Game Crush Gear Melanda

Setelah diperkenalkan oleh kelas IV, ternyata permainan Crush Gear menjadi trend di kelas 3. Setiap waktu istirahat, mereka berkreasi membuat track untuk melintas crush gear.
crush gear
Tidak siswi laki, tidak perempuan mereka main bareng. Bosen dengan satu bentuk track, mereka ubah lagi bentuk yang baru. Bentuk Crush Gear pun makin bervariasi bentuknya.
crush gear 02
Tambahlah satu tren kreativitas mainan mereka. Murah sambil mengasah lreativitas. Mau coba, Asyik deh . . .

Iklan

Jualan Game Unik

Wah, sepertinya anak-anak udah mulai jalan deh otak bisnisnya. Kalo yang masih biasa masih jualan snack, es lilin ato makanan lainnya. Yang udah pro mereka gak mau lagi keluar modal besar. Justru mau ngejar untung yang gede. Ya udah jadilah mereka jualan mainan dari kertas yang mereka namai ‘Crush Gear’

crush gearBentuknya sih seperti pesawat dari kertas yang dilipat. Liat aja deh, Raihan cs kelas 4 B ini yang punya ide. Mereka pasang tarif Rp.100 per menit. Trus gimana dong cara mainnya.

crush gear02Mainnya harus berpasangan, 2 orang. Satu orang boleh memilih pesawat pilihannya. Untuk memulai mereka harus undian lewat siut jari. Lalu masing-masing anak meniup pesawat kepunyaannya untuk ditabrakkan pesawat lawan. Yang terdorong adalah pihak yang kalah. Terus, hingga waktu satu menit habis. Yang memang pasti yang paling banyak mendorong pesawat lawan.

ush gear3Bisa dimainkan anak putri juga loh. Wah ternyata kreativitas itu bisa ndatengin keuntungan lebih yach. Coba aja cuman pake modal kertas bekas tiap menit mas Raihan cs bisa meraup  ratusan rupiah. Selamat ya, ayo siapa lagi yang mau ikutan . . .

Jualan Kreatif

Dipindahnya pelaksanaan jam Market Day membuat banyak perubahan. Ada banyak keuntungan dan kerugian. Untungnya, Market Day jam terakhir di hari Jum’at bisa lebih panjang. Karena langsung pulang. Jual-Belinya bisa puas, nggak keburu-buru. Tapi, ruginya, kalo jualan es jadi udah mencair semua. Padahal es hingga saat ini menjadi Top Sales, ato barang yang paling banyak dibeli. Jadi kesukaan anak-anak. Tapi manakala udah cair, yach . . . pada males beli.

storm4Liat aja, begitu jualan es pasti yang antri langsung panjangnya seperti kereta api. Gak siswa gak ustadz-ustadzah. Pada tergiur benda dingin yang bikin seger itu. Tapi, sekarang penjual es berkurang. Takut gak laku, mencair sebelum waktunya. Menunggu penemu teknik murah penghambat mencairnya es dulu. Baru penjualan es balik normal lagi. Di tengah kondisi Market Day yang pindah jam tayang, ada juga siswa yang kreatif. Kalo jual makanan gak laku, jualan yang lain. Emang jualan apa ? Jasa pijit ? Tukang Cukur ? Ato Semir sepatu ? Ah . . . ngaco deh.

storm2Siswa kreatif itu adalah mbak Qisthi. Dia membuka stand Uji Ketelitian dan Kesabaran. Menggunakan sebuah perangkat elektronik yang di depan ada sebuah kawat panjang yang di buat lekukan. Yang mau dites kesabarannya harus melewatkan tongkat yang ujungnya terlingkar dalam kawat. Dari ujung hingga pangkal. Jika tongkat tersentuh kawat, lampu merah akan menyala berarti permainan berakhir. Untuk sekali main cukup membayar Rp. 500.

storm3Ustadz-ustadzah pada tertarik untuk menguji ketelitiannya. Anak-anak pada ngumpul mengamati bekerjanya alat. Juga seberapa ketelitian ustadz. Wah makin kreatif aja barang jualan di Market Day. Sepertinya tren yang akan berkembang bukan jualan barang lagi namun jual jasa. Ya . . ditunggu siapa yang akan buka jasa semir sepatu, jasa laundry, jasa pijet. Eh, tapi inget loh, kalo mau pijit harus yang muhrimnya yaa . . .

