Eksplorasi dari Puncak Kayangan

Mengakhiri tema pembelajaran Kenampakan Alam, siswa kelas 3 melaksanakan outing. Obyek yang dipilih adalah puncak Kayangan atau sekarang dikenal dengan puncak Paralayang Watu Gupit. Melihat lokasinya yang berada tepat di atas pantai Prangtritits, semula dikira masuk wilayah kabupaten Bantul. Eh, ternyata sudah melewati batas Bantul dan masuk wilayah Gunung Kidul. Dengan ketinggian 150 mdpl berada di timur pantai Parangtritis.

Seluruh siswa menuju puncak Kayangan harus tracking dahulu dikarenakan jalan yang terjal sekali sehingga trnsport tidk bisa langsung ke lokasi. Sepanjang perjalanan yang dilalui dijumpai kiri kanan merupakan hutan. Semakin naik, pemandangan laut makin menampakkan wajah pantainya.

Kurang lebih 30 menit tracking, sampailah di tempat pendopo sebelum naik ke puncak Kayangan. Seluruh siswa istirahat menikmati air minum dan snack sembari melepas lelah dri tracking dengan jalur yang menanjak.

Sebelum naik ke puncak, siswa diberi penjelasan dahulu terkait dengan informasi lokasi serta teknis mendaki ke puncak. Di sebabkan kondisi puncak yang tidak datar tapi miring yang dipenuhi bebatuan. Sengaja dibuat miring supaya mudah untuk tolakan para penerbang paralayang maupun gantole. Selain itu ternyata ank-nak baru tahu, meskipun wilayah puncak Kayangan yang dekat dengan pantai Parangtritis, namun secara kewilayahan sudah masuk kabupaten Gunung Kidul.

 Untuk mendaki, setiap anak menyusuri anak tangga berkelok. Semakin ke atas pemandangan yang terlihat semakin indah. Pantai dan lautan semakin terlihat jelas.

 Pantai yang memanjang dari Parangtritis ke barat hingga terlihat paling jauh perbatasan dengan Kulonprogo terlihat jelas. Muara sungai Opak yang menuju laut samudra Indonesia juga terlihat. Hampir kenampakan alam mulai dataran tinggi berupa bukit hingga lautn nampak jelas sekali.

Selain kenampakan alam di bawah, bisa juga disaksikan kenampakan alam di atas, yaitu berupa awan. Nampak jelas sekali jenis awan stratus, comulonimbus dan sirus menghiasi langit yang cerah. Kiranya Kelelahan tracking terobati dengan pemandangan indah dari puncak Kayangan serta mendapatkan banyak informasi dari eksplorsi bersama langsung di alam ini. 

Outing Kelas V : Baron Technopark dan Kampoeng Losbter

Memasuki bulan April saatnya kegiatan outing berlangsung. Setiap kelas sudah merencanakan outing terbaiknya di penghujung tahun ajaran 2015-2016 ini. Semakin menarik outing yang dilaksanakan akan mendukung pembelajaran dengan baik pula. Siswa tidak hanya mendapatkan informasi dan pengalaman baru. Kesan menarik akan menempel kuat di memorinya dengan harapan melahirkan inspirasi dan perubahan sikap dan perilaku. Bukankah perubahan perilaku itu diawali dengan didapatinya pengetahuan yang baru. Pengetahuan yang berenergi menjadi inspirasi dan motivasi untuk melakukan. Begitu juga dengan kelas 5 SDIT Alam, outing kali ini mengangkat tema Lingkungan dan Perjuangan. Terpilih sebagai obyek outing adalah Baron Technopark dan Kampoeng Lobster yang berlokasi di pantai Gunungkidul.

 Tiba di lokasi, anak-anak disambut oleh para staff Baron Technopark. Mereka siap untuk memandu menjelaskan terkait dengan beberapa instalasi yang berada di sana. Baron Technopark merupakan pusat inseminasi energi alternatif terbarukan dibawah pengelolaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang berkantor Pusat di Serpong Tangerang Selatan Banten. Sehingga ada beberapa instalasi pembangkit tenaga alternatif yang dibangun di Baron Technopark untuk tujuan pembangkitan energi terutama listrik secara independen atau mandiri. Tanpa menggunakan jaringan listrik dari PLN.

