Grand Launching Marketday

Marketday adalah salah satu program yang termasuk daftar favorit di siswa SDIT Alam. Pasalnya, aturan tidak diperbolehkannya jajan membuat rasa rindu yang mendalam di hati anak-anak🙂 Bayangkan, jajan dan anak-anak itu seperti 2 mata uang logam yang tidak pernah dipisahkan. Larangan untuk jajan bukan semata mutlak tidak boleh. Tapi, hasrat jajan masih diberi ruang anak-anak untuk melepas dahaganya. Di marketday-lah rasa kangen jajan itu bisa dipenuhi.
Loh, katanya marketday. Kok malah ada monster gurita dan Wiro Sableng sih. Jangan kaget dulu, ini adalah bagian dari acara pembukaan launching atau pembukaan marketday di tahun ajaran 2016-2017 ini. Sengaja untuk menghibur dan menarik perhatian, pengunjung disuguhi dahulu drama pendek Monster Gurita vs Wiro Sableng. Marketday dibuka pada hari Jum’at, 5 Agustus 2016, dan setiap Jum’at mulai jam 14.00 semua siswa bisa berjajan ria di marketday.
Berbagai dagangan digelar. Memang sih yang paling laku adalah dagangan berupa makanan atau minuman. Es dengan berbagai bentuk menjadi barang yang sangat laku. Para pengunjung diperingatkan supaya menikmati jajannya dengan duduk serta menjaga kebersihan dari sampah bungkus makanan.
Sebagai awalan, yang menjadi penjual adalah ustadz/ah. Sehingga para siswa bisa modelling, mencontoh barang apa yang harus mereka jual nantinya. Ternyata tidak hanya makanan yang laku keras. Ikan hias Cupang juga tidak ketinggalan minat para siswa untuk membelinya. Pilih-pilih warna ikan mana yang paling disuka.
Tidak hanya ikan hias, ada juga stand yang memberikan layanan pijat elektrik. Dengan menggunakan alat pijat elektrik dengan bersumber listrik, cukup dengan Rp. 1000, anak-anak bisa merasakan sensasi pijat elektrik. Ustadz ingin memberikan gambaran bahwa untuk menjadi penjual marketday tidak harus jualan barang. Bisa juga menjual jasa seperti jasa pijat elektrik ini. Harapannya, marketday ini akan menjadi media inspirasi setiap siswa untuk menumbuhkan sense wirausahanya. Memahami apa yang layak dijual dan menjadi minat pembeli hingga kiat bagaimana mendapatkan keuntungan. Bukan sebaliknya, hanya menjadi konsumen semata. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s