Buka Tema : Survival

Jika ada tutup tema tentu sebuah pembelajaran akan diawali dengan buka tema. Jika tutup tema ditujukan untuk eksibisi atau menunjukkan sisi kemanfaatan atas pembelajaran sebuah tema, maka buka tema ditujukan untuk menarik perhatian, memahami tujuan sebuah tema akan dipelajari. Sehingga perhatian, fokus dan daya tarik siswa bisa ditumbuhkan di awal sebelum mempelajari tema pembelajaran.
Untuk membuka tema pembelajaran bertajuk Survival atau Mempertahankan diri, siswa kelas 5 mengadakan kegiatan Survival. Mereka akan mengasah ketrampilan diri bagaimana cara mempertahankan diri. Di kegiatan awal, semua siswa dijelaskan dahulu aturan main dalam kegiatan ini. Secara kelompok, semua siswa akan melakukan perjalanan menyusuri track yang sudah ditentukan.
 Jalur yang dipilih adalah sepanjang persawahan. Di kanan-kiri tampak membentang persawahan yang menghijau. Sehingga pandangan bisa terlihat meluas tak terhalang. Arah perjalanan kemudian setelah melalui persawahan adalah menyusuri tepi sungai Bedog.

Sampai di pos, setiap kelompok diberi perintah
tertulis di atas kertas. Perintah ditulis menggunakan huruf Jawa.
Sehingga mereka harus berpikir dua kali, pertama membaca tulisan Jawa
kemudian memahami isi perintah tersebut supaya perintah yang ada di dalam kertas tersebut bisa dilakukan dengan benar

Satu jalur mewajibkan setiap siswa untuk menyeberangi sungai. Mereka harus memastikan barang bawaan tidak basah ataupun hanyut di sungai. 
Untuk makan siang, setiap anak diharuskan untuk mencari ubi di sekitar tepian sungai. Keuletan kelompok sangat menentukan menu makan siang mereka. Setelah didapatkan ubi-ubi itu, mereka kemudian memasaknya dengan bahan bakar ranting dan dedaunan kering di tepian sungai. Ketrampilan menghidupkan api menjadi wajib, karena jika api gagal dihidupkan, dipastikan ubi yang dimakan akan mentah. 
Tak terasa, waktu Dhuhur sudah tiba saatnya. Sebelum menyantap makan siang mereka melakukan sholat Dhuhur berjama’ah setiap kelompok di tepi sungai. Sunggh nikmatnya menu ubi bakar kali ini, meski tidak biasa makan, katanya makanan orang kampung jika dimakan bersama-sama pasti terasa enaknya. Di akhir acara ustadz-ustadzah memberikan pemaknaan tentang pentingnya bertahan hidup. Karena kita tidak akan pernah bisa menduga bagaimana kondisi di sekitar kita. Sehingga dalam kondisi darurat pun kita bisa tetap bertahan hidup.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s