Instalasi pertama adalah Unit pengolahan limbah minyak untuk dikonversi menjadi biofuel. Yang mana biofuel ini digunakan untuk menghidupkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). 
Limbah minyak atau juga bisa menggunakan tumbuhan yang bisa menghasilkan minyak seperti Kelapa Sawit, Jarak Pagar, diolah dengan campuran kimia dan direaksikan dalam unit reaktor, dengan kadar tertentu diambil minyak yang sesuai dengan fraksi solar. Sedangkan residu atau ampasnya dibuang.
Solar tersebut yang akan digunakan untuk menghidupkan mesin pembangkit listrik bermesin diesel. Dikarenakan dari efisiensinya yng masih kecil, dari proses yang panjang namun energi yang dihasilkan belum optimal, unit pengolah minyak ini tidak lagi dioperasikan. Namun, negara yang sudah menerapkan prinsip ini, mereka sudah menggunakan langsung bahan berupa Kelapa Sawit langsung dimasukkan ke dalam unit pengolah yang terintegrasi dengan mesin pembangkit listrik. Sehingga memang energi listrik yang dihasilkan berasal dari bahan hijau atau tanaman. Dan dapat diperbarahui. 
Instalasi kedua adalah Pembangkit Listrik Tenaga Bayu atau Angin (PLTA). Satu kincir ini mempunyai kapasitas menghasilkan listrik sebesar 5000 Watt. Ck . . ck . . cukup besar ya. Prinsip kerjanya, di belakang kincir terdapat dinamo yang berfungsi mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Selama kincir berputar maka energi listrik akan dihasilkan. Memang untuk membangun instalasi saat  ini masih cukup mahal. Namun untuk jangka panjang, dibandingkan dengan menggunakan listrik dari PLN akan dapat dilakukan penghematan biaya cukup besar. Butuh investasi besar di depan.
Tentu, kincir angin harus diletakkan di daerah yang kelimpahan angin sangat banyak. Namun pengembangan teknologi kincir semakin maju dengan munculnya kincir yang mampu menangkap angin meski di daerah pemukiman tanpa harus di tepi laut atau pantai.
 Instalasi ketiga adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Prinsip kerjanya adalah memanfaatkan kemampuan cahaya atau foton dalam sinar matahari untuk menggerakkan elektron dalam lembar silikon. Nah gerakan elektron itu diarahkan dari kutub negatif menuju kutub positif. Gerakan itulah yang menghasilkan energi listrik.
 
Ternyata modul atau lembaran silikon bisa dibentuk macam-macam sesuai dengan kebutuhan. Ada yang berbentuk fleksibel sehingga bisa dilipat menyesuaikan kontur tempat yang akan dipasangi sel suryanya. Instalasi ini juga termasuk mahal investasinya untuk saat ini. Namun dari sisi efisiensi jangka panjang mampu diandalkan sebagai sumber energi listrik independen atau mandiri. 
 Selain 3 instalasi di atas, di Baron Technopark juga sedang dikembangkan energi pembangkit listrik tenaga gelombang laut. Mengingat lokasi yang dekat laut dan mudah untuk memanfaatkan gelombang laut. Juga dikembangkan intalasi salinasi air laut. Mengubah air laut menjadi tawar yang siap dikonsumsi. Seperti kita tahu bahwa air laut mengandung kurang lebih > 6000 ppm garam yang membuatnya berasa asin. Teknologi Desalinasi ada dua metode, pertama, air laut diuapkan untuk kemudian dipisahkan antara garam dan air.  Metode kedua adalah dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) dengan menggunakan membran berpori ukuran tertentu untuk menahan partikel garam, sehingga air bisa bebas dari garam. Teknologi yang dikembangkan di Baron Technopark ini merupakan teknologi hijau, artinya teknologi yang ramah lingkungan dan bisa diperbaharui. Tren energi seperti inilah yang akan berkembang selanjutnya mengingat bumi kita yang sudah tua dan banyaknya kerusakan dari proses eksploitasi manusia. Nah bagi kalian yang mau kunjung ke Technopark bisa klik di sini atau hubungi Par Ridwan (08156689932) yang sebelumnya melayangkan ijin surat yang ditujukan ke email ridwan.budi@bppt.go.id, surat ditujukan kepada : Kepala Balai Besar Teknologi Konversi Energi (B2TKE) BPPT Kawasan
Puspiptek Serpong Di Tangerang Selatan, Banten
Di Baron Technopark terdapat juga intalasi jam Matahari yang dibuat seperti monumen. Sehingga bayangan matahari bisa tampak jelas saat siang hari dan langit cerah. Di sisi depannya terdapat angka-angka sebagai penunjuk jam menggunakan angka romawi.
Di sisi selatan terlihat pemandangan lepas laut yang indah disertai dengan angin semilir. Bisa disaksikan dengan jelas aktivitas nelayan yang melaut dan mendarat karena lokasi Baron Technopark yang bersebelahan, tepatnya di sebelah barat pantai Baron.
Tentu suasana paling indah bisa dinikmati dari jam Matahari ini di saat sore hari atau pagi hari. Saat bisa menyaksikan dengan jelas Sunset dengan cahaya matahari tidak begitu teriknya.
Setelah selesai dari Technopark, perjalanan dilanjutkan menuju Kampoeng Lobster di daerah pantai Sepanjang. Di situ kita bisa menyaksikan perjuangan Pak Tamiyo dan kawan-kawan dalam melakukan penyelamatan terhadap Lobster Laut. Lobster Laut ini berbeda dengan Lobster darat. dari bentuknya saja lebih besar. Ternyata budidayanya masih menjadi penelitian, dikarenakan makanan spesifik dari Lobster jenis ini masih belum dipastikan. Pak Tamiyo dan kawan-kawannya mendapatkan Lobster ini dengan membeli dari para nelayan. Kemudian Lobster-losbter ditampung dalam bak pemeliharaan.

