Outing Kelas 4 : Petualangan di Kebun Teh Pagilaran

Dear SDITAlamania, Kelas 4  menjadi kelas terakhir yang melaksanakan kegiatan outing di semester ini, bahkan di tahun pelajaran 2014-2015 ini. Dengan tema pembelajaran makhluk hidup, di hari Rabu 27 Mei 2015 kemarin, kelas 4 mengambil obyek pengamatan tumbuhan Teh dan Kakao di perkebunan yang dikelola PT Pagilaran yang berada di wilayah perbukitan Menoreh Kulon Progo. Perjalanan yang sangat menegangkan dirasakan para siswa sewaktu menuju lokasi. Medan perbukitan dan kelokan banyak menghiasai track menuju Pagilaran. Akibatnya, beberap anak tumbang tidak kuat menahan rasa mual akibat guncangan kendaraan bus.

Mmm . . . kasian banget wajah-wajah karena mabuk darat. Tapi gak papa, istirahat dulu ya, kalo udah fresh bisa gabung temen-temen lainnya berpetualang di kebun Teh. Rupanya teparnya gak begitu lama karena memang niatnya mau menikmati serunya di kebun Teh. Di luaran sana anak-anak lainnya sedang diterangkan bagaimana cara menanam tanaman Teh. Ternyata Teh itu dikembangkan dan diperbanyak bukan dengan biji. Karena memang gak ada biji Teh. Tapi dengan stek batang.

Serius banget sih liatnya. Ya memang, karena tanaman Teh sangat jarang dijumpai di bawah. Maksudnya dataran rendah. Adanya juga Teh-tehan, itu tu tanaman yang biasa untuk pagar rumah. Karena memang tanaman Teh hanya bisa hidup di dataran dengan ketinggian 400 hingga 800 meter dari permukaan laut. Di ketinggian tersebut tentu dari suhunya sudah cukup dingin. Biasanya Teh ditanam pada awal musim hujan, supaya cukup mendapatkan pasokan air. Anak-anak berkesempatan untuk mencoba simulasi menanam bibit Teh. Tapi pak petugas hanya membatasi hanya untuk 12 orang saja. Wah, enak ya yang sempat nyoba nanam.

Selain menanam, siswa juga dikasih kesempatan untuk metik daun Teh. Ternyata ada rumusnya untuk mendapatkan petikan daun Teh yang baik. P+2 dan P+3. Artinya, Pucuk ditambah 2 daun dibawahnya dan Pucuk ditambah 3 daun dibawahnya. Dari keduanya, hasil yang lebih baik adalah untuk P+2. Nah, daun-daun Teh yang sudah dipetik selanjutnya akan menjalani proses dilayukan. Setelah lemes, kemudian daun-daun Teh tersebut digulung. Karena daunnya banyak dibutuhkan alat penggulung, bukan satu per satu pake tangan. Setelah tergulung, daun dilakukan proses pengeringan. Dan terakhir dimasukkan oven hingga benar-benar kering. Keluar dari oven, daun teh sudah siap dikemas, Sebelum pengemasan dipastikan hanya daun saja yang masuk, untuk batang-batang disisihkan. Ada dua jenis Teh, Teh Hijau dan Teh Hitam.

Acara selanjutnya adalah menikmati penampakan air terjun atau sebagian lain menyebutnya grojogan atau curug, Orang sekitar menamainya dengan grojogan Watujonggol. Dinamai demikian karena memang adanya banyak batu yang besar di sekitar air terjun tersebut. Anak-anak sejenak menikmati segarnya air terjun dengan mandi di bawah jatuhnya air. Di hari yang terik menjadi berubah segar meski dengan berbasah-basahan. Air terjun Watujunggol ini termasuk wahana wisata di bawah pengelolaan PT Pagilaran selain mengelola kebun Teh dan Kakao sebagai usaha utamanya. Ada juga terdapat camping ground, homestay dan wahana lain yang menunjang wisata di wilayah desa Nglinggo tempat lokasi PT Pagilaran.

 Setelah belajar tentang Teh, anak-anak berlanjut menyimak penjelasan tentang tanaman Kakao atau lebih sering dikenal dengan sebutan coklat. Selain mengelola kebun Teh, PT Pagilaran juga mengelola kebun Kakao. Berbeda dengan Teh, Kakao ditanam dari pembibitan dari bijinya. Tanaman Kakao yang diambil manfaatnya adalah di bagian bijinya. Meski dagingnya bisa juga dinikmati. Ada 2 jenis Kakao. Kakao warna hijau yang saat matangnya berubah warna menjadi kuning. Dan Kakao warna merah yang berubah warna Ungu saat matang.

Kakao dipanen dengan cara dipetik dengan memotong buahnya menggunakan benda tajam. Karena jika dipetik langsung dikhawatirkan akan merontokkan bunga Kakao yang akan jadi. Waktu pemetikan setiap Senin sepekan sekali. Dengan tujuan supaya perolehan yang banyak dan waktu pengolahan yang bersamaan. Kakao yang sudah dipetik kemudian dikeluarkan bijinya yang selanjutnya ditumbuk. Setelah ditumbuk menjadi halus selanjutnya dilakukan proses fermentasi selama 5 sampai 7 hari. Lalu setelahnya adalah dilakukan pengeringan. Dan proses terakhir, bubuk Kakao tersebut disangrai. Jadilah bubuk coklat yang siap diolah menjadi berbagai makanan berbasis coklat.

Tuntas sudah outing pada kesempatan kali ini. Informasi dan pengalaman sudah banyak ditambang untuk selanjutnya siap dishare dengan teman dan orang lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s