Pawai Tarhib Ramadhan 1437 H : Penghancuran Berhala dan Recycling Princess

Ramadhan 1437 H tinggal hitungan hari lagi. Sudah apa sajakah persiapan yang kita lakukan untuk menyambut tamu agung tersebut? Untuk menyambut Ramadhan 1437 H dan menyeru kepada masyarakat sekitar, SDIT Alam Nurul Islam mengadakan pawai Tarhib yang dilaksanakan pada hari Senin, 23 Mei 2016.

 
Setiap kelas mempersiapkan tema kostum pawai sendiri-sendiri. Bermacam kostum dengan satu tujuan, keceriaan menyambut datangnya Ramadhan. Kostum yang disiapkan dilengkapi dengan pesan-pesan untuk mengajak bergembira akan datangnya Ramadhan.
 Tema buah dengan asesoris warna-warni menambah daya tarik penonton. Karena misi untuk mengajak masyarakat maka menarik perhatian menjadi syarat yang harus dipenuhi supaya khalayak terkesan di awal pada pawai.
Nama-nama buah pun bisa secara kreatif dibuat pesan yang mengajak pada kebaikan. Pesan yang ringan, unik tanpa menggurui tentu menjadi daya tarik untuk bersama ceria sambut Ramadhan.
 Kostum tema futuristik dan etnik tak ketinggalan juga. Gembira dan ceria adalah suasana. Namun suasana bisa dibuat sehingga membuat setiap orang mengikuti suasana tersebut. Meski diawali dengan hujan rintik-rintik, mari kita mohon kepada Allah supaya hujan yang turun menjadi berkah. Allah maha Tahu jika kita ingin mengajak orang-orang bergembira sambut Ramadhan. Begitu ajak ustadz Ariefuddin dalam sambutannya. Dan Alhamdulillah, meski harus berteduh sebentar, hujan mulai mereda.
Di tengah menunggu redanya hujan, tiba-tiba dari arah selatan muncul rombongan berbaju aneh. Hitam-hitam dan putih-putih mengunakan topeng. Di depan ada satu orang yang membawa satu tampah pernak-pernik lengkap seperti sesaji. Di sampingnya ada sesuatu yang dibakar seperti punyanya para dukun-dukun itu. Baunya pun wangi, tak salah lagi itu wangi dupa. Di belakangnya ada pasukan putih-putih yang mengangkat 2 buah patung besar berwarna hitam. Yang depan patung mirip manusia berkepala ular, sedang belakangnya seperti patung manusia berkepala gorila. Dua patung tersebut di tangannya membawa gambar gadget dan gambar game online. Mereka berjalan sambil nyebut, Huba . . . huba . . .huba . . .
Setelah kedua patung diletakkan di tengah-tengah, pimpinan rombongan tersebut berkeliling untuk mengajak menyembah 2 patung itu . . . Huba . . . huba. sambil menawari iming-iming uang agar menjadi pengikutnya.

 Untuk menarik khalayak, mereka memberikan pertunjukan sulap yang memukau. Bagi hadirin yang tertarik dan terkagum-kagum langsung ditarik ke tengah dan diajak untuk menyembah Huba . . . huba