Lobster Laut tergolong hewan laut yang sangat sensitif. Kadar garam kurang sedikit saja bisa mengakibatkan Lobster stress dan bisa berujung kematian. Pernah ada pengunjung yang baru saja makan, kemungkinan tangannya masih mengandung minyak lalu dicelupkan di kolam Lobster yang terjadi kemudian ada beberapa Lobster yang stress. Ada tiga jenis Lobster Laut. Batu, Pasir dan Mutiara. Yang paling mahal adalah jenis Mutiara, per ons nya bisa mencapai harg Rp. 300.000. Untuk Lobster lain harganya per kilogram sekitar Rp. 150.000. Bagi Lobster yang sudah stabil oleh pak Tamiyo kemudian dimasukkan dalam keramba untuk dibesarkan di laut. Sayang kemarin air laut pas pasang sehingga tidak menyaksikan keramba-keramba Lobster di laut. Untuk berkunjung ke Kampoeng Lobster bisa menghubungi Mas Nur 085292405441.

Sebagai penutupnya anak-anak bermain di pantai Sepanjang. Pantai Sepanjang ini dari landscapenya menarik tidak berkelok. Jarak garis pantai dengan laut lepas cukup jauh, sehingga sangat cocok untuk kegiatan selancara alias surfing. Meski begitu tetep kewaspadaan terutama untuk anak-anak biasanya bermain dengan ombak terkadang terlalu asyik. Jika air surut kita juga bisa melakukan aktivitas mencari binatang laut, seperti ikan, rumput laut, bintang laut dan lain-lain. Namun ada peringatan larangan untuk tidak mengambil biota laut termasuk pasir pantai karena dilindungi oleh undang-undang.


Belajar Tema Perjuangan

Biasanya materi tentang perjuangan masuk dalam pelajaran IPS. Pelajaran yang hampir semuanya berupa hafalan semata. Jika tidak menghafal definisi ya menghafal tahun, tempat, nama orang untuk sebuah kejadian sejarah. Apalagi menyangkut peristiwa perjuangan mengingat negeri kita ini pernah mengalami masa perjuangan dalam membebaskan diri dari penjajahan. Tapi yang tak kalah pentingnya mempelajari tema pelajaran adalah mengambil nilai atau value yang bisa diterapkan dalam kehidupann sehari-hari meski secara kenyataan kita tidak sedang dijajah. Perjuangan akan selalu dilakukan dan penting di saat kapanpun dan dimanapun oleh siapapun.
 

