginkannya bisa jadi menjadi sumber bullying yang bisa mengganggu
proses belajar. Daya tarik gadget, TV dan konsistensi orang tua dalam mengatur
pengunaannya menjadi sebab lain aktivitas belajar menjadi tidak stabil.
Masing-masing harus diurai dengan melibatkan pihak-pihak yang bersangkutan. Di
sekolah, guru yang mengajar menjadi mitra konsultasi penyelesaian masalah anak.
Di rumah, pasangan suami-istri, anggota keluarga lain harus kompak dengan
kesepakatan untuk mendukung proses belajar yang baik.
Kita kenal dahulu struktur otak dan
fungsinya pada gambar berikut

Untuk menghadirkan proses belajar pada
anak yang baik, anak harus dalam kondisi yang nyaman dahulu. Sehingga sistem
limbiknya akan bekerja. Bukan batang otak. Jika emosi sudah tersentuh dengan
baik maka bagian korteks sebagai sistem untuk mengolah informasi bisa bekerja
optimal. Ingin tahu anak akan tumbuh sehingga belajar menjadi sesuatu yang
menyenangkan. Sebaliknya jika dalam proses belajar, anak-anak mendapatkan
perkataan dan bahasa non verbal yang ditangkap oleh batang otak, maka anak akan
membuat pertahanan diri karena tidak nyaman, takut, khawatir. Sehingga proses
pengolahan informasi di korteks tidak bisa berjalan dengan baik. Anak menjadi
sulit berfikir dan cenderung malas belajar.
Orang tua harus memperhatikan benar pola
kerja otak tersebut. Sehingga jangan sampai salah langkah dalam mendidik dan
menerapkan pola asuh pada anak. Membuat nyaman anak bukan berarti harus
menuruti apa yang menjadi permintaannya. Bahkan bisa dibalik, setiap
permintaannya bisa dikelola untuk membangun kebiasaan baik tertentu sebagai
syarat untuk mendapatkannya.
Untuk anak yang susah diatur, penyebab
yang menimbulkannya bisa jadi ada beberapa kemungkinan. Di usia anak SD
terutama kelas kecil, mereka mempunyai kecenderungan mencari perhatian, minta
diperhatikan. Apalagi jika sudah mempunyai adik atau kakak. Aktivitas yang
seakan menunjukkan kenakalan anak bisa jadi merupakan cara dia untuk mencari
perhatian orang tua.  Bisa jadi hal
tersebut dilakukan untuk mencoba reaksi yang timbul dari orang tua. Mereka
merasa puas jika orang tuanya bisa ‘dikerjain’. Pengaruh teman sangat besar
kemungkinannya terutama pada anak yang sudah menunjukkan pergaulan peer group.
Hingga pada suatu titik untuk menunjukkan eksistensi diri atau kelompoknya.
Untuk mengatasi permasalahan yang timbul
pada anak, solusi yang bisa dilakukan orang tua dengan menerapkan aturan secara
positif. Pembuatan aturan dengan kesepakatan berikut konsekuensinya jika
melanggar. Tentu dengan maksud dan tujuan dipahami semua anggota keluarga.
Harus kompak dan konsisten sehingga adil untuk semua. Fokus pada perilaku
positif dan mencoba mengabaikan perilaku negatif. Dengan komunikasi yang
intensif setiap pemberlakuan aturan bisa konsisten dilakukan yang kemudian akan
menjadi kebiasaan dan bahkan karkater. 

Untuk download materi klik disini