Game Tema Lingkungan


Untuk mengakhiri pembelajaran bertema Lingkungan, kelas 3 menyelenggarakan game mencari harta karun. Sebuah game besar yang bertujuan untuk mengasah tidak sekedar memahami materi, seperti denah-peta untuk pelajaran IPSnya,hitung uang untuk Matematikanya, klasifikasi makhluk hidup untuk IPAnya, Norma dan Aturan untuk PKn-nya. Seluruh anak kelas 3, A, B dan C dibagi menjadi 6 kelompok. Selain menambah ukhuwah dengan siswa kelas lain, tiap kelompok ditantang kekompakan timnya.

Setiap kelompok ditugasi untuk memilih pemimpinnya. Membuat yel-yel sebagai identitas dan penyemangat kelompok. Di awal, ustadz Siswa dan ustadz Udin menerangkan aturan mainnya. Setiap kelompok diharuskan mematuhi setiap petunjuk yang mereka temukan. Berupa tempelan kertas. Jika di sebuah pos mereka menemukan harta karun, hanya satu jenis saja yang boleh diambil tiap kelompok. Kelompok yang menang adalah yang mampu selesai menjalani misi pertam kali. Ada dua jenis pos. Pos tanpa penjaga dan pos hanya petunjuk saja. Semua ada penugasan untuk tiap kelompok. Bagi juara pertama mendapat hadiah uang tunai 100 ribu dan satu paket snack. Juara kedua mendapat uang 75 ribu dan paket snack dan ketiga, mendapat 50 ribu dan paket snack. Melailah mereka semua berangkat . . .

Coba kita lihat bagaimana mereka menemukan petunjuk. Eh, ternyata ada kelompok yang sudah mendapat harta karun mereka. Lihat betapa bahagianya mereka. Wah, tak sabar untuk memburu harta karun lainnya.


Lha, lihat betapa semangatnya mereka. Dengan berbagai cara untuk mendapatkan harta karun buruannya. Eh, ternyata ada yang gak disiplin. Tidak patuh petunjuk. Malah asyik memburu harta karun saja. Lupa bahwa misi mereka bukanlah mendapatkan harta karun sebanyak-banyaknya. Tapi, menyusuri tiap pos sehingga selesai dengan cepat mengerjakan semua misi.

Setelah finish, tiap kelompok boleh manikmati harta karunnya. Sebelum pengumuman siapa pemenangnya, ustadz Tasar mengingatkan tindakan tiap kelompok selama pelaksanaan tugas. Apakah benar banyaknya harta karun adalah kelompok yang menang . . . .

Ustadz Siswo menegaskan kembali, bahwa kelompok yang meski banyak harta sudah dipastikan mereka terlalu asyik mencari harta. Sehingga selesainya lama. Mereka tidak taat perintah untuk mengikuti petunjuk. Tapi tergiur untuk menumpuk harta. Sehingga kelompok yang selesai duluanlah yang menang. Mereka dengan sabar meniti tiap pos tanpa tergiur adanya harta karun.

Tukar Binder

Begitu anak-anak menyebut permainan tren terbaru SDIT Alam. Binder, buku dengan cover keras, halamannya bisa ditambah-dikurang. Dikunci pake penjepit. Sering disebut dengan loose leaf. Halaman dengan ornamen gambar dan hiasan. Ada yang Naruto, Ben Ten, Avatar, dan tokoh-tokoh kartun lainnya.

tukar binder

Pada awalnya, hanya satu-dua anak yang mulai. Itu saja pake cara tukeran. Satu anak melihatkan koleksi binder kepada satu anak yang lain. Begitu juga sebaliknya. Mana yang disuka. Itu yang diminta. Jumlah yang diminta harus sama banyak yang diberikan. Yap tepat kayak jual beli jaman dulu. Barter. Tuker menukar barang.