 Menutup tema perjuangan, siswa kelas 5 SDIT Alam mengadakan serangkaian kegiatan dengan judul menjadi pejuang di SDIT Alam Nurul Islam. Apa sih yang diperjuangkan? Semua siswa kelas 5 dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok akan melakukan kerja yang biasanya dilakukan oleh orang lain di lingkungan SDIT Alam Nurul Islam. Sehingga orang lain tersebut di hari itu bebas tugas dan akan dibantu oleh siswa-siswa kelas 5. Kerjaan karyawan kebersihan akan diselesaikan oleh siswa. Mereka akan menyapu sampah dedaunan di halaman sekolah.

 Kerjaan bagian pembagi snack ke kelas-kelas juga akan diselesaikan oleh siswa kelas 5. Mereka akan membawa snack dalam keranjang dan di setiap kelas akan membagikan snack sejumlah siswa di setiap kelas.

 Di area masjid juga tidak ketinggalan. Siswa akan membersihkan lantai dan karpet dari debu-debu. Kebetulan masjid Nurul Islam memang sedikit terbuka sehingga sangat memungkinkan banyak debu masuk diterbangkan oleh angin.

 Di bagian dapur katering siswa akan membantu dalam mengupas dan memotong sayuran yang akan dimasak pada hari itu. Siswa jadi paham betapa banyaknya bahan yang akan dimasak untuk memenuhi makan siang 450an manusia di SDIT Alam setiap hari.

 Bagian kamar mandi dan WC tidak lepas dari perjuangan tim siswa kelas 5. Mereka pastikan tidak ada kotoran dan bau yang muncul dari ruangan tersebut. Terkhusus untuk kamar mandi di kelas bawah yang biasanya mengeluarkan bau menyengat disebabkan toilet training adik-adik siswa kelas bawah yang kurang sempurna.
 
Di bagian school market yang melayani pembelian seragam siswa, siswa kelas 5 melakukan pendataan dan penataan seragam. Mengingat sebentar lagi akan ada siswa baru kelas 1 sehingga perlu ditertibkan penataan seragamnya.

 Hampir semua aktivitias yang dilakukan siswa kelas 5 pada hari itu sangat membantu beban kerja karyawan SDIT Alam. Ternyata beban kerja jika dilakukan secara bersama-sama akan menjadi ringan. Anak-anak menjadi paham bagaimana sebuah lembaga bernama sekolah ini setiap harinya harus selalu diperjuangkan dengan kerja-kerja untuk menggerakkan roda lembaga sehingga bisa memenuhi layanan semua orang. Siswa, orang tua dan karyawan.


Outing : Makam Raja-raja Mataram Imogiri dan Kebun Buah Mangunan

Outing di akhir semester Gasal ini dilakukan di 2 tempat. Pertama, ke makam para raja Mataram yang berada di Imogiri. Keduanya ke kebun Buah Mangunan. Outing kali ini bisa jadi merupakan penyegaran menuju Ujian Akhir Semester.

 

 Masuk lokasi pintu masuk makam ada masjid yang cukup kuno usianya. Nama masjid itu masjid Kagungan Dalem atau artinya masjid kepunyaan sang raja. Di masjid anak-anak melakukan dzikir al-Ma’tsurat sambil melihat bentuk bangunan kuno masjid. Selesai di masjid dilanjutkan perjalanan menuju makam. Letak makam berada di atas bukit. Sehingga untuk menuju kesana harus menapaki tangga yang jumlahnya sekitar 400 buah. Harus ekstra hati-hati, karena tangga yang miring banget bisa fatal jika terjatuh. Makanya anak-anak berjalan satu-satu sambil berpegangan besi yang berada di pinggir tangga.

 Di depan pintu gerbang makam kami disambut oleh para juru kunci makam. Kami dikumpulkan di aula kecil. Kami dijelaskan sejarah makam Imogiri. Makam ini dibuat tahun 1600an oleh raja Mataram pertama, sultan Agung Hanyokrokusuma yang juga merupakan pahlawan Nasional. Di makam Imogiri terdiri dari 8 kedaton atau lokasi. Masing-masing lokasi diperuntukkan untuk raja-raja dalam periode tertentu. Sebagian besar yang dikubur disitu adalah raja baik dari Yogyakarta maupun Surakarta. Pengunjung boleh melihat langsung makam pada hari Senin, Jum’at dan Ahad. Untuk masuk pengunjung harus berpakaian jawa. Pakai kain jarik dan blangkon untuk putra dan pakai kemben bagi yang putri.

