Ninja Warrior Save The Eggs

Nyawa penting aktivitas pembelajaran adalah keingintahuan. Manakala semua siswa sudah tumbuh rasa ingin tahunya, maka proses pembelajaran dijamin menekati targetnya. Tapi sebaliknya, sebuah pembelajaran menjadi seakan beban yang membosankan manakala siswa belum menjalaninya dengan motivasi dari rasa ingin tahunya. Sehingga menjai sebuah kewajiban untuk memulai pembelajaran itu dibutuhkan metode atau aktivitas sebagai media untuk menghantarkan masuk pembahasan yang memancing rasa ingin tahu siswa. Memulai tema Gerak, siswa kelas 3 mengikuti kegiatan buka tema yang diberi tajuk game Ninja Warrior Save The Eggs, Ninja Warrior menyelamatkan telur-telur. Apa hubungannya Ninja Warrior dan telur? Nah, judulnya saja sudah memancing ingin tahu kan? 🙂
  Untuk memulai game ini, anak-anak dijelaskan dahulu aturan mainnya. Setiap anak diharuskan membawa satu butir telur utuh yang dibungkus plastik bening. Telur itu ibarat nyawa bagi para ninja, jika tetap utuh maka selamatlah ninja, namun, jika pecah maka si ninja gagal dalam mengemban misi ini. Mereka bergerak sesuai kelompok. Setipa kelompok menapatkan bahan berupa tali plastik, koran bekas, kotak kardus dan karet gelang. Setiap kelompok dipersilahkan berembug untuk mendesain bentuk alat untuk mengamankan telur. Dikarenakan setiap anak harus membawa telurnya sepanjang perjalanan. Jalur yang harus ditempuh sengaja dipenuhi halangan dan rintangan. Inilah tantangan yang harus diselesaikan oleh setiap ninja.
 Setiap anak harus memastikan telurnya aman dari goncangan dan benturan. Karena setiap ninja akan menyusuri jalur dengan loncat, meluncur, hanyut, mendaki, lari, jatuh. 
Jalur bahaya pertama, ninja diharuskan untuk melompat ari ketinggian satu setengah meter. Tidak sembarang lompat karena mereka juga harus pikirkan keselamatan telur yang dibawanya.
Tak kalah menantangnya, jalur ini setiap ninja iharuskan melewati jembatan jaring setinggi 5 meter. Keseimbangan tubuh wajib ada. Setelah itu mereka diharuskan untuk turun melalui tiang pipa dengan meluncur. Bagi yang membawa telur di sakunya, ancaman pecah sewaktu meluncur sangatlah besar.

Bagian ini tak kalah serunya. Apapun bisa kemungkinan terjadi. Selain basah, mereka juga berjuang melawan arus sungai yang mengalir. Kekompakan tim juga diuji, apakah masing-masing anggota mementingkan keselamatannya sendiri atau bersama kelompok.

Persis dengan diibaratkan dengan kehiupan ini yang tidak selalu datar terus. Kadangkala harus mendaki yang membutuhkan segenap energi untuk melewatinya. Mereka selain mengangkat dirinya sendiri juga memikirkan telur supaya tidak pecah.

Selesai menyusuri track, setiap kelompok memeriksa kondisi telur setiap anggota. Keselamatan telur an ketepatan waktu selesai kembali ke tempat akan menentukan kemenangan setiap kelompok. Setelah semua selesai, masing-masing anggota memasak telur dengan menu sesuai selera masing-masing. Apalagi makan siang suah menjelang. Dengan semangatnya mereka masak untuk mendapatkan tambahan lauk sesuai dengan seleranya.

Kiranya seru sekali acara buka tema kali ini. Harapannya ingin tahunya mulai tumbuh untuk kemudian menjadi bahan bakar pembelajaran selama satu bulan ke depan. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s