Parent Teaching Buka Tema Pekerjaan

Waktuny sudah memasuki tema baru lagi. Kelas tiga membukanya dengan rangkaian kegiatan wawancara di pasar dan parent teaching. Kebetulan lokasi pasar dekat dengan sekolah. Sehingga siswa bisa dekat untuk berkunjung. Tidak semata wawancara tapi siswa juga akan berbelanja di pasar. Mereka diberi cacatan belanjaan orang tua berikut uangnya seharga Rp. 10.000.
Sebelum masuk pasar anak-anak dibrifing dahulu. Diberi pengarahan adab masuk pasar. Mengingatkan bahwa pasar termasuk tempat favorit tempat tinggal setan untuk beranak pinak. Sehingga semewah apaun bentuknya, kita disunnahkn untuk membaca ta’awudz untuk menjaga diri dari gangguan setan. Bahkan pasar secanggih Hypermart pun. Kemudian adab dalam berbicara sewaktu wawancara. Karena mayoritas penjual pasar adalah ibu-ibu yang sudah tua bisa jadi tidak lancar bahasa Indonesia. Unggah-ungguh jawa harus dilakukan.
  Yang harus diketahui anak-anak dari wawancara adalah, berapa lama berjualan, berapa rata-rata penghasilannya serta suka duka berjualan. Wawancara dibagi tugs secara bergantian sehingga semua saling merasakan interksi dengan orang lain dalam berkomunikasi. Sambil mereka lengkapi daftar belanjaan dari orang tua. Rata-rata belanja sayur dan bumbu. Meski sisa uang digunakan untuk membeli snack.

 Selesai di pasar, kegiatan berlanjut pindah ke rumah salah seorang siswa kelas 3. Rumahnya Sheira 3B. Di rumah Sheira siswa-siswa akan mendapat informasi tentang pekerjaan yang dilakukan ayahnya. Ayahnya Sheira kebetulan berkebangsaan Swiss, Pak Serge namanya. Karena sulit nyebutnya maka bisa dipanggil pak Sarjo. Pak Sarjo seorang Carpenter atau tukang kayu di Swiss. Setiap 6 bulan sekali beliau pulang ke Swiss untuk menjalani pekerjaannya. Enam bulan berikutnya pulang berkumpul dengan keluarganya.

Pertama kali pak Sarjo menjelaskan beberapa tempat di Swiss. Seperti Air mancur di pusat kota Genewa yang dinamai Jet d’eau de Geneve. Air mancur ini bisa mempunyai ketinggian sampai 100 – 150 meter. Wuih tinggi banget ya. Lalu ada gedung PBB di kota Genewa juga. Pusat kantor PBB di dunia itu ada 2, selain di Genewa juga ada di New York Amerika Serikat. Selain itu juga diterangkan pabrik coklat dan pusat perkebunan anggur di Swiss. Swiss terkenal akan 3 hal : Coklat, Uang dan Jam. Uang karena di Swiss terkenal dengan banyaknya Bank yang dipergunakan para konglomerat di dunia.

 Pak Sarjo kerja berdasarkan proyek. Hampir selalu perusahaanya pak Sarjo mendapatkan pesanan perusahaan besar dunia. Seperti Louise Vuitton, yaitu perusahaan fashion besar dunia. Tugas yang diberikan adalah diminta untuk membuat hiasan toko yang terletak di 9 negara selama waktu 2 bulan. Pak Sarjo harus berlembur-lembur, sehari bisa bekerja 12 jam supaya sesuai target. Dan tidak asal jadi, hasil kerjanya juga dipantau kualitasnya. Presisi kerapian garapannya hingga ukuran milimeter. Itu yang membuat perusahaan pak Sarjo selalu dipercaya.

Memang tukang kayu seperti pak Sarjo kelasnya sudah Internasional, global. Sudah wajar jika kualitas menjadi taruhan kepercayaan. Dan tidak tanggung-tanggun nilai proyeknya sampai bernilai milyaran. Jika anak-anak ingin bekerja dengan taraf internasional, modal awal yang harus dikuasai adalah bahasa Inggris. Karena itu sebagai alat komunikasi internasional. Mental kerja profesional juga harus menjadi kepribadian. Bekerja keras dengan deadline waktu yang tepat. Sekali saja telat maka tidak lagi menjadi kepercayaan. Pak Sarjo mengagumi karakter orang Jogja yang ramah tapi dalam hal kerja masih jauh diperbaiki. Karena masih kurang disiplin. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s