Satu persatu kami dibawa keliling ke tiap gerbang makam. Di depan gerbang juru kunci menyebutkan makam siapa saja  yang berada. Anak-anak langsung memberikan salam kepada penghuni kubur. “Assalamu’alaikum Yaa Ahlal Qubur”

Begitu selesai dari makam raja Imogiri. Outing berlanjut ke kebun Buah Mangunan. Perjalanan menuju Mangunan cukup menegangkan.  Sebab, jalan yang dilalui mendaki cukup tinggi dan berkelok-kelok.

Alhamdulillah sampe juga. Rasa deg-degan langsung terobati dengan melihat pemandangan indah. Sebuah lembah yang hijau. Di kanan kiri dipenuhi dengan tanaman buah. Rambutan, Belimbing, Durian, Mangga, dan lain-lain.

Di kebun buah Mangunan, anak-anak belajar tentang pertanian organik. Yaitu pertanian yang tidak menggunakan pupuk kimia. Tapi yan digunakan adalah pupuk buatan yang berasal dari kotoran Sapi. Sehingga hasilnya sangat aman dikonsumsi tubuh.

Selain pertanian, anak-anak belajar bagaimana membuat pupuk dari kotoran Sapi. Untuk membuat pupuk dari kotoran Sapi dibutuhkan bakteri pengurai. Sehingga kotoran yang berbau bisa diubah menjadi bubuk yang sudah tidak berbau.

Outing Kelas 6 : Tour di Lereng Merapi

Pembelajaran di luar ruang kelas 6 kali ini mengambil tema ”Perkembangbiakan tumbuhan dan Bencana Alam”. Hari ini Kamis, 21 Oktober 2010 kami merasa bersemangat sekali, tidak seperti hari biasa. Ya, tidak lain kegiatan yang kami tunggu-tunggu tiba juga. Kelas 6 dapat yang terakhir, bukan apa-apa sih, Cuma agak gimana gitu kelas 1-5 sudah outing, kita kok belum…..

Tempat yang pertama, kita akan mempelajari perkembangbiakan tumbuhan khususnya tanaman hortikultura. Apa itu tanaman hortikultura?. Kata Pak sukarman, petugas yang mendampingi kita, tanaman hortikultura adalah tanaman yang termasuk tanaman sayur, buah dan tanaman hias.  Kalian pasti tahu dong! Tanaman sayur, yaitu tanaman yang dimanfaatkan hasilnya untuk sayuran. Bagian yang dimanfaatkan dapat berupa bagian akarnya, batang, daun, buah dan bijinya. Biasanya tanaman ini berumur pendek, 30 hari – 120 hari.Tanaman buah, jelaslah yang diambil adalah bagian buahnya, biasanya daging buahnya. Biasanya umur tanaman ini termasuk tahunan, tapi ada juga yang berumur pendek. Tanaman hias, semua bagian tanaman dapat menjadi daya tariknya. Fungsi utama adalah untuk hiasan taman di rumah, perkantoran, jalan, juga taman kota.

Berikut ini adalah acara sekolah lapangan kita, seperti pak tani ya? Tapi tidak mengapa supaya teman-teman tahu, besok jika mau jadi petani, petani yang pintar.

Kami berada di depan kebun anggrek BP2APH Ngipik Sari. Tanaman anggrek tanah ini, tingginya  hampir setinggi kita. Kami berada dibagian atas kebun anggrek,  bunganya  indah lho.. warnanya kuning kecoklatan totol-totol.

Inilah suasana sekolah lapangan kami, Pak sukarman menjelaskan fungsi mulsa pada tanaman cabai varitas cipanas dan tomat varitas kaliurang. Kemudian juga pada tanaman buncis dan kacang panjang. Secara umum mulsa berfungsi menahan hara supaya tidak pergi kemana-mana jika terkena air hujan, menjaga kelembapan tanah dan juga membatasi pertumbuhan gulma pada tanaman.

Belajar ditengah sawah dengan petugas penyuluh lapangan(PPL) langsung, selain dapat ilmu mengenai tanaman buncis, tomat, cabai, kacang panjang. Kita-kita juga dapat nasehat banyak supaya rajin belajar, supaya tidak sia-sia pengorbanan ortu.

