Dari Parenting School X : Membuat Anak Keranjingan Belajar

Banyak kejutan yang dijumpai pada Parenting School kali ini. Kejutan itu muncul pada sosok pembicara. Biasanya pembicara Parenting School berasal dari praktisi atau akademisi. Namun, kali ini pembicaranya berprofesi sebagai penerbang pesawat tempur. Nah lho, mana nyambungnya? Yang mengejutkan lagi, beliau adalah instruktur skuadron elit tim akrobatik pesawat tempur TNI AU dan juga komandan pilot pesawat tempur Sukhoi 27/30 yang merupakan seri terbaru. Beliau adalah Kapten Pnb Anton Pallaguna. Beliau sudah berkeluarga dengan 2 putra dan 1 putri.

Topik kali ini mengangkat Kiat membuat anak keranjingan Belajar. Seperti pada umumnya yang dirasakan para orang tua. Belajar adalah aktivitas yang paling dibenci oleh anak. Meski jika ditanya besar manfaatnya tapi untuk melakukannya susah nunggu datangnya paksaan. Sebenarnya, suka tidaknya anak itu adalah hasil dari persepsi yang dibangun oleh anak itu sendiri. Selama ini dibenaknya yang tergambar jelas tentang Belajar adalah aktivitas yang menyusahkan dan membosankan. Sehingga apapun usaha untuk memaksa anak untuk belajar akan sia-sia. Sebab, otaknya sudah menset bahwa Belajar = Menyakitkan.Nah ternyata, otak membangun persepsi pada bagian otak sebelah kanan. Karena sifatya yang acak dan visual, otak kanan sangat mudah membangun persepsi. Sehingga, solusinya untuk menyiapkan anak agar suka bahkan keranjingan belajar harus dimulai melalui otak kanan. Mulailah membangun aktivitas belajar dengan mengubah “Hu-Uh” menjadi “Wow”, jangan langsung masuk ke materi belajar. Mulai dari yang mereka inginkan bukan yang kita inginkan. Seperti yang beliau terapkan pada anaknya. Karena anaknya suka pesawat, kegiatan belajar dimulai dengan mengumpulkan berbagai gambar pesawat. Baru kemudian, dari pesawat itu bagaimana rekayasa orang tua dihubungkan dengan materi belajar. Otak kanan sangat peka terhadap hal yang visual, sehingga penampilan kita pun harus selalu terkesan segar bersemangat, walau sebenarnya dalam kondisi lelah. Nah, langkah awal ini sebagai pancingan agar persepsi mula anak akan belajar menjadi sesuatu yang mengasyikkan.Setelah masalah persepsi tuntas, baru dilanjut dengan pengoptimalan kerja otak kanan. Ada beberapa teknik untuk menstimulus agar kerja otak kanan bisa optimal. Diantaranya dengan teknik Loci, yaitu menggunakan anggota tubuh untuk menempelkan ingatan banyak hal. Teknik asosiasi, mengingat suatu hal disamakan dengan hal lain yang lebih akrab. Yang intinya semua didasarkan pada ciri khas kerja otak kanan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s