Outing Kelas 2 : Menyaksikan Sunset ‘n Sunrise di Pantai Trisik

Dear SDITAlamania, tema yang dipelajari kelas 2 kali ini adalah mengenal benda langit. Tahu kan kalian apa saja benda langit itu? Benda langit termasuk tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Karena ciptaan yang super canggih itu bisa bergerak dengan sangat teratur. Bergantian. Dan sempurna !! Nah, untuk melihat kesempurnaan itu, siswa-siswi SDIT Alam Nurul Islam mengadakan outing. Namun outing yang dilakukan kali ini sangatlah berbeda dari kebiasaan. Outingnya pake nginep. Lho? Kok bisa. Jadi mabit dong itu namanya. Begini, karena yang mau diamati tu proses saat terbenam dan terbit matahari, mau gak mau kan kita harus cari tempat yang sangat lapang tanpa penghalang. Trus waktunya juga pas senja dan di pagi buta. Ndak mungkin kan kalo kita bisa liat di rumah masing-masing. Sudah pasti di rumah akan banyak penghalang. Entah bangunan apa pepohonan. Makanya bareng-bareng kelas 2 menuju ke pantai Trisik. Pantai yang terletak di daerah kabupaten Kulonprogo.

Hadir di lokasi pas saat matahari terbenam. Siswa-siswa langsung menuju ke tanah yang lapang untuk leluasa mengamati proses terbenam matahari. Bagi yang belum pernah menyaksikan, prosesi sunset sangat menakjubkan. Tak heran jika para fotografer menyebut momen ini dengan sebutan golden momen. Waktu emas untuk mengambil gambar. Para penggila foto landscaper selalu menantikan momen ini.

Setelah selesai pengamatan, dilanjutkan dengan sholat Maghrib berjama’ah. Sholat di tanah terbuka apalagi saat senja gini menjadi sensasi tersendiri bagi anak-anak. Beralaskan plastik bershaf menghadap ke arah qiblat. Udara malam pantai mulai menerpa tubuh. Semilir setelah siang tadi terasa panas dan gerah. Alhamdulillah . . . .

Setelah makan malam, anak-anak bersiap untuk mengikuti acara Jurit Malam . . . . eh bukan. Tapi jalan malam yang mana anak-anak akan dibariskan satu-satu dengan syarat tidak boleh mengeluarkan suara dalam bentuk apapun. Puasa bicara. Anak-anak dibawa berjalan menyusuri persawahan yang sangat luas. Anak-anak diminta untuk mendengarkan berbagai suara binatang malam. Melihat berbagai kerlip sumber cahaya. Baik dari lampu maupun hewan malam.

Ust Hamdan memberikan mengajak untuk merenung. Coba dengarkan berbagai suara binatang itu. Ada kodok, jangkrik, burung . . . kalo cuma sekedar bersuara, mereka sangat bisa melakukan. Kita, sebagai makhluk ciptaan Allah yang sempurna ini dibuat tidak semata hanya bisa bersuara. Tapi mampu berbicara. Berkomunikasi. Menyampaikan pesan. Nah, kalo yang kita lakukan hanya bersuara tanpa makna, tentu tidak beda kita dengan binatang malam itu. Maka, bersuaralah dengan penuh kemanfaatan. Kapan saat harus bersuara, kapan saat harus diam. Untuk mendengarkan.

Semua anak pada bawa jagungnya satu-satu. Meski buat bara apinya cukup lama, tapi pada sabar nunggunya. Apalagi saat mbakarnya yang juga harus sabar. Habisnya panas dan bau apek dari asep arang. Malam makin larut tapi tak membuat anak-anak lekas ngantuk. Ngantuknya kalah dengan tak sabarnya merasakan barbeque jagung.

 Menikmati jagung bakar sambil menikmati pemutaran film. Smua jagung kerasa enak. Dengan berbagai hasil bakaran, gosong nan hitam tapi tetep lahap termakan soalnya lapernya perut.

Saatnya tidur. Masing-masing anak mengambil posisinya. Dengan bekal alas dan selimut, mereka rebahkan tubuh lelah di atas lantai di pendopo. Alhamdulillah ndak ada yang rewel pingin pulang.

Pagi menjelang. Setelah sholat shubuh berjama’ah. Bergegas jalan menuju pantai sambil menunggu bus datang yang muter di jalan sempit kampung. Tujuannya untuk melihat proses matahari terbit. Kita akan langsung menuju di pinggir pantai yang lapang.

Alhamdulillah langit cerah. Di arah timur agak ke utara tampak buletan warna kuning kemerahan. Yang makin lama menaik diiringi cerahnya langit.

Acara dilanjut dengan lomba membuat gunung pasir secara kelompok. Anak-anak berlomba dengan berbagai cara mengumpulkan dan menumpuk pasir. Yang semangat udah tampak dari ketinggian dan ukuran gunung pasirnya.

Terakhir acara di pantai yaitu menyusuri sepanjang pinggir pantai. Dengan batas yang harus dilewati di bagian yang masih kering. Karena ombak yang belum sampe menggulung. Ditakutkan tiba-tiba ombak datang mengguyur anak-anak.Ufh . . . seru sekali outing kali ini . . . . kelas lain boleh ngikut deh . . . . outing plus mabit

 

One thought on “Outing Kelas 2 : Menyaksikan Sunset ‘n Sunrise di Pantai Trisik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s