Tukar Binder

Ternyata, pabrik binder juga gak ketinggalan. Mereka makin banyak membuat berbagai macam warna loose leaf. full color lagi. Dan tren ini makin menular ke kelas lain. Ke adik kelas dan kakak kelas. Yang sudah lihai tukeran makin mengembangkan tren ini dengan menggunakan sistem uang dalam bertukar binder. Wah, jaman udah berubah nih. Berkembang, dari masa barter masuk ke masa sistem uang.

Tukar Binder

Dan jadilah tren tukeran binder menjadi jual beli binder. Setiap anak semakin kreatif untuk memburu binder yang paling unik dan cantik. Ada yang rela membayar tinggi untuk binder favorit. Meski pasaran  ramai, besaran uang masih terkendali. Maksimal Rp. 1000 per lembar untuk loose leaf dengan gambar terindah.

Tukar Binder

Ada yang mau ngikut tren ini. Makin kreatif lagi kalo kamu buat bindermu sendiri. Jika perlu dilukis sendiri. Kan jadi limited edition, artinya edisi terbatas. Wah bakal mahal tu binder kamu.

Game GTA versi SDIT Alam

Pernah denger game GTA (Grand Theft Auto), atau malah pernah main ? Itu lho game komputer petualangan menjelajah kota kemudian mengumpulkan uang, pake kejar-kejaran dengan polisi, ada yang kelahi dan seterusnya. Lha, temen-temen di SDIT Alam Nurul Islam membuat game GTA dalam versi barunya.

Versi gambar. Kok bisa ? Maksudnya? Gini, saat belajar kan gak boleh main game komputer padahal ada beberapa anak yang sudah akrab dengan game komputer. Saking gak tahan gak main game akhirnya ‘penyakit’nya kambuh. ‘Penyakit’ kreatif. Mereka membuat game GTA dengan menggambar di atas secarik kertas. Gambarannya sih gak bagus-bagus amat tapi sangat detail. Mulai dari jalan raya, kantor polisi, rumah sakit, supermarket, kafe dan lain-lain. Ditambah lagi, mereka lengkapi dengan asesoris seperti pecahan uang, mobil, rumah, dan harta benda lainnya.

Tentu semuanya juga digambar di atas potongan kertas kecil. Untuk main, bisa lebih dari dua pemain. Dengan satu anak pengendali permainan. Setiap pemain pertama kali diberi modal uang dengan mata uang dolar Amerika. Trus diminta untuk memilih profesinya. Bayar tentunya. Dan mulailah beraksi.

Kalau di GTA versi komputer, pemain akan mendapatkan uang manakala memukuli orang. Di versi ini diganti dengan perbuatan yang baik, seperti member nasehat, menolong dll. Bukan kekerasan. Yang seru lagi, ada sesi main bolanya. Penasaran cara mainnya ? Bola yang digunakan secuil kertas bunder dengan dua sisi warna. Satu sisi berwarna hitam, sisi satunya putih. Setelah mengundi dan memilih bola dan tempat, mulailah main. Caranya, dengan meniup bola tadi. Jika sebelum ditiup sisi diatas hitam, saat melewati gawang lawan jatuhnya masih posisi hitam berarti gol. Tapi kalau pas jatuhnya warna putih berarti ketangkap kiper lawan. Canggih kan?

Sepertinya sudah tumbuh di diri mereka bibit seorang penemu. Meski baru sebuah game tapi sudah cukup kreatif. Bibit itu tinggal dipupuk dan dipelihara sehingga penemuan yang mereka lahirkan semakin besar. Semakin menambah kemanfaatan bagi orang lain, negeri, bangsa dan akhirnya dunia. Amin.