Kunjungan Syaikh Ahmad Abu Ayyash Al-Najjar

Dear SDIT Alamania, Alhamdulillahi robbil ‘alamiin. Syukur kita di Jum’at barakah ini, 20 Februari 2015, kita kehadiran tamu istimewa dari Gaza Palestina. Syaikh Ahmad Abu Ayyash Al-Najjar. Beliau adalah Direktur Deputi Kementrian Pendidikan Atas Gaza Palestina. Di Indonesia dalam rangka untuk road show yang diselenggarakan bersama ACT, Aksi Cepat Tanggap. Di Jum’at pagi ini beliau sediakan waktu khusus untuk ketemu dengan siswa-siswa SDIT Alam Nurul Islam.

Kedatangan syaikh disambut di GOR SDIT Alam. Semua siswa sudah berkumpul dan bernyanyi nasyid ‘Merah Saga’ ketika syaikh Ahmad masuk ke GOR. Meski beliau pernah menjadi penterjemah pedana menteri Palestina Ismail Haniya, beliau berbicara dalam bahasa Arab disertai dengan penterjemah.

 Beliau mengawali ceramahnya dengan memperkenalkan diri bahwa beliau datang dari tanah Palestina yang Allah janjikan keberkahan seperti yang Allah firmankan dalam surah Al Isra ayat 1. Dan keberkahan itu ternyata tidak semata milik orang Palestina, tapi menyebar ke semua umat muslim. Terkhusus ke muslim Indonesia. Beliau menyampaikan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dengan nasyid yang mengobarkan semangat para siswa-siswa. Beliau bertanya, “Milik siapakah masjid Al Aqsha itu?”. “Milik orang Palestina sajakah?”. Siswa-siswa menjawab, “Milik kita semua !” Subhanallah! Al Aqsha milik muslim sedunia dan kewajiban kita untuk merebutnya dari tangan penjajah zionis Israel.

 Sambil memaparkan, syaikh Ahmad menayangkan gambar-gambar kondisi riil di Gaza Palestina. Kondisi Palestina sekarang dikepung dari semua arah. Dari darat dengan kendaran perang, perbatasan Mesir ditutup. Dari laut dikepung dengan kapal perang. Bahkan dari udara pesawat-pesawat tempur sering memuntahkan rudal. Kondisi kehidupan di Gaza serba kekurangan. Tak ada listrik sehingga jika malam penduduk harus membuat penerang dari lilin. Tak ada bahan makanan pokok. Penduduk mendapatkan bahan makanan melalui terowongan-terowongan yang dibuat hingga tembus ke Mesir. Mereka jual beli makanan, hewan, melalui terowongan-terowongan tersebut. Bahkan ada sebuah foto yang menunjukkan ada sepasang pengantin yang perempuan berasal dari Yordania, dia harus menuju Mesir dan untuk masuk bertemu dengan pengantin prianya harus melalui terowongan. Sekolah-sekolah hancur. Begitu juga dengan rumah sakit-rumah sakit. Banyak korban tewas dan terluka parah. Hampir 60% lebih dari para korban adalah anak-anak, wanita dan orang tua. Jika aturan perang dunia melarang untuk membunuh anak-anak, perempuan dan orang tua. Tentara zionis membunuhi anak-anak, perempuan dan orang tua. Tak segan mereka menembaki mobil ambulan bahkan terlihat, mobil milik PBB pun juga tak luput dari perusakan zionis.

  Berikutnya, syaikh Ahmad menceritakan tentang aktivitas anak-anak dan remaja di Gaza. Meski di dalam kondisi yang darurat, anak-anak dan remaja banyak melakukan aktivitas menghafal Qur’an. Banyak lembaga dibentuk untuk fokus melakukan program Tahfidzul Qur’an. Tak heran jika ratusan bahkan ribuan remaja diwisuda karena lulus dalam program menghafal Qur’an 30 Juz. Muslim Gaza menyadari bahwa dengan Qur’an itu adalah senjata utama menghadapi penjajah zionis. Dengan Qur’an itu senjata utama untuk merebut masjidil Aqsa. Meski banyak syaikh hafidz yang gugur tapi masih banyak syaikh yang tersedia untuk membina program tahfidz. Bahkan hafalannya nyambung hingga Rasulullah SAW.

Syaikh Ahmad menayangkan sebuah video rencana zionis dalam usahanya untuk membangun tempat ibadah mereka yaitu kuil atau haikal Sulaiman. Di video tersebut ditayangkan lokasi tempat untuk pendirian kuil Sulaiman adalah tepat di lokasi masjid Al Aqsa sekarang. Sehingga usaha mereka adalah bagaimana menguasai Al Aqsa kemudian meruntuhkan, dari reruntuhan itulah akan didirikan kuil Sulaiman. Beliau bercerita, jika kita mendidik anak-anak berinfak untuk masjid. Anak-anak Israel dididik untuk belajar Matematika, IPA, menabung uang dalam usaha mereka supaya kuil Sulaiman berdiri sebagai tempat ibadah mereka. Orang-orang Israel sudah menyadari bersama untuk berjuang mendirikan kuil Sulaiman. Memang di sana dalam memerangi zionis ada banyak senjata canggih dan modern. Tetapi senjata paling dahsyat adalah Iman di dada-dada muslimin. Sehingga semua muslimin Gaza dan Palestina menyadari untuk selalu dekat dengan Allah dengan Al Qur’an. Syaikh Ahmad juga menyampaikan bahwa senjata yang dahsyat lagi ada di setiap kita. Bahkan muslim di Indonesia. Itulah doa. Doa-doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah akan membantu muslimin Gaza dalam merebut Al Aqsa. Beliau sampaikan bahwa tidak ada metode yang paling cepat, paling benar dalam menghafal Qur’an. Cara menghafal Qur’an yang benar adalah yang disertai niat yang ikhlas, jauhi maksiyat dan yakin akan pertolongan Allah dalam memberikan kemudahan untuk menghafal Qur’an.

Di akhir ceramah salah satu anak kelas satu, Syafiq menyerahkan boneka tabungannya kepada syaikh Ahmad, gantian syaikh menyerahkan sorban khas Palestinanya kepada Syafiq. Bersamaan dengan itu dilakukan pula penggalangan dana yang langsung diserahkan ke ACT. Momen ini sebagai penyuntik semangat ruh perjuangan akan pembebasan Al Aqsa kepada siswa-siswi.

 Di akhir sesi semua siswa langsung maju ke depan untuk berebut berjabat tangan dengan syaikh Ahmad. Beliau melayani dengan penuh sabar satu per satu disalami dengan penuh sayang. Bahkan ada beberapa anak yang meminta tanda tangan beliau. Ya mohon maaf tidak semua bisa mendapatkan tanda tangan beliau karena segera melanjutkan perjalanan.

Update : Alhamdulillah perolehan donasi selama syaikh Ahmad berceramah berjumlah total Rp. 16.838.450, 3 Ringgit, 16 dolar Singapura dan 100 Riyal. Jazaakumullahu Khairan Katsira kepada siswa, orang tua siswa dan hadirin semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s