Peringatan Kemerdekaan RI Ke-71

Untuk menyambut hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-71, semua kelas di SDIT Alam Nurul Islam mengangkat tema pembelajaran bersama yaitu kemerdekaan. Hari Selasa, 16 Agustus 2016 dipilih sebagai hari peringatan bersama kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap kelas dipersilahkan membuat aktivitas sendiri-sendiri sesuai dengan semangat dan kesukaannya. Bagian yang tak ketinggalan adalah kegiatan menghias kelas dengan berbagai asesoris bernuansa merah putih untuk mensuasanakan peringatan kemerdekaan RI.

 Selain dekorasi ruangan, dilengkapi pula dengan kostum bermotif merah putih. Seperti kelas satu ini, mereka tidak mau ketinggalan untuk bersama merayakan ulang tahun kemerdekaan kali ini yang diekspresikan melalui kostum pakaian yang dilengkapi asesoris merah putih. Kelengkapan senjata dari bambu turut disandang untuk mencirikan bahwa mereka meniru para pejuang kemerdekaan.

Tidak cukup di sekolah para siswa berkostum pejuang, karena mereka akan jalan berparade mengelilingi lingkungan sekitar sekolah untuk menyampaikan pesan gembira merayakan kemerdekaan Indonesia tercinta yang ke-71.

Tak kalah seru dengan parade, lomba-lomba khas peringatan kemerdekaan turut melengkapi kegiatan anak-anak. Seperti ambil koin dari buah melon ini menjadi lomba yang seru. Dengan pantang menyerah mereka mengeluarkan koin-koin di tubuh melon seperti pantang menyerahnya para pejuang mengeluarkan para penjajah dari bumi Indonesia ini.

Lomba tarik tambang juga menjadi aktivitas menarik untuk digunakan sebagai wahana ikut merasakan usaha kerasnya para pejuang dalam mengusir penjajah dari bumi pertiwi. Sehingga bukan semata gembira berseru-seruan namun yang lebih penting adalah pesan untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan yang tentu tidak bisa kita rasakan saat ini betapa beratnya perjuangan dalam merebutnya.

Rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan RI ke-71 ditutup dengan kegiatan upacara pengibaran bendera Merah-Putih tanggal 17 Agustus 2016. Seluruh siswa dan guru hadir untuk melaksanakan kegiatan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh kepala sekolah, ustadzah Sunarsih.

Dalam amanatnya pembina upacara menyampaikan pentingnya kita untuk mensyukuri atas kemerdekaan yang sudah diberikan Allah pada negeri kita. Karena masih banyak negeri, terutama negeri Islam yang masih dalam kungkungan penjajahan. Tentu sangat beda suasana negeri merdeka dan negeri terjajah. Dalam kondisi merdeka kita bisa melakukan aktivitas apapun dengan aman. Sedangkan dalam kondisi terjajah perasaan was-was dan takut akan selalu menyertai dimanapun aktivitas kita. Semoga dengan usia yang ke-71 ini negeri kita segera dibebaskan dari permasalahan dan Allah berkenan menurunkan kemakmuran dan keberkahan bagi rakyatnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s