Pelepasan Siswa Kelas 6 : Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal

Dear SDIT Alamania, agenda tahunan yang selalu spesial diperuntukkan untuk siswa-siswi kelas 6 setelah mereka menempuh berbagai ujian dalam rangka menilai kelayakan kelulusan mereka adalah Pelepasan. Dahulu mereka diserahkan para orang tua yang mempercayakan SDIT Alam sebagai habitat untuk mengawal pertumbuhan dan perkembangan semenjak anak-anak masuk di kelas 1. Kini setelah 6 tahun yang terasa cepatnya, mereka akan dilepas. Bukan karena sudah bosen dan gak menarik lagi. Tapi karena keharusan mereka untuk lanjut belajar ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Kegiatan pelepasan kali ini di pilih obyek yang masih alami. Yaitu Grojogan Sewu dan Taman Sungai Mudal. Keduanya terletak di wilayah Kulon Progo.

 Pagi hari, Sabtu 13 Juni 2015 seluruh peserta kumpul di halaman SDIT Alam. Peserta adalah seluruh siswa kelas 6 beserta seluruh guru bahkan juga melibatkan karyawan. Dengan kostum kaos biru-putih peserta melakukan ceking bekal dan perlengkapan. Perjalanan menuju lokasi lumayan menantang dengan track mendaki dan berkelok.

Sampe di lokasi setelah rehat sejenak ngilangi shock perjalanan, dilanjut dengan pemanasan agar selama perjalanan tidak terjadi kesleo otot. Beberapa anak harus minum teh anget dulu karena kondisi perjalanan yang naik turun nan berkelok membuat perut mual.

Setelah panas, peserta dibagi dalam kelompok-kelompok. Setiap kelompok diberangkatkan berurutan menyusuri track yang sudah ditentukan. Target petama adalah mencapai Grojogan Sewu. Air terjun sungai yang masih alami menjadi daya tarik awal dalam rangkaian perjalanan kali ini.

Inilah dia Grojogan Sewu itu. Mungkin Sewu atau Seribu itu yang dimaksud adalah seribu sentimeter ketinggiannya, atau sepuluhan meter. Air yang mengalir terlihat jernih dan jatuh pelan. Tepat di bawah Grojogan menggenang bening air yang mengundang siapa saja untuk terjun berenang. Di situ ada papan peringatan, :Kedalaman Lubuk 5 meter. Jadi harus hati-hati ya yang ingin berenang.

Puas menikmati pemandangan grojogan sewu, istirahat sebentar untuk kemudian melanjutkan perjalanan. Ust. Ariefuddin memberikan dahulu pengantar sebelum perjalanan dimulai. Hakikat hidup ini adalah sebuah perjalanan. Selama kita hiduo di dunia ini hakikatnya adalah, pertama, dunia adalah tempat dimana kita untuk menanam amal. Tempat untuk bekerja keras yang hasilnya akan kita panen kelak di akhirat. Segala sesuatu di dunia ini hanya sementara, tidak selamanya. Bahkan kita sekarang ingin refreshing masih harus berjalan panjang untuk mendapatkan pemandangan indah. Itu pun meski refresh tapi juga ada lelahnya. Bahkan jika orang sudah meninggal katanya Rest In Peace. Betulkah damai. Di alam kubur sana setiap jiwa akan menjumpai kondisi sesuai amal dunia tentunya. Kedua, di dunia ini kita harus punya kejelasan tujuan. Sebuah perjalanan tanpa tujuan sudah dipastikan tak terarah dan boros. Boros energi, biaya, waktu. Mau jadi apa kita harus mulai diperjelas tujuannya, sehingga setiap tahap perjalanan akan mudah direncanakan. Ketiga, hidup ini adalah kemampuan kita untuk melakukan pilihan. Karena setiap saat kita pasti dihadapkan dengan pilihan. Setelah ini kita mau ke mana, makan, duduk, jalan. Kegagalan hidupn atau kegalauan saat kita menjalani hidup ini tidak mantap melakukan pilihan. Pilihan kita adalah tanggun jawab kita. Jika kita bisa merumuskan 3 hal di atas hidup kita akan berjalan mantap dan jelas arah.

Medan yang mendaki dan terjal menghiasi perjalanan. Mayoritas track yang dpilih adalah hutan yang masih lebat. Terkadang, di kiri-kanan terdapat jurang yang menganga. Kehati-hatian langkah ekstra tinggi. Meski ada juga hiasan pemandangan nun jauh yang indah bisa mengobati letihnya perjalanan.

Dua jam berjalan dengan medan yang luar biasa menghasilkan letih dan laper yang luar biasa juga. Sampe di lokasi, Taman Sungai Mudal dilanjut dengan makan siang bersama. Baru disusul dengan sholat Dhuhur berjama’ah. Enaknya sungguh super, dengan menu daging ayam dan minum kelapa muda nan segar menutup perjalanan siang itu.

Ust. Hamdan memberikan pemaknaan dari kegiatan perjalanan yang baru saja usai. Masih dengan tema kehidupan yang harus jelas tujuannya. Salah satu ciri bahwa seseorang mempunyai tujuan yang jelas bisa dilihat dari ‘atribut’ dan kondisi selama akan dan sedang berjalan. Misal, jika seseorang akan pergi haji dan akan pergi menjadi suporter sepakbola pasti atribut yang dikenakan beda jauh. Sangat tidak mungkin orang yang akan pergi haji beratribut kaos mencolok dengan panji suporter sepakbola dan naik kendaraan yang blombongan. Hal penting berikutnya dalam melakukan perjalanan adalah kesiapan bekal. Orang yang sudah jelas tujuannya akan mempersiapkan bekal dengan baik. Bukannya santai seenaknya saja. Kelulusan dari SD bukan ujung dari perjalanan, tapi baru satu tahap lanjut menuju tahap perjalanan kehidupan berikutnya.

Selesai pemaknaan, anak-anak dipersilahkan untuk menikmati wisata di Taman Sungai Mudal ini. Taman ini berseting sungai alami yang bersumber dari gua alami. Mengalir memanjang ke bawah dengan kontur alam air terjun yang alami juga. Di sekitarnya hutan yang ditata sedemikian rupa menjadi taman yang alami. Obyek ini masih gratis baru akan dibuka setelah lebaran Juli 2015 nanti. Yang mau ikut menikmati nuansa alam sungai bisa camping lho di Taman Sungai Mudal ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s