Umar sedang mengamati tanaman buncis, eeeh kemarin kita bareng-bareng petik buncis yang masih muda dan langsung kita makan . Tahu nggak rasanya??? Oh, ternyata manis, lho… buncis disana tidak disemprot pestisida jadi langsung makan tidak apa-apa .

Ahmad sedang merasakan buncis Ngipik Sari, kress nyam-nyam…. Enak. Manis rasanya…..

Kebun bunga mawar merah….kemarin banyak yang mau memetiknya. Untuk dibawa pulang,  diberikan pada orang tercintanya yaitu ortu masing-masing tapi tidak boleh….. nggak cukup…lagi….

Di pembibitan tanaman buah, kita diterangkan cara perbanyakan sambung pucuk atau enten. Apa itu enten? Yang pasti bukan kelapa muda yang dimasak dengan gula jawa, itu mah . enten-enten isi makanan pada dadar gulung atau mendut goci. Enten adalah salah satu perbanyakan tanaman secara vegetative buatan artinya perkembangbiakan tidak melalui pertemuan benangsari dan kepala putik dan harus dikerjakan manusia.  Enten adalah upaya memperbaiki mutu tanaman dengan menyambung antara tanaman batang bawah yang berasal dari biji dan pucuk tanaman dari pohon induk sebagai batang atas.  Kita harus memilih tanaman batang bawah yang kuat perakarannya, tahan terhadap hama dari tanah, sedang pucuk yang akan disambung haruslah dari tanaman induk yang mutunya baik seperti buah banyak, rasanya manis, daging tebal, warnanya bagus, jika tanaman hias warnabunga yang berbeda dengan batang bawah

Kita mengunjungi pusat pembibitan jamur edible. Untuk budidaya jamur bahan baku yang diperlukan adalah  bahan baku serbuk kayu, yang diwadahi plastic dan diberi bibit yang diproses diruangan hangat.

Bahan –bahan yang dibutuhkan dan yang sudah siap untuk diberi bibit.

Anak-anak kelas VI  bergambar bersama sebelum pulang.

Setelah dari BP2APH, kita tafakur alam di Taman Gardu Pandang Kaliurang. Dari gardu pandang yang ada kita dapat menikmati pemandangan menakjubkan disekitar Kaliurang. Jika cuaca cerah puncak Merapi akan sangat jelas sekali, walaupun jaraknya 9 km dari sini. Sayang, kemarin cuaca agak berkabut jadi tidak bias menikmatinya. Ditaman ada salah satu anggota ekosistem yang ada di Taman Gardu Pandang, mendapat berkah makanan. Salah satu dari kami berbagi makan siang dengannya. Bahkan kami sempat bermain-main dengannya, sepertinya dia senang dapat makanan dari kami.

Bunker yang ada di sini terkunci. Bagaimana, jika Merapi meletus saat ini, dimanakah kita berlindung? Kok terkunci????……maklum saat kita ke sana aktivitas  Merapi meningkat dari biasa.

Gunung Turgo yang sering disangka Merapi jika dilihat dari gardu pandang. Padahal Merapi yang benar masih 9 km dari sini, dan sering tertutup kabut..

Inilah tujuan kami selanjutnya, Museum Gunung Merapi. Disini kita dapat belajar banyak mengenai gunung berapi. Dari sisi ilmiah dan mitos-mitos pun ada disini. Untuk yang berkaitan dengan mitos kita harus berhati-hati jangan sampai berbuat syirik, yaa!!

Di hall setelah pintu masuk kita disambut prototype gunung Merapi, yang jika dipencet tombolnya akan mensimulasikan arah jatuhnya kubah kawah. Terdengar suara gemuruh dan dari puncak akan meleleh lava pijar. Pada tahun 1969 ke arah barat daya, 1994 ke selatan agak sebelah barat dan 2006 kemarin kearah timur.

Kita mempelajari tahapan terbentuknya benua.  Di sana juga kita dapat belajar berbagai tipe gunung berapi didunia, tipe kawah gunung berapi, tipe letusan dari berbagai gunung berapi di dunia. Manfaat gunung berapi juga diulas, antara lain untuk wilayah pertanian, pariwisata, bahan tambang, sumber mataair, resapan tanah .

