Qurban 1438 H : Seberapa Taatkah Dirimu pada Tuhanmu ?

Sebagai kegiatan tahunan, Qurban selalu dilakukan karena sarat dengan pembelajaran. Semenjak disyariatkan pertama kali oleh nabi Ibrahim ‘Alaihisalam, Qurban setiap tahun dijalankan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Subhanahuwata’ala. Taat bukanlah paksaan, tapi sebuah bentuk sikap tunduk penuh percaya kepada Dzat yang memegang kuasa Jagat Raya. Ada satu proses dialog bagaimana ketaatan nabi Ibrahim ‘Alaihisalam itu disampaikan kepada putranda Ismail ‘Alaihisalam kecil. Sebenarnya perintah apalagi yang berasal dari Allah, suka dan tidak suka harus dilaksanakan. Namun, komunikasi yang disampaikan oleh nabi Ibrahim sangatlah elegan. “Ismail anakku, tadi malam aku bermimpi Allah perintahkan aku untuk menyembelihmu, bagaimana menurutmu?” Nabi Ibrahim menyentuh kemanusiaan Ismail dalam merespon perintah Allah. Tentu momen itu bukanlah tiba-tiba menguji Ismail. Ismail sudah dididik sejak kecil untuk mengamalkan apa itu sebuah ketaatan. Sehingga jawaban “Jika itu perintah Allah, maka lakukanlah Ayahku !” mengalir ringan dengan penuh kepasrahan merespon pesan Ayahanda Ibrahim. Subhanallah.
Tahun ini alhamdulillah SDIT Alam Nurul Islam diamanahi oleh para pengkurban sebanyak 1 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Kegiatan qurban dilaksanakan pada hari Senin, 4 September 2017 yang merupakan hari ketiga tasyrik. Kegiatan qurban ini diikuti oleh seluruh siswa, guru dan karyawan SDIT Alam Nurul Islam. Dikarenakan sudah menjadi kegiatan tahunan, dari segi pengelolaannya dilakukan semakin baik. 
  Dari mulai penyembelihan, pengulitan, pengirisan, pembersihan jerohan hingga pembagian kepada masyarakat dikelola penugasannya antara siswa dan guru. Siswa yang ikut serta langsung dalam proses Qurban mulai kelas 4 hingga kelas 6. Mereka dibagi dalam kelompok-kelompok tugas yang dipimpin oleh guru. Sehingga dipastikan semua siswa berperan dalam proses Qurban. 

Sepanjang proses kegiatan siswa belajar tentang bagaimana mengorganisasi kegiatan sehingga kerjasama dan koordinasi antar kelompok berjalan baik. Obyek kambing tak lepas dari perhatian ingin tahunya anak-anak. Mulai dari proses ajal kematian hewan, saat dikuliti, dikeluarkan organ dalamnya, dipisahkan dagingnya, bentuk tulangnya. Rasa takut dan jijik muncul di awal namun perlahan sirna dengan rasa ingin tahu siswa. Menimbang dan membagi dengan adil juga kemampuan yang terasah dalam kegiatan ini. 
Khusus siswa kelas 1 hingga 3, ada kegiatan tersendiri. Mereka belum dilibatkan secara langsung dalam kegiatan Qurban. Acara mewarnai dan menghias hewan Qurban dilengkapi dengan menyimak dongeng dari kak Ranger diharapkan nilai Qurban dapat terinternalisasi dalam hati mereka. 
 Nilai sosial dan empati terasah manakala siswa secara langsung menjalani proses pembagian ke masyarakat. Bagaimana mereka membaca kebahagiaan wajah para warga menerima daging Qurban. Karena ketaatan kepada Allah untuk membahagiakan yang di langit dan juga yang di bumi.
Iklan