 Rupanya ada satu anak yang berhasil dipengaruhi dan diajak untuk menjadi pengikut Huba. Tampak para pengikut Huba sedang mempersilahkan si anak untuk menyembah Huba.
Tiba-tiba datanglah seorang pemuda sholih sendirian dengan penuh keberanian menyeru supaya para rombongan tidak menyembah berhala nan sesat tersebut. Tapi pemuda tadi justru dicemooh oleh para pengikut Huba. Si pemuda semakin berani mengatakan bahwa berhala ini adalah kesesatan yang harus dijauhi. Mendengar perkataan si pemuda, para penyembah Huba marah besar. Si pemuda kemudian ditangkap dan dibakar hidup-hidup.
Kemudian si pemuda sholih berdoa kepada Allah supaya memberikan perlindungan kepadanya. Dilindungi dari siksaan yang diberikan oleh orang-orang sesat penyembah berhala.
 Allah mengabulkan permohonan si pemuda sholih, api yang menyala tak mempan membakar tubuhnya. Dengan sigapnya pemuda tadi melemparkan api tersebut ke arah berhala. Dengan sekejap, berhala menyala terbakar. Para penyembah berhala panik dan menangis karena tuhannya hancur terbakar. Mereka tersadar jika tuhannya tidak mampu menolong dirinya sendiri saat dibakar pemuda Sholih.
Para penyembah berhala menyingkir dan yang tersisa hanya onggokan berhala yang sudah mulai menjadi abu. Anak-anak bergembira, si pemuda Sholih mampu menghancurkan berhala sesembahan sesat yang mengajak orang menjadi pengikut sesatnya. Selanjutnya, pawai Tarhib bersiap untuk berjalan keliling kampung menyerukan kegembiraan menyambut Ramadhan.
Barisan pawai bergerak mengular satu-satu. Sepanjang jalan mereka tebar senyuman, bunga dan jadwal Imsakiyah Ramadhan 1437 H kepada masyarakat sekitar. Masyarakat bermunculan dari rumah-rumah setelah dibuka oleh mobil perintis yang melantunkan lagu-lagu Ramadhan.
Istirahat dulu, rombongan berkumpul di masjid pinggir jalan. Bekal air minum dan roti donat dikeluarkan disantap untuk menambah energi jalan selanjutnya. Selesai rehat, perjalanan dilanjut. Alhamdulillah Allah memberikan cuaca yang bersahabat. Meski mendung namun tidak turun hujan sepanjang perjalanan rombongan pawai Tarhib. Sampai di sekolah, istirahat sebentar untuk menunggu Dhuhur tiba. Adzan Dhuhur berkumandang, segera siswa dan guru mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Dhuhur berjama’ah. Setelah kultum siswa dilaksanakan, ustadz Ariefuddin memberikan pemaknaan terkait dengan aksi teatrikal sebelum pawai Tarhib Ramadhan. Di dunia ini ada 2 hal yang harus menjadi perhatian dan kesadaran kita. Ada sesuatu yang memang sudah pasti kebaikannya, maka sudah layak kalau kita meneladaninya, menjadikannya qudwah. Tapi ada juga yang meski ada baiknya, keburukannya mendominasi. Maka hal itu harus kita jadikan pelajaran supaya jangan sampai terjebak mengikutinya. Menjadikannya ibrah bagi kita. Teatrikal patung hitam yang dibakar tadi merupakan bentuk pelajaran/ibrah supaya kita tidak ikut sesat menyembah berhala. Coba kalian amati, apa yang dibawa oleh berhala tadi. “Gadget ustadz, GTA ustadz” yap betul. Maksudnya adalah mungkin saat ini sudah tidak ada lagi orang yang mengajak menyembah berhala yang bentuknya patung hitam seperti yang dibakar tadi. Tapi, bentuk berhala sekarang berubah menjadi gadget, game online, teman bahkan orang-orang dekat di sekitar kita. Dahulu berhala itu memalingkan perhatian orang dari fokus menyembah Allah menjadi menyembah berhala. Nah, jadi apabila sesuatu itu sudah membuat seseorang menjadi berpaling dari Allah, berpaling dari kebaikan maka jadilah sesuatu itu menjadi berhala bagi orang itu. Jika anak-anak ditugaskan untuk belajar karena mau ujian, sampai rumah malah mengambil gadget dan main game sampai lupa belajar, jadilah gadget itu menjadi berhala. Teman yang mengajak pada keburukan menjadi berhala, bahkan orang tua kita jika memalingkan kita dari Allah dan kebaikan, mereka berubah menjadi berhala. Sehingga doa yang sering kita lantunkan setiap mau pulang sekolah itu, “Ya Allah tunjukkanlah yang benar itu benar, dan berilah kekuatan diriku untuk mengikutinya. Dan tujukilah yang bathil itu bathil dan berilah kekuatan diriku untuk menjauhinya.”  Dan di surah Al Falaq ayat ke-2 kita minta perlindungan kepada Allah dari keburukan makhluk ciptaan-Nya.
Setelah makan siang, anak-anak melakukan bersih kelas dan lingkungan. Nanti akan ada tim penilai kebersihan. Kali ini, tim penilai merupakan dewi-dewi yang berpakaian unik. Pakaian mereka terbuat dari bahan bekas. Seakan memberikan pesan bahwa jangan sampai membuang-buang bahan menjadi sampah. Gunakan kembali menjadi barang yang lebih bernilai. 
Penampilan para dewi-dewi ini menarik para siswa yag sudah bersiap diri kelasnya dinilai kebersihannya. Sambil terheran-heran, dalam hati anak-anak bertanya, siapa ya di balik topeng dan gaun unik itu?
Demikian satu hari rangkaian kegiatan tarhib sambut Ramadhan. Ya Allah sampaikanlah umurku bertemu dengan Ramadhan-Mu sehingga bisa kureguk berkah, keutamaan, ridhoMu hingga ketaqwaan paripurna menjadi pakaian yang layak kusandang. Amiin. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s