Calon ruang simulasi gempa vulkanik, begitu tombol dipencet, jembatannya akan miring. Tetapi ini belum jadi. Jika tahun 2011 kita  datang lagi katanya sudah jadi.

Kami mengamati sepeda motor relawan yang meninggal terjebak erupsi Merapi tahun 2006 di bunker Kaliadem. Ngeri… ya.. Semoga relawan itu dapat syahid…

Kelas VI berpose di halaman depan MGM.

Seluruh kru kelas VI SDIT ANI kecuali Ustadz Bin yang njepret kami…

Setelah ini kita jenguk Ina yang lagi sakit di RS PKU Gamping, kelihatannya Ina seperti gak sakit dia senyum terus dan ceria. Tapi kata dokter Bambang yang juga ayah dari Dhila, Mbak Ina harus banyak istirahat tidak boleh turun dari tempat tidur. Karena hasil Labnya kandungan protein di urin masih tinggi…kita doakan semoga ginjal Ina segera berfungsi normal…Amin. Kunjungan kita di sini diakhiri dengan doa bersama dipimpin ustatdz Bintara.

Outing kita kali ini  paling lengkap lho… kita belajar masalah pertanian di BP2APH, belajar gunung api di MGM, bersantai dan tafakur alam di gardu pandang, wisata kuliner di Mbah Carik dan di akhiri dengan menjenguk Ina yang sakit. Berdialog dengan dr. Bambang Edi, Sp. A. sepertinya masih banyak yang mau diceritain di sini tapi dah capek… nih habis mabit. Minggu ini kelas 6 marathon dari outbound, outing, mabit, tapi asyik kan…? Sampai jumpa, ketemu lagi di outing bulan depan…

 

Kontributor : Ustadzah Sunarsih

Procedure to Make Avocado Juice

Ternyata Metode Learning by Doing tidak semata diberlkukan untuk mata pelajaran Sains atau Agama saja. Bahasa Inggris pun bisa menggunakan metode ini. Kelas 5 di pekan ini belajar tentang How to Make Procedure, bagaimana membuat perintah untuk melakukan sesuatu. Kali ini yang dibuat ialah prosedur membuat Jus Alpokat.Layaknya sebuah acara Cooking Show, para Chef menerangkan di depan ustadz Gusdul bagaimana membuat Jus Alpokat. Sambil menerangkan, para Chef juga praktek. Sehingga banyak siswa lain yang tertarik untuk menonton show itu.

Meski masih dengan pronounciation/pengucapan yang belum sempurna tapi mereka bersemangat bahkan kreatif dalam menunjukkan kerjanya

Biopori

Wah makhluk apaan tuh? Benda mati ato hidup ya ? Tepatnya, Biopori itu adalah merupakan lubang. Ingat kata pori. Pori-pori tubuh kita untuk keluar keringat. Lubang pada tanah yang dibuat oleh organisme dalam tanah seperti cacing, rayap dan hewan fauna lainnya ataupun akar tanaman. Lubang itu akan terisi udara dan sebagai tempat lewat air hujan dan penyubur tanah.

biopori Untuk kenal lebih dekat, siswa-siswa SDIT Alam belajar membuat biopori buatan.  Untuk membuat lubang dibutuhkan alat khusus. Seperti bor dengan gagang atas seperti huruf T.

DSC00941

DSC00956

Yang kayak huruf T tadi dipake untuk memegang dan memutar. Sedangkan ujung alat lancip mirip bor. Pinggirnya agak pipih untuk menggerus tanah yang dilobangi.

DSC00950Lubang yang dibuat sedalam kurang lebih 100 cm atau 1 meter. Mm, cukup dalem kan. Untuk memastikan benar bahwa sampah organik yang akan dimasukkan cukup banyak. Sehingga tanah pada lubang bisa tersuburkan.

DSC00959Begitu lubang sudah dalem benar, langkah berikutnya adalah memasukkan sampah organik. Sampah yang bisa membusuk. Tujuannya supaya sampah bisa membusuk menyatu dengan tanah. Sekaligus jika ada air masuk tidak kemudian mengikis tanah.

DSC00954Bagi yang semangat sekalian bersih-bersih sampah, pasti juga semangat buat lubang yang banyak juga. Satu kegiatan bisa dua tujuan. Untuk membuat perlindungan tanah sekaligus bersih-bersih sampah